<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905</id><updated>2012-02-17T04:11:04.872+07:00</updated><title type='text'>WARUNG ABAH - Silakan bicara apa saja di sini</title><subtitle type='html'>Silakan mampir, senang jika kita bisa berbagi informasi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-438689600894752344</id><published>2011-12-08T11:35:00.003+07:00</published><updated>2011-12-08T11:49:17.861+07:00</updated><title type='text'>Orangtua egois</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ezuwQoBilyY/TuBBeWuAjGI/AAAAAAAAASA/dRZRRefJlhc/s1600/Egois.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ezuwQoBilyY/TuBBeWuAjGI/AAAAAAAAASA/dRZRRefJlhc/s320/Egois.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5683614719492000866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anda yang sering berlalulintas di jalan raya pasti pernah atau sering menyaksikan orangtua atau suami istri yang mengendarai sepedamotor lengkap dengan helm dikepala membonceng anak kecil atau menggendong bayi. Sementara sang anak polos tanpa pelindung. Sekilas ini pemandangan biasa. Bahkan ada yang menilai cermin orangtua sayang anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak? Dengan segala keterbatasan, orangtua berupaya tetap mengajak anaknya bepergian atau sekadar mengantar - jemput ke sekolah. Saat musim mudik lebaran fenomena ini kian kentara. Bahkan, tidak hanya anak yang dibawa, dus dan tas besar berisi bekal dan oleh-oleh pun ikut bertenger di atas sepedamotor mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat membayangkan jika terjadi kecelakaan maka mudah ditebak apa yang akan terjadi. Jika semua penumpang terjatuh, dipastikan kepala ayah dan ibu akan selamat sebab terlindungi helm. Namun tidak demikian sang anak. Karena tidak mengenakan helm sebagaimana ayah dan ibunya, paling tidak kepala si anak bisa geger otak akibat terbentur aspal jalan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alih-alih sayang anak, model orangtua demikian sejatinya adalah orangtua egois. Hanya memikirkan keselamatan kepala mereka, sementara batok kepala anak mereka tidak terlindungi. Sampai saat ini pemandangan semacam ini masih saja terjadi di jalanan. Apakah kita prihatin? Atau kita termsuk orang tua egois yang hanya sudi melindungi kepala kita sementara kepala anak kita dibiarkan terancam terbentur aspal? Duh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-438689600894752344?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/438689600894752344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=438689600894752344&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/438689600894752344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/438689600894752344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2011/12/orangtua-egois.html' title='Orangtua egois'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ezuwQoBilyY/TuBBeWuAjGI/AAAAAAAAASA/dRZRRefJlhc/s72-c/Egois.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-5703630141728312258</id><published>2011-09-15T13:02:00.003+07:00</published><updated>2011-09-15T15:03:23.039+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Engkau Mudah Menangis?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2mAF52OoUzg/TnGeCctgMcI/AAAAAAAAARI/rppO5WU6sPw/s1600/ibunda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 294px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-2mAF52OoUzg/TnGeCctgMcI/AAAAAAAAARI/rppO5WU6sPw/s320/ibunda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652472772230656450" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya, “Mengapa engkau menangis?”. “Karena aku seorang wanita”, kata sang ibu kepadanya. “Aku tidak mengerti”, kata anak itu. Ibunya hanya memeluknya dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kau tak akan pernah mengerti” Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,&lt;br /&gt;“Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan, yah?”&lt;br /&gt;“Semua wanita menangis tanpa alasan, anakku”, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya. Anak laki-laki kecil itu pun lalu membesar menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita suka menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?" Dalam mimpinya Allah menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada wanita Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan". &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Ngopy-paste dr www.dedesander.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-5703630141728312258?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/5703630141728312258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=5703630141728312258&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/5703630141728312258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/5703630141728312258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2011/09/mengapa-engkau-mudah-menangis.html' title='Mengapa Engkau Mudah Menangis?'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2mAF52OoUzg/TnGeCctgMcI/AAAAAAAAARI/rppO5WU6sPw/s72-c/ibunda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-7377221052356602644</id><published>2011-09-13T14:55:00.004+07:00</published><updated>2011-09-13T15:48:18.286+07:00</updated><title type='text'>Puisi Cinta Pohon, Daun, dan Angin</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-D5tTpY-U_Es/Tm8YyWBD0BI/AAAAAAAAARA/WJ7W8j-bSAY/s1600/pohon.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-D5tTpY-U_Es/Tm8YyWBD0BI/AAAAAAAAARA/WJ7W8j-bSAY/s320/pohon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651763310555811858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang2 memanggilku "POHON" karena aku sangat baik dalam menggambar pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu wanita yang sangat AKU cintai..tapi AKU tidak punya keberanian untuk&lt;br /&gt;mengatakannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak cantik.. tidak memiliki tubuh yang sexy..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU menyukainya..sangat menyukainya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayanya yang innocent dan apa adanya..kemandiriannya..kepandaiannya dan&lt;br /&gt;kekuatannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena... AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi&lt;br /&gt;untukku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU takut...jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU merasa dia adalah "sahabatku"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang terakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis selama 3 tahun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah..."lanjutkan saja" katanya, setelah itu pergi&lt;br /&gt;meninggalkan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, matanya bengkak..dan merah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but AKU tertawa...bercanda dengannya seharian diruang itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut ruang itu dia menangis...dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi AKU masih tetap bersama pacarku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan airmata sedih dan kaget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya&lt;br /&gt;dengan dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU juga sedih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan&lt;br /&gt;padanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU tau pria itu...dia sering mengejarnya selama ini...Pria yang baik, penuh energi dan menarik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ada batu yang sangat berat didadaku...AKU tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apa daya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handphoneku bergetar...ternyata ada SMS masuk...SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika&lt;br /&gt;aku sedih dan menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS itu berbunyi,&lt;br /&gt;"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "Sahabat" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya - CEMBURU...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu seperti 100 butir lemon busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya bersama selama 2 bulan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati...AKU tahu kesukaannya...kebiasaannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya...memberinya perhatian...menemani...dan mencintainya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam...mengharapkan mengirimku SMS...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, AKU menunggunya...3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku...setiap hari dia mengejarku tanpa lelah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU berpikir...apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untuknya?!..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya AKU meninggalkan Pohon...tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU menyukai seorang gadis bernama Daun...karena dia sangat bergantung pada Pohon..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin akan meniup Daun terbang jauh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memerhatikan Pohon...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu dimatanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum dimatanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikannya menjadi kebiasaanku...seperti daun yang suka melihat Pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari saja tak kulihat dia...AKU merasa sangat kehilangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya...Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU melangkah dan tersenyum padanya...Kuambil secarik kertas..kutulis dan kuberikan padanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sangat kaget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya...dia datang...menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU melihat kearahnya...kuhampiri dengan kata2 itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat pelan...dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan telponku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU...tapi AKU akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 4 bln, AKU telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan...tapi AKU tidak menyerah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusanku bulat....AKU ingin memilikinya...dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya," apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kau selalu membisu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata, "AKU menengadahkan kepalaku"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah?" Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuletakkan telepon......melompat....berlari seribu langkah...ke rumahnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membuka pintu bagiku...Ku peluk erat-erat tubuhnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-7377221052356602644?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/7377221052356602644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=7377221052356602644&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/7377221052356602644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/7377221052356602644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2011/09/puisi-cinta-pohon-daun-dan-angin.html' title='Puisi Cinta Pohon, Daun, dan Angin'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-D5tTpY-U_Es/Tm8YyWBD0BI/AAAAAAAAARA/WJ7W8j-bSAY/s72-c/pohon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-2584953602485609350</id><published>2011-09-07T16:57:00.002+07:00</published><updated>2011-09-07T17:06:27.249+07:00</updated><title type='text'>Pelawak OVJ Trans 7 Melecehkan Kembar Siam</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ate3sz28Z-w/TmdCB-IpOcI/AAAAAAAAAQI/FdDosV-xYhc/s1600/opera-van-java-trans-.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 155px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ate3sz28Z-w/TmdCB-IpOcI/AAAAAAAAAQI/FdDosV-xYhc/s320/opera-van-java-trans-.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649556859186133442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat mencari tayangan yang pantas untuk pengantar makan sahur bersama keluarga, saya sempat tertegun menyaksikan lawakan para pelawak Opera Van Java (OVJ) di Trans 7 Senin (1/8). Bukan hanya dominasi iklan rokok yang begitu vulgar, konten tayangan menjelang subuh tersebut telah menyebabkan selera makan sahur saya hilang. &lt;br /&gt;Tampak dalam tayangan sepasang pelawak (salah satunya mantan penyanyi yang tidak terlalu sukses di dunia tarik suara lantas banting stir jadi pelawak. Sementara satunya lagi pelawak dengan penampilan khas rambut pirang panjang dikucir) memerankan kembar siam satu tubuh dua kepala dan dua pasang kaki. Bagi para penggagasnya, ide konyol tersebut barangkali tayangan yang sangat lucu.&lt;br /&gt;Namun bagi saya dan keluarga justru sebaliknya. Selama ini kisah saudara-saudara kita yang bernasib kurang beruntung memiliki fisik berdempet adalah kisah penuh inspirasi tentang perjuangan manusia untuk bertahan hidup (struggle  for survival). Beberapa di antaranya bisa tumbuh dewasa, bahkan meraih sukses meski dengan susah payah karena secara fisik tidak normal.  Dalam banyak hal acap kali para kembar siam tersebut memiliki derajat rasa bersyukur yang lebih besar ketimbang mereka yang memiliki fisik normal. &lt;br /&gt;Sayangnya di tayangan para pelawak OVJ pagi itu kembar siam cukup sekadar dijadikan bahan olok-olok. Sungguh sebuah bentuk kreativitas yang sangat primitif, menyakitkan, dan tidak layak ditonton. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Surat Pembaca &lt;br /&gt;Dimuat di rubrik Surat Pembaca Harian KOMPAS Sabtu 27 Agustus 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-2584953602485609350?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/2584953602485609350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=2584953602485609350&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/2584953602485609350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/2584953602485609350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2011/09/pelawak-ovj-trans-7-melecehkan-kembar.html' title='Pelawak OVJ Trans 7 Melecehkan Kembar Siam'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ate3sz28Z-w/TmdCB-IpOcI/AAAAAAAAAQI/FdDosV-xYhc/s72-c/opera-van-java-trans-.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-1490301797241124590</id><published>2011-09-05T09:41:00.008+07:00</published><updated>2011-09-05T11:58:23.441+07:00</updated><title type='text'>Pemda Bandung Tidak Perlu Malu Belajar ke Kota-kota di Jawa Tengah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-U11WGOBeCtI/TmRByJisHOI/AAAAAAAAAPg/Qjs9pA-yoL0/s1600/Jalan%2Bbolong%2Bdi%2BBandung.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 186px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5648712162440125666" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-U11WGOBeCtI/TmRByJisHOI/AAAAAAAAAPg/Qjs9pA-yoL0/s320/Jalan%2Bbolong%2Bdi%2BBandung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Mudik Lebaran 2011&lt;/span&gt; Jakarta-Solo atau Bandung-Solo dengan menggunakan kendaraan darat memberi kesan yang sama dari tahun ke tahun. Bukan kepadatan arus kendaraan di sepanjang jalan. Bukan pula tetap tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas selama arus mudik. Melainkan perbedaan kontras tata kelola jalan-jalan di kota-kota di Jawa Tengah yang saya lewati dibandingkan dengan kota kelahiran saya, Bandung...&lt;br /&gt;Boleh dibilang, jika kita menutup mata sepanjang perjalanan maka kita akan mengetahui tengah berada di mana saat itu hanya dengan merasakan kemulusan laju roda kendaraan. Jika kendaraan berjalan tidak nyaman, bahkan banyak sekali mengalami guncangan keras, bisa dipastikan kita masih berada di area Jawa Barat. Namun jika mulai terasa mulus dan jarang terjadi guncangan meski dengan kecepatan tinggi, bisa dipastikan kita sudah memasuki kawasan Jawa Tengah.&lt;br /&gt;Analogi tsb agak terasa lebay memang. Namun demikian kenyataannya. Mulai dari dalam Kota Bandung, misalnya di Jalan Laswi (sebagaimana dimuat di foto lampiran artikel opini ini) kita dipaksa menikmati ayunan kendaraan akibat jalanan bergelombang. Beberapa ruas jalan bahkan berlobang hingga ukuran sejengkal. Bisa dibayangkan bagaimana jika keadaan hujan.&lt;br /&gt;Lain dengan di Jawa Tengah. Di Solo dan kota-kota sekitarnya (Boyolali, Karanganyar, Sragen, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri) jalanan mulus bahkan hingga ke pelosok desa.&lt;br /&gt;Perjalanan penulis dari Kota Surakarta ke desa Gagak Sipat di Kabupaten Boyolali melewati jalan besar maupun keci;l yang rata, mulus lus...&lt;br /&gt;Hal ini menimbulkan kesan ada perbedaan tabiat Pemerintah Daerah di dua lokasi berbeda. Jika di Jawa Tengah Pemerintah Daerahnya cukup komit dalam menyediakan fasilitas umum yang menjadi uratnadi kegiatan warga, di Jawa Barat sebaliknya. Pemda tampak malah kebingungan jika ditanya kenapa jalanan rusak dibiarkan bertahun-tahun.&lt;br /&gt;Padahal, jika dibandingkan antara kota-kota di Jawa Barat dengan di Jawa Tengah tidak terlalu jauh. Beberapa kota di Jawa Tengah bahkan jauh di bawah kota-kota di Jawa Barat dalam hal kesejahteraan masyarakat dan PAD-nya...&lt;br /&gt;Kodya Bandung, misalnya, dengan PAD 2010 sebesar Rp291 milyar, di atas PAD Solo sebesar Rp146 milyar atau PAD Boyolali yang "hanya" Rp80 milyar pada periode yang sama. Saudara sesusunya, Kabupaten Bandung, dengan PAD Rp165,2 milyar pada 2010 malah kondisi jalanannya lebih buruk lagi.&lt;br /&gt;Anda yang pernah menyusuri ruas jalan Rancaekek-Majalaya dua atau tiga tahun lalu akan menyaksikan pemandangan yang sama di sana: Jalanan rusak parah, jika musim kering debu menyesakkan dada. Jika musim hujan lobang sedalam rata-rata sejengkal mirip kubangan kerbau menjadi jebakan maut bagi siapa pun yang lewat sana. Padahal, ruas jalan tersebut menjdi urat nadi perekonomian warga Bandung. Maklum, di Majalaya saja banyak terdapat pabrik dan sekolah. Demikian pula di Rancaekek.&lt;br /&gt;Cukup jelas buat kita, visi dan kemauan untuk mewujudkan masyarakat sejahtera tampaknya sesuatu yang asing di dalam benak Pemerintah daerah Bandung, Kota maupun Kabupaten...&lt;br /&gt;Sebetulnya, kalau Pemerintah Daerah dua kota itu saja (sebagai representasi kota-kota lain di Jawa Barat) bersedia belajar ke kota-kota tetangga di Jawa Tengah, semisal Solo atau Boyolali, lantas mencontohnya (tidak usah malu meniru hal yang baik), bisa saja warga Bandung akan lebih terbantu. Tidak seperti sekarang, warga Bandung dibiarkan berjuang sendiri memilih mana jalan yang masih bisa dilewati tapak ban kendaraan dan mana yang membahayakan...Bukankah seperti warga negara di kota lainnya, warga Bandung pun dikenai pajak ini itu oleh Pemerintah? Sekadar makan di pinggir jalan pun terkenda pajak. Apalagi pemilik kendaraan, setiap tahun kan mesti membayar pajak...Tidak adil jika sekadar melewati jalan raya mesti berakrobat menghindar jalanan yang bolong di sana-sini bahkan sepanjang tahun!!!&lt;br /&gt;hiks&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-1490301797241124590?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/1490301797241124590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=1490301797241124590&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/1490301797241124590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/1490301797241124590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2011/09/pemda-bandung-belajar-saja-ke-kota-kota.html' title='Pemda Bandung Tidak Perlu Malu Belajar ke Kota-kota di Jawa Tengah'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-U11WGOBeCtI/TmRByJisHOI/AAAAAAAAAPg/Qjs9pA-yoL0/s72-c/Jalan%2Bbolong%2Bdi%2BBandung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-8896149623173676716</id><published>2011-01-25T20:35:00.008+07:00</published><updated>2011-01-25T21:12:24.606+07:00</updated><title type='text'>Keranjingan Forex</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/TT7Z4X9iVTI/AAAAAAAAAPQ/gJORAE4FIjw/s1600/forex%2Bun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/TT7Z4X9iVTI/AAAAAAAAAPQ/gJORAE4FIjw/s320/forex%2Bun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566125752004531506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada yang berbeda di pabrik GPPJ Rancaekek belakangan ini. Sebagian penghuni pabrik yang berlokasi di kawasan timur Bandung tsb kini tengah keranjingan transaksi valuta asing atau foreign exchange (Forex)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, hanya dengan sedikit "ngelmu" soal valas dan sedikit kemampuan komputer, mereka bisa langsung bertransaksi. Bukan main-main, ini transaksi mata uang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lumayan pak, sambil dolanan, buka laptop di jam istirahat, dengan sedikit kejelian, bisa dapat 20 dolar sehari," ungkap Supardi, salah satu manager di GPPJ Rancaekek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria asal Pati, Jawa Tengah ini mengaku semula tidak begitu tertarik dengan transaksi forex di internet. Selain kesibukan sebagai Manager Produksi di perusahaan makanan minuman yang dikenal dengan produk Kacang Garuda tsb, Supardi merasa itu bukan bidang yang berhubungan dengan aktivitasnya di perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai satu saat dia menyimak pembicaraan di sela makan siang, bahwa berdagang forex di internet tidak memerlukan kepintaran khusus. Cukup sedikit ketekunan dalam memerhatikan tren harga valas, dengan sedikit modal jadilah "pemain" di pasar valas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang saya mulai memahami forex ini, tidak sulit meski juga tidak terlalu mudah. Modalnya kesabaran dan jangan terlalu serakah," tandas Bapa tiga anak ini penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menarik, demikian menurut Supardi, ketertarikan bertransaksi valas ini bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan tugas dan pekerjaan utamanya di perusahaan tempatnya bekerja. Maklum, transaksi forex bida berjalan otomatis dengan "mengunci" di level tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang penting modal cukup, dan tidak terlalu muluk dalam mematok target perolehan laba," ujarnya. Dia menambahkan, hal tersebut bisa dilakukan hanya dengan mengorbankan waktu maksimal satu jam. Dan itu bisa dilakukan di sela istirahat atau sepulang kerja di malam hari. Asal tahu saja, berdagang di pasar valuta asing secara online tidak mengenal jam kerja alias bisa dilakukan kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada dikemukakan Agus Budi Jaya. Pria yang akrab disapa mbah Joyo ini mengaku cukup lama menjadi "pemain" di pasar Forex ini. Selain karena hobi dan didorong ketertarikan yang besar untuk bisa bertransaksi di dunia maya, Si mbah merasa dengan "main forex" dia bisa mendapat penghasilan tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bisa mendapat penghasilan lumayan ya dari forex ini pak, lumayan lah selain dapat penghasilan ya ilmu juga nambah sebab ini transaksi yang menuntut pemahaman menyangkut tren harga mata uang negara-negara di dunia," tutur mbah Joyo menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supardi dan mbah Joyo setidaknya mewakili sekian banyak  orang yang tengah keranjingan transaksi Forex di internet. Jika satu orang meraup pendapatan 20 sampai 500 dolar AS dalam sehari, sementara dalam waktu sehari ada ratusan bahkan ribuan orang semacam Supardi dan mbah Joyo, silakan hitung sendiri berapa nilai transaksi di pasar forex virtual ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda berminat? silakan berkunjung di pelbagai situs yang menyediakan fitur transaksi forex, salah satunya situs www.belajar-forex.com&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Autor: abah&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-8896149623173676716?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/8896149623173676716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=8896149623173676716&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8896149623173676716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8896149623173676716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2011/01/keranjingan-forex.html' title='Keranjingan Forex'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/TT7Z4X9iVTI/AAAAAAAAAPQ/gJORAE4FIjw/s72-c/forex%2Bun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-8691376890005341080</id><published>2010-11-09T09:09:00.004+07:00</published><updated>2010-11-09T10:49:45.090+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/TNjCk0tIacI/AAAAAAAAAO0/EJPwPSxWHeU/s1600/tim+HRS+BU+E+Okt+2010s.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537389679731042754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 99px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/TNjCk0tIacI/AAAAAAAAAO0/EJPwPSxWHeU/s320/tim%2BHRS%2BBU%2BE%2BOkt%2B2010s.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;Milad. Demikian terminologi dalam bahasa Arab yang menggambarkan pertambahan usia baik manusia maupun lembaga. Kata-kata milad ini yang hari ini memenuhi mailbox saya baik yang di handset, yahoo.com, maupun di mailbox jatah kantor...Sebagian lagi ucapan selamat hari jadi dikirim dalam bahasa Indonesia, Selamat Ulangtahun. Sebagian lagi dalam bahasa jawa, sunda, dan Inggris...Tidak ada yang dalam bahasa Urdu atau bahasa isyarat (ya iyalah bah...gimana pula si abah ini...). Ada yg kirim doa, ada yg nunggu ditraktor eh ditraktir...ada pula yg tanya mau dikirim bunga (nah yg ini karangan belaka pembaca semua, mana ada yg romantis begini sama si abah..he..he..bunga bank kalee...).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semuanya mengharukan. Semua menyiratkan perhatian baik besar, sedang, maupun kecil. Semua sangat bernilai. Sahabat, teman, saudara, masih mengingat si abah yang semakin berumur namun masih jauh dari bijak ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Termasuk teman-teman PT E tempat di mana si abah sekarang mencari nafkah (duh, mencari nafkah nih bah...emang dulu hilangnya di mana tuh si mbak Nafkah sampe dicari-cari ke Rancaekek segala...).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Terima kasih my lovely team HRS PT E (males sebetulnya nyebut PT E, yang pas kan BU E, kalo PT kan badan hukum, ya namanya mesti sesuai yg tertera di akta...mana ada nama PT E di akta)...Tidak menyangka, kata UmmiNur di rumah juga pas dikabari soal ini, baru dua bulan sudah dapat kiriman kue tart...Lha, itulah hebatnya di sini mi...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suasana kekeluargaan benar2 terelaborasi dalam keseharian...(duh, elaborasi tuh apaan sih bah, pake bahasa yg sederhana emang kenapa siy...). Kendati didera "batuk bangkong" sejak dua hari lalu (abah ini aya-aya wae, nggak batuk aja kodok udah brisik, apalagi kalo batuk bah pasti rame ya), rasa senang dan bahagia (joy, not just happy) mendapat perhatian teman2 semua sungguh sangat mengesankan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Terima kasih sahabat, terutama di PT E (lagi-lagi PT E, BU E kan bah)...semoga kita semua dapat selalu melewati segala sesuatu dalam suasana yang lebih baik...lepas dari perasaan penuh RO (rindu order).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Memang, sejatinya apa yang saya rasakan sekarang bukan perkara mudah. Di tengah deraan bencana banjir di Wasior, tsunami di Mentawai, serta belitan "wedhus gembel" dari letusan Merapi di DIY, menurut saya bukan perkara mudah untuk bersukacita di tengah penderitaan. Bersukacita disini bukan berarti tertawa terbahak-bahak, tidak menangis pada waktu masalah datang. Bersukacita disini dilihat dari kata bahasa Inggrisnya adalah JOY bukan Happy. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kata ahli bahasa sih ada perbedaan antara JOY dan Happy. JOY adalah satu keadaan di mana seseorang masih bisa berbahagia dan bersukacita dalam menghadapi masalah bukan bersukacita pada saat tidak ada masalah/ saat mendapatkan hadiah atau keberhasilan. Dalam segala keadaan sakit atau sehat, gembira atau sedih, sukses atau gagal, bisa bersukacita dalam syukur dan tawakal kepada Allah SWT. Sedangkan Happy adalah satu keadaan di mana seseorang merasa bahagia dalam saat-saat bahagia tertentu misalnya saat ultah mendapat hadiah, saat berhasil, atau naik pangkat dan lainnya. Kendati sedang milad eh ultah, hari ini saya lebih suka mengenakan atribut joy, dalam artian keadaan serba penuh duka akibat bencana tidak ingin membuat saya melupakan rasa syukur mendapat berkah usia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Perhatian sahabat, sejawat, semoga dapat menjadi suluh bagi perjalanan saya menuju keadaan di mana tidak ada lagi rasa gelisah dalam menghadapi persoalan hidup.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Terakhir, pepatah barat mengatakan; "usia itu sekadar deretan angka, merasa muda itu selamanya..."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Alhamdulillah, syungguh besar nikmatMu ya Rabb...jadikanlah hamba sebagai mahlukMU yang pandai bersykur...amiin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;BU E, 9 Nov'2010&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-8691376890005341080?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/8691376890005341080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=8691376890005341080&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8691376890005341080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8691376890005341080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2010/11/milad.html' title=''/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/TNjCk0tIacI/AAAAAAAAAO0/EJPwPSxWHeU/s72-c/tim%2BHRS%2BBU%2BE%2BOkt%2B2010s.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-8807256998226081072</id><published>2010-11-09T07:45:00.005+07:00</published><updated>2010-11-09T09:08:11.424+07:00</updated><title type='text'>Meratapi Bandung Kini</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/TNicuPjiWbI/AAAAAAAAAOs/6aFb-hn6URE/s1600/kakilima+di+Bdg.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537348060115524018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 201px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/TNicuPjiWbI/AAAAAAAAAOs/6aFb-hn6URE/s320/kakilima+di+Bdg.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bandung dulu pernah dijuluki Kota Kembang. Selain mengandung makna kiasan kembang sebagai perempuan cantik, Kota kembang disebut-sebut menggambarkan keasrian kota ini dalam hal tata kota yang rapi dengan kembang di sana sini.&lt;br /&gt;Ada pula yang menyebutnya dengan Parijs an java. Bukan karena di kota ini berdiri replika menara Eifel, melainkan karena penampilannya yang angat dan asri mirip Kota Paris di Prancis sana.&lt;br /&gt;Itu dulu. Bandung kini jauh dari kesan asri. Selain jalanan sempit yang dijejali deretan toko pakaian dan makanan, kemacetan telah menjadi ciri khas lain kota Bandung. Pejalan kaki, mobil pribadi, angkot dan taksi, serta pedagang kakilima setiap hari saling berebut sepenggal tempat di jalanan.&lt;br /&gt;Di akhir pekan ribuan mobil tumpah ruah memadati jalanan yang sudah sumpek. Tidak semua pengendara mobil pribadi di akhir pekan itu beradab. Sebagian di antaranya suka saling serobot. Ada pula yang leluasa membuang sampah di jalanan...&lt;br /&gt;Di saat hujan mengguyur Bandung benar-benar menjadi Lautan Air. Ini tampak di hampir seluruh pelosok Bandung. Di Pusat maupun area pinggiran sama saja.&lt;br /&gt;Memang, bukan perkara mudah mengelola Kota sebesar Bandung. Namun sudah pada tempatnya jika warga Bandung menuntut keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam membenahi Kota tempat Konferensi Negara-negara se-Asia dan Afrika berlangsung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Back to Bandung euy!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan nasib membawa saya kembali mendekati Bandung. Sebagai warga yang terlahir di kawasan kumuh jalan Pasundan Bandung 41 tahun lalu, cukup lama saya meninggalkan Kota penuh kenangan ini. Selepas lulus SMPN 14 Bandung dulu saya "disumputkeun" ka Garut. Dari Garut sekolah berlanjut ke Solo, jawa Tengah. Sehabis itu mengadu nasib ke Bali, dan berlanjut mencari sesuap nasi di Ibukota.&lt;br /&gt;Sumpek dengan kehidupan kota Batavia, perjalanan nasib membawa bekera di pinggiran dekat Bandung, tepatnya di Rancaekek.  Sebuah kawasan antara Bandung-Garut yang bisa memberikan gambaran seutuhnya tentang Bandung kini: jalanan macet karena kakilima, banjir, angkot ngetem, kendaraan melawan arus, lengkap dengan para petugas polisi yang tampak sigap kalau menggelar operasi lalu lintas Namun acuh beibeh pada kesehariannya... &lt;br /&gt;Tidak bijak rasanya berharap Bandung era 80-an. Ketika jalanan masih asri meski mulai dikepung para pedagang kakilima. Namun waktu itu kendaraan di jalanan belumlag sepadat sekarang. Paling tidak dulu semasa kecil masih ada wibawa Pemerintah.&lt;br /&gt;Bukan seperti sekarang. Bandung seolah tanpa Pemerintahan. Padahal, Bandung Ibukota Provinsi jawa Barat. Kemana saja wahai pak Walikota, pak Gubernur?&lt;br /&gt;Warga butuh ketegasan, jangan sampai Bandung tidak lagi penuh kembang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-8807256998226081072?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/8807256998226081072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=8807256998226081072&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8807256998226081072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8807256998226081072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2010/11/meratapi-bandung-kini.html' title='Meratapi Bandung Kini'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/TNicuPjiWbI/AAAAAAAAAOs/6aFb-hn6URE/s72-c/kakilima+di+Bdg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-4582864522437661469</id><published>2010-04-20T11:19:00.003+07:00</published><updated>2010-04-20T11:56:31.296+07:00</updated><title type='text'>Pemda Keblinger Satpol PP Klenger</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/S80xLPNZfUI/AAAAAAAAAOc/BX9LE02nHn8/s1600/Rusuh+Priok.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462075992201329986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 299px; CURSOR: hand; HEIGHT: 217px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/S80xLPNZfUI/AAAAAAAAAOc/BX9LE02nHn8/s320/Rusuh+Priok.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rusuh terkait penggusuran makam Mbah Priok (tokoh agama Islam di Jakarta) di Koja, Jakarta Utara selain menebar nestapa juga meninggalkan coreng hitam di muka Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta. Selain dinilai tidak becus, ada semacam kesengajaan Pemda mendahulukan aksi kekerasan ketimbang musyawarah.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kebrutalan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan massa di Kelurahan Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara (14/4) menuai kecaman banyak pihak. Puluhan warga yang terluka, bahkan masih tergolong anak-anak, tetap saja dikeroyok dan dihajar. Sebaliknya petugas Satpol PP yang sudah tergeletak dihajar sampai tak bergerak. Perilaku petugas Satpol PP yang arogan patut dikecam. Keberingasan massa juga tidak pantas dipuji. Sementara petugas kepolisian yang dinilai lamban dan cenderung membiarkan rusuh berlangsung bahkan sampai menelan korban jiwa sungguh tercela. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Terakhir, media massa melaporkan korban tewas akibat amuk di Priok menjadi tiga orang, yaitu W Soepeno, Ahmad Tajudin, dan terakhir Israel Jaya. Kamis malam Polda Metro Jaya mengumumkan sedikitnya tercatat 134 orang terluka akibat bentrokan tersebut. Para korban adalah 69 anggota Satuan Polisi Pamong Praja, 55 warga setempat, dan 10 polisi. "Dua di antaranya luka berat," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Komisaris Besar Boy Rafli Amar.&lt;br /&gt;Kerugian material di antaranya 6 bus, 4 truk, dan sebuah meriam air milik polisi yang dirusak dan dibakar massa. Empat truk Satpol PP mengalami nasib serupa. "Kerugian total masih belum dihitung," ujar Boy sebagaimana dikutip Tempo Interaktif.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Musyawarah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Yang bikin gemas, setelah rusuh dibiarkan seharian penuh dengan korban jiwa, korban luka, kerusakan fisik, Pemda DKI lantas berinisiatif menghadakan pembicaraan dengan keluarga ahli waris amarhum Mbah Priok dan masyarakat setempat. Bukankah semestinya dibalik; Pemda terlebih dulu mengedepankan musyawarah sebelum mentok dan memilih jalur penggusuran meski berisiko munculnya aksi kekerasan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Apa yang terjadi dalam kasus Koja sejatinya bukan hal pertama dalam sejarah penertiban yang dilakukan Pemda DKI. Kalau mau dirunut ke belakang setiap masalah sejenis berawal dari Pemda sendiri yang tidak becus dan tidak sudi melakukan tindakan pencegahan sebelum  masalah membesar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Keberadaan bangunan liar, misalnya, tindakan acap kali baru dilakukan setelah masyarakat menempati lokasi bertahun-tahun atau puluhan tahun. Andai sejak pertama kali lahan ditempati Pemda langsung mengingatkan mestinya warga tidak akan melawan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ini pula yang terjadi dalam penggunaan trotoar untuk berjualan para pedagang kakilima. Di saat pedagang mendirikan lapak atau jongko biasanya mereka dibiarkan saja. Meski mengganggu lalu lintas, di mana pejalan kaki karena trotoar diserobot memilih berjalan di badan jalan. Akibatnya jalan yang menjadi jatah pengendara kendaraan jadi terhalang, Kemacetan pun tak terelakkan, toh pelanggaran dibiarkan saja. Ini bisa disaksikan bahkan hingga sekarang di Perempatan Pasar Rebo, di Kramatjati, di Blok M, Cipulir, dan di hampir semua pusat keramaian di Ibukota.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah masalah akut, kemacetan semakin menggila, seakan Pemda menjadi pahlawan dan tersadar untuk melakukan penertiban. Yang terjadi mudah ditebak, muncul perlawanan dari para pedagang karena merasa haknya berjualan diganggu. Tidak ada perasaan salah sudah berjualan di tempat terlarang, toh selama ini mereka merasa dibiarkan. Bahkan sebagai justifikasi, para pedagang berdalih mereka tidak gratis berjualan di sana. Ada upeti yang diserahkan setiap hari kepada oknum berseragam Pemda sebagai uang jaminan keamanan. Aneh, dalam kacamata mereka, jika uang disetor namun mereka tetap saja disuruh pergi. Ini terjadi dan terjadi menjadi sebuah lingkaran setan (vicious circle).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam beberapa kasus penggusuran perlawanan massa tidak kalah beringasnya dengan aksi kekerasan yang dilakukan Satpol PP. Yang satu menjalankan tugas sebab jika tidak mau akan dipecat dan gaji pun distop. Sementara lawannya juga sami mawon, jika mengalah tidak berjualan maka periuk nasinya bisa saja lenyap alias terancam tidak makan...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bagus jika Pemda DKI dan Pemda lainnya introspeksi. Lakukan pencegahan sebelum masalah berkembang tak terkendali. Soal semacam ini Para Gubernur, Walikota, atau Bupati tidak usah malu untuk belajar kepada Walikota Solo, Jawa Tengah. Jokowi, demikian Walikota Surakarta Joko Widodo biasa disapa, membangun tempat penampungan terlebih dulu sebelum menggusur pedagang di Pasar Triwindu. Penempatan lokasi baru diupayakan gratis. Sangat berbeda dengan kepongahan dan keserakahan Pemda lain. Jika menggusur seenaknya, kalaupun saat itu ada pembangunan atau penampungan biasanya yang digusur disuruh membeli dengan harga sangat mahal. Wajar jika mereka berteriak marah. Kalau sudah begini, yang repot semuanya. Behentilah menjadi pemimpin yang dungu. Belajarlah dari yang sudah terjadi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-4582864522437661469?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/4582864522437661469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=4582864522437661469&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/4582864522437661469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/4582864522437661469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2010/04/pemda-keblinger-satpol-pp-klenger.html' title='Pemda Keblinger Satpol PP Klenger'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/S80xLPNZfUI/AAAAAAAAAOc/BX9LE02nHn8/s72-c/Rusuh+Priok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-1035149255844703148</id><published>2009-09-29T16:31:00.005+07:00</published><updated>2009-09-29T17:08:02.810+07:00</updated><title type='text'>Wartawan itu Karni Iyas</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SsHcWTHiCdI/AAAAAAAAAOU/1RyEGnm9T6w/s1600-h/karni.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386828904958921170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 243px; CURSOR: hand; HEIGHT: 196px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SsHcWTHiCdI/AAAAAAAAAOU/1RyEGnm9T6w/s320/karni.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Karni Ilyas di kalangan media massa bukan nama asing. Selain pernah menjadi wartawan majalah Tempo, memimpin majalah Forum Keadilan, dia juga sempat menangani divisi berita SCTV dan ANTV. Kini namanya identik dengan TV One.&lt;br /&gt;Banyak yang memuji Karni khususnya menyangkut cara dia menjalin relasi dengan tokoh kunci di pelbagai institusi, yang berbuah pada karya liputan eksklusif bagi media yang dipimpinnya. Sayangnya, belakangan tatkala pemberitaan penembakan tersangka teroris di Temanggung, Jawa Tengah hasil liputan tim redaksi TV One menuai cemooh, alih-alih mendapat pujian.&lt;br /&gt;Betapa tidak. Selain terkesan direkayasa, penembakan yang berujung tewasnya tersangka teroris di sebuah rumah juga telanjur memberitakan informasi keliru.&lt;br /&gt;Reporter TV One yang mendapat hak eksklusif membonceng rombongan polisi di Temanggung begitu gagahnya menyatakan sebagai yang pertama memberitakan tewasnya Noordin M. Top. Sayangnya, kegagahan itu berubah menjadi kekonyolan tidak sampai sehari dengan adanya klarifikasi bahwa yang tewas bukan Noordin M. Top.&lt;br /&gt;Begitu populernya Karni, sampai-sampai Kompas yang dinilai sebagai trend setter media memuat wawancara khusus denan pria bernama lengkap Sukarni Ilyas ini. Kompas antar lain melaporkan betapa prigel dan renginasnya Karni dalam menjalin dan memelihara link dengan narasumber penting di Mabes Polri sehingga tim wartawannya selalu mendapat liputan eksklusif, termasuk dalam liputan penembakan teroris oleh Densus 88.&lt;br /&gt;Terkait hal tersebut, entah disadarai atau tidak baik oleh Karni maupun wartawan Kompas, dalm wawancara tersebut nyata benar sampai di mana kebesaran jiwa Karni Ilyas. Tatkala Kompas menanyakan soal liputan penembakan di Temanggung yang ternyata salah. Karni berkilah "itulah, sudah saya bilang..."&lt;br /&gt;Alih-alih mengakui secara jujur adanya kekeliruan akibat ketergesa-gesaan, Karni malah menyalahkan wartawan yang tidak lain tidak bukan adalah anakbuahnya. Bagus dan sangat elegan jika di sana Karni mengakui secara ksatria perihal "salah lapor" TV One tentang tersangka teroris yang ternyata bukan Noordin M Top merupakan kesalahan sekaligus tanggung jawabnya selaku pemimpin redaksi.&lt;br /&gt;Tapi, Karni Ilyas juga manusia. Manusiawi sekali jika di tengah popularitasnya pantang untuk menunjukkan kelemahan dan kekurangan. Kendati hal tersebut agak memalukan dilihat dari etika...&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-1035149255844703148?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/1035149255844703148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=1035149255844703148&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/1035149255844703148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/1035149255844703148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2009/09/wartawan-itu-karni-iyas.html' title='Wartawan itu Karni Iyas'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SsHcWTHiCdI/AAAAAAAAAOU/1RyEGnm9T6w/s72-c/karni.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-8067756879600962038</id><published>2009-07-20T19:58:00.004+07:00</published><updated>2009-07-20T20:14:25.401+07:00</updated><title type='text'>Foto SBY target teroris</title><content type='html'>Lagi, Jakarta diguncang ledakan bom. Korban tewas dan luka-luka berjatuhan. Lokasi ledakan dua hotel di Ibukota yag sistem penjagaannya super ketat: JW Marriot dan Ritz Carlton. Pelaku peledakan sungguh biadab, sebb lagi-lagi nyawa hilang sia-sia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ledakan bom kali ini lebih parahnya lagi selain menelan korban juga karena dimanfaatkan Presiden SBY (yang tengah siap-siap menjadi presiden lagi) untuk mengkerek popularitasnya. Mengenaskan, alih-alih memerhatikan korban dan mengemukakan tekad pemerintah untuk memberi rasa aman kepada masyarakat, SBY malah dengan emosional ikut-ikutan merasa terancam bom dan teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha, so what gitu loh pak Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya lagi, SBY mengaku diancam karena intelijen menemukan foto dirinya dengan bercak hitam di muka yang katanya itu adalah bekas peluru sbg bukti dirinya dijadikan sasaran tembak oleh orang...&lt;br /&gt;hua..ha..ha...lelucon garing dari orang bergelar doktor...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-8067756879600962038?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/8067756879600962038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=8067756879600962038&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8067756879600962038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8067756879600962038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2009/07/lagi-jakarta-diguncang-ledakan-bom.html' title='Foto SBY target teroris'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-1613859158501517114</id><published>2009-07-20T19:35:00.004+07:00</published><updated>2009-07-20T19:56:50.346+07:00</updated><title type='text'>Hanya aku yang boleh, orang lain tidak</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SmRoLK7snMI/AAAAAAAAAOM/6FIJqG214OM/s1600-h/Water+lilies.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360523997600324802" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SmRoLK7snMI/AAAAAAAAAOM/6FIJqG214OM/s320/Water+lilies.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begitu kira-kira yang ada di benak orang-orang di jalanan, di lokasi antrean pelayanan umum, dan di banyak lagi tempat lain di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah padatnya lalu lintas Ibukota setiap hari, bunyi klakson berarti pertanda kendaraannya mesti diberi jalan. Yang diberi klakson ya harus mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di trotoar pedagang kakilima dengan jumawa menggelar dagangan. Pejalan kaki tidak berhak menggunakan trotoar. Kalau cuma jalan kaki silakan saja di pinggir jalan. Motor atau mobil terpaksa merayap atau terkadang menghentikan kendaraan sebab jalan digunakan pejalan kaki yang trotoarnya dikuasai pedagang. Jalanan pun macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalur yang sama angkutan umum (angkota) merasa berhak berhenti berlama-lama dengan alasan mencari nafkah. Meski lampu menyala hijau tidak peduli, asal penumpang tetap berdatangan. Nanti kalau angkotnya penuh baru beranjak. Meski lampu merah, biarlah angkotnya tetap melaju. Lampu merah buat yg lain aja, saya boleh maju terus. Begitu kira-kira di benak sopir angkot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindah ke ruang tunggu di bandara, seorang ibu duduk santai di sebuah kursi. Asik baca koran, dua tas besar, satu keranjang, dan kesek oleh-oleh memenuhi tiga kursi di kiri kanannya. Sementara calon penumpang lain berdiri mematung kelelahan karena tidak kebagian lursi.&lt;br /&gt;"Saya kan datang duluan, berhak menggunakan semua kursi di sini, meski sekadar buat menaruh bawaan.." demikian kira-kira dalam benak si ibu. Hanya saya yang boleh duduk nikmat, yang lain sori lah yaw, demikian kata hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama dengan bentuk dan lokasi agak berbeda terjadi di tempat lain. Orang lain tidak boleh buang sampah sembarangan, kecuali saya. Mereka yang melempar sampah dari dalam mobil di jalan tidk beradab. Kalau saya yang melakukannya, itu karena kepepet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyalip mobil tiba-tiba dari arah kiri sah-sah saja saya lakukan. Tapi kalau orang lain yang melakukannya pada saya, awas ya, akan saya kejar sebab dia tidak punya sopan santun berkendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ces't la vie,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu kata ELP dalam lagu hits mereka yg melegenda...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-1613859158501517114?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/1613859158501517114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=1613859158501517114&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/1613859158501517114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/1613859158501517114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2009/07/hanya-aku-yang-boleh-orang-lain-tidak.html' title='Hanya aku yang boleh, orang lain tidak'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SmRoLK7snMI/AAAAAAAAAOM/6FIJqG214OM/s72-c/Water+lilies.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-7535704495768230658</id><published>2009-04-14T15:21:00.005+07:00</published><updated>2009-04-14T15:57:53.086+07:00</updated><title type='text'>Pemilu dan Tabulasi Lembaga Survey</title><content type='html'>Menyimak hasil sementara perhitungan perolehan suara partai politik peserta pemilihan umum (Pemilu) 2009 di pelbagai website saya jadi teringat divisi recruitment di sebuah perusahaan (demi alasan etika, tidak saya sebutkan nama perusahaannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian recruitment perusahaan tsb saat merekrut calon karyawan dalam jumlah besar biasanya memasang iklan di koran dan di website perusahaan. Di tengah sulitnya lapangan kerja, bisa ditebak apa yang terjadi kemudian. Si petugas bagian SDM pasca pemasangan iklan di koran biasanya kerepotan menyortir berkas lamaran yang masuk.&lt;br /&gt;Maklum saja, "jumlahnya bisa tiga karung surat lamaran sekali tarik pak," kata karyawan yang bertugas mengurus lamaran tsb dengan mimik wajah sama sekali tidak lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana cara dia menyortir?&lt;br /&gt;"Biasanya sih kita acak 'aja. Yang lebih sering kami proses malah lamaran yang masuk lewat e-mail. Berkas lamaran yang masuk melalui kantor pos karena jumlahnya berkarung-karung yang terpaksa kita cuekin," ujar supervisor PT X tsb dengan nada suara tanpa penyesalan. Padahal belasan ribu rupiah dikorbankan para calon pelamar untuk mengirim lamaran via pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski menyebalkan, kelakuan si supervisor bagian HRD tsb sangat masuk akal. Kalau ada yang siap di mailbox, ngapain repot?&lt;br /&gt;Kembali ke tabulasi pasca pemilu, prasangka sebagian pihak, termasuk tokoh Parpol yang gagal meraih suara banyak serta pengamat yang kecewa Parpol jagoannya terpuruk, soal kuatnya dugaan petugas penghitungan suara di KPU mulai keleleran harus memilah dan memilih serta menghitung kertas suara seukuran koran yang jumlahnya puluhan juta bisa jadi benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didera kepenatan akibat kerja lembur setiap hari, di internet petugas KPU bisa memanfaatkan data hasil perolehan suara yang dipublikasikan pelbagai lembaga survey. Wajar jika kemudian sebagian kalangan menuduh KPU hanya menyontek tabulasi lembaga survey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan yang absurd namun sangat memungkinkan terjadi di sini. "Ngapain repot, toh ada yang siap tayang?" Soal akurasi, siapa pula yang peduli, toh Parpol mana pun yang meraih suara terbanyak tidak akan ada perubahan signifikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, bisa saja tabulasi pasca pemilu hanya menjustifikasi hasil penghitungan suara lembaga survey swasta. Padahal, selain tidak jelas siapa yang membayar mereka, untuk kepentingan siapa mereka bekerja, hasil yang disajikan lembaga survey tersebut pun hanya berupa sample, bukan jumlah suara ril hasil Pemilu 2009.&lt;br /&gt;Nah lho?&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-7535704495768230658?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/7535704495768230658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=7535704495768230658&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/7535704495768230658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/7535704495768230658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2009/04/pemilu-dan-tabulasi-lembaga-survey.html' title='Pemilu dan Tabulasi Lembaga Survey'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-1404948927340733746</id><published>2009-01-08T10:22:00.003+07:00</published><updated>2009-01-08T10:40:13.961+07:00</updated><title type='text'>"Like Father Like Son"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SWVzc0pGUAI/AAAAAAAAANQ/Br4dTUDYnS4/s1600-h/13hu.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288760276421070850" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 203px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SWVzc0pGUAI/AAAAAAAAANQ/Br4dTUDYnS4/s320/13hu.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tangan si kakek begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Di sana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Meski tak ada gugatan darinya. Tiap kali nasi yang dia suap, selalu ditetesi air mata yang jatuh dari sisi pipinya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Kamu sedang membuat apa?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmata pun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mereka makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama. Dan anak itu, tak lagi meraut untuk membuat meja kayu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sahabat, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk merekalah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika anak hidup dalam kritik, ia belajar mengutuk.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika anak hidup dalam kekerasan, ia belajar berkelahi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika anak hidup dalam pembodohan, ia belajar jadi pemalu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika anak hidup dalam rasa dipermalukan, ia belajar terus merasa bersalah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika anak hidup dalam toleransi, ia belajar menjadi sabar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika anak hidup dalam dorongan, ia belajar menjadi percaya diri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika anak hidup dalam penghargaan, ia belajar mengapresiasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika anak hidup dalam rasa adil, ia belajar keadilan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika anak hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika anak hidup dalam persetujuan, ia belajar menghargai diri sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika anak hidup dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar mencari cinta di seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nah...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;color:#ff9900;"&gt;&lt;em&gt;Author: anonym alias tidak dikenal, hapunten ka penulisna nya...ngutip kanggo blog teu wawartos heula...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-1404948927340733746?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/1404948927340733746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=1404948927340733746&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/1404948927340733746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/1404948927340733746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2009/01/like-father-like-son.html' title='&quot;Like Father Like Son&quot;'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SWVzc0pGUAI/AAAAAAAAANQ/Br4dTUDYnS4/s72-c/13hu.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-1040844270079486266</id><published>2008-11-17T13:35:00.002+07:00</published><updated>2008-11-17T13:55:59.889+07:00</updated><title type='text'>Weleh..weleh...duh gusti...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SSEULEm2jOI/AAAAAAAAANI/kG9p9UBQ-rE/s1600-h/cool-free-wallpaper-Madeira-sun-Madeira.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269515219448007906" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SSEULEm2jOI/AAAAAAAAANI/kG9p9UBQ-rE/s320/cool-free-wallpaper-Madeira-sun-Madeira.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sering kali aku berkata,&lt;br /&gt;ketika orang memuji milikku,&lt;br /&gt;bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,&lt;br /&gt;bahwa mobilku hanya titipan Nya,&lt;br /&gt;bahwa rumahku hanya titipan Nya,&lt;br /&gt;bahwa hartaku hanya titipan Nya,&lt;br /&gt;bahwa putraku hanya titipan Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,&lt;br /&gt;mengapa Dia menitipkan padaku?&lt;br /&gt;Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?&lt;br /&gt;Dan kalau bukan milikku,&lt;br /&gt;apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mengapa hatiku justru terasa berat,&lt;br /&gt;ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?&lt;br /&gt;Ketika semua itu diminta kembali,&lt;br /&gt;kusebut itu sebagai musibah,&lt;br /&gt;kusebut itu sebagai ujian,&lt;br /&gt;kusebut itu sebagai petaka,&lt;br /&gt;kusebut dengan panggilan apa saja&lt;br /&gt;untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika aku berdoa,&lt;br /&gt;kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas,&lt;br /&gt;dan kutolak sakit,&lt;br /&gt;kutolak kemiskinan,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seolah ...&lt;br /&gt;semua "derita" adalah hukuman bagiku.&lt;br /&gt;Seolah ...&lt;br /&gt;keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:&lt;br /&gt;aku rajin beribadah,&lt;br /&gt;maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,&lt;br /&gt;dan bukan Kekasih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,&lt;br /&gt;Gusti, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;padahal tiap hari kuucapkan,&lt;br /&gt;hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...&lt;br /&gt;"ketika langit dan bumi bersatu,&lt;br /&gt;bencana dan keberuntungan sama saja"&lt;br /&gt;(WS Rendra).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-1040844270079486266?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/1040844270079486266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=1040844270079486266&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/1040844270079486266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/1040844270079486266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2008/11/welehwelehduh-gusti.html' title='Weleh..weleh...duh gusti...'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SSEULEm2jOI/AAAAAAAAANI/kG9p9UBQ-rE/s72-c/cool-free-wallpaper-Madeira-sun-Madeira.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-4073703240933676928</id><published>2008-09-06T13:05:00.007+07:00</published><updated>2008-09-06T13:32:47.967+07:00</updated><title type='text'>Artis di Pilkada</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SMIh3f62FsI/AAAAAAAAAKg/SEZObTTYyyY/s1600-h/Tengkorak.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242790153557513922" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 205px; CURSOR: hand; HEIGHT: 290px" height="325" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SMIh3f62FsI/AAAAAAAAAKg/SEZObTTYyyY/s320/Tengkorak.gif" width="242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak ada yang melarang siapa pun menjadi pejabat pemerintah atau anggota parlemen. Semua boleh selama ada yang sudi memilih. Tidak terkecuali artis. Baik artis yang bayaran perjamnya setara senior manager di perusahaan nasional, maupun penghibur yang didera sepi order, semua berhak dipilih.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Soal kompetensi dan kapabilitas tidak usah terlalu dipikir. Toh semua bisa dipelajari. Apalagi masyarakat mafhum, politisi yang sejak mahasiswa kenyang makan asam garam dunia politik dan kekuasaan pun kualitasnya banyak yang memble pas mereka menjadi menteri atau anggota DPR.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Banyak yang mencibir tren artis mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) belakangan ini. Bisa apa mereka. Pelawak yang melawak saja tidak lucu, mana mampu menyambung lidah rakyat di DPR. Bintang sinetron yang aktingnya pas-pasan sudah pasti kebingungan jika diberi peran nyata menjadi Bupati atau Wakil Bupati sekalipun. Begitu kira-kira suara para pengecam tren artis maju di pilkada.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Padahal, kalau dipikir para pengecam itu juga tidak fair. Biarkan saja para artis maju di pilkada. Jika mereka tidak terpilih, berarti rakyat memang meragukan kemampuan mereka di panggung politik setara keahlian di dunia hiburan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebaliknya, jika mereka terpilih itu artinya rakyat percaya, di samping sudah sebal dengan lagak laku politisi sekarang, entah anggota DPR atau pejabat pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alhasil, tren ini tidak perlu dibuat heboh. Apalagi, dengan memberi ruang kepada artis untuk menjadi pejabat berarti aktivitas mereka di pentas seni (seni peran, seni suara, seni apa saja) berkurang atau berhenti total. Ini artinya peluang buat artis pendatang baru untuk tampil. Ujung-ujungnya angka pengangguran kan sedikit bisa ditekan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Begitu pakdhe, mbokdhe...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;posted by abah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-4073703240933676928?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/4073703240933676928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=4073703240933676928&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/4073703240933676928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/4073703240933676928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2008/09/artis-di-pilkada.html' title='Artis di Pilkada'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SMIh3f62FsI/AAAAAAAAAKg/SEZObTTYyyY/s72-c/Tengkorak.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-8090497707433953943</id><published>2008-08-14T09:53:00.003+07:00</published><updated>2008-08-14T10:16:08.128+07:00</updated><title type='text'>Bush Kecam Invasi Rusia ke Georgia</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SKOihY4eICI/AAAAAAAAAKY/HDJHyUHclz8/s1600-h/Rush+n+attack.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234205886433337378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SKOihY4eICI/AAAAAAAAAKY/HDJHyUHclz8/s320/Rush+n+attack.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Presiden AS George Walker Bush mengecam keras penyerbuan tentara Rusia ke Georgia. Menurut Bush, invasi tersebut tidak bisa dibenarkan karena melanggar kedaulatan negara lain serta mengancam kemanusiaan. Bersama Inggris Bush mendesak Rusia menarik pasukannya dari negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita yang saya lihat di layar CNN beberapa hari lalu benar-benar membuat saya tergelak. Lucu karena apa yang dipertontonkan Bush dalam pidato yang diliput wartawan dari pelbagai media massa tersebut nyata-nyata menunjukkan betapa dungu pemimpin Negara Adikuasa ini. Dungu karena orang di seluruh muka bumi yang menyaksikan tayangan tersebut akan langsung mengingat Irak, negara yang kini hancur lebur karena diserbu AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, Rusia tidak terpuji menyerang negara tetangganya. Namun apa yang dilakukan AS di Irak sunguh sangat biadab. AS menyerang dan menghancurkan Irak. Setelah hancur, rakyat Irak terlibat perang saudara. Bom meledak di mana-mana setipa jam dalam setiap hari. Apa yang dialami rakyat Irak pasca serangan tentara AS adalah tragedi atas nilai-nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi negara lain korban AS sebelum Irak, semisal Afghanistan, yang bentuknya saja sudah tidak karuan akibat bom yang meluluhlantakkan negeri gurun penghasil opium tersebut. Pemicunya sederhana, Bush berpendapat negara tersebut menyembunyikan Osama bin Laden yang dituduh berada di balik serangan atas menara kembar WTC di New York dulu sehingga pantas dibom dan dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush memang busuk, karena apa yang keluar dari mulutnya selalu berbau tidak sedap. Mengecam aksi serangan yang dilakukan negara lain, sementara dirinya tidak pernah segan memerintahkan serdadunya menyerbu atau mengebom negara lain. Bush tidak peduli serbuan tentaranya menyebabkan kerusakan tak terperi dan kematian jutaan rakyat yang tidak pernah melakukan kesalahan apa pun terhadap Amerika atau bahkan kepada Bush...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-8090497707433953943?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/8090497707433953943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=8090497707433953943&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8090497707433953943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8090497707433953943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2008/08/bush-kecam-invasi-rusia-ke-gerogia.html' title='Bush Kecam Invasi Rusia ke Georgia'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SKOihY4eICI/AAAAAAAAAKY/HDJHyUHclz8/s72-c/Rush+n+attack.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-2443264246853467557</id><published>2008-07-16T16:53:00.008+07:00</published><updated>2008-07-18T10:48:49.136+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani?</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_szix9WDSTyw/SIAOpbGbTlI/AAAAAAAAAKI/Pys0DPTq9C4/s1600-h/kasih-dan-cinta-lillahi-taala+blog.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224191672561913426" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_szix9WDSTyw/SIAOpbGbTlI/AAAAAAAAAKI/Pys0DPTq9C4/s320/kasih-dan-cinta-lillahi-taala+blog.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Dilema perempuan yang memilih berkarir sebagai ibu rumah tangga atau di luar rumah selalu saja aktual. Sahabat bernama &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Bayu "Gaw" Gawtama, CEO &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;School of Life - SOL&lt;/span&gt;) berbagi cerita dengan kita di sini, tentang perempuan yang memilih meninggalkan karir cemerlang di sebuah perusahaan karena ingin bekerja "full-time" sebagi ibu rumahtangga di rumah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Pengunjung Warung-Abah yang baik hati, selamat menikmati "olah kata" Gaw berikut ini... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;*** &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Seorang sahabat&lt;/strong&gt; mengungkapkan rencananya untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempat kerjanya. Ia merasa tidak takut meninggalkan karirnya yang sudah belasan tahun dirintisnya dari bawah. “sayang juga sebenarnya, dan ini merupakan pilihan yang berat, terlebih ketika saya merasa sudah berada di puncak karir,” ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu kemana setelah resign? “yang ada di pikiran saya saat ini hanya satu, menjadi ibu rumah tangga. Sudah terlalu lama saya meninggalkan anak-anak di rumah tanpa bimbingan maksimal dari ibunya. Saya sering terlalu lelah untuk memberi pelayanan terbaik untuk suami. Bahkan sebagai bagian dari masyarakat, saya sangat sibuk sehingga hanya sedikit waktu untuk bersosialisasi dengan tetangga dan warga sekitar”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_szix9WDSTyw/SIASDsplG4I/AAAAAAAAAKQ/hD_8SEdDdos/s1600-h/bayis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224195422484241282" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 171px; CURSOR: hand; HEIGHT: 117px" height="98" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_szix9WDSTyw/SIASDsplG4I/AAAAAAAAAKQ/hD_8SEdDdos/s320/bayis.jpg" width="150" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi, ibu nampaknya masih ragu? “bukan ragu. Saya hanya perlu menata mental sebelum benar-benar mengambil langkah ini”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Rasanya masih malu jika suatu saat bertemu dengan teman-teman sejawat atau rekan bisnis. Saya belum menemukan jawaban yang pas saat mereka bertanya, “sekarang Anda cuma jadi ibu rumah tangga?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tersenyum mendengarnya, mencoba memahami kesesakan benaknya saat itu. Teringat saya dengan seorang sahabat lama yang saat di sebuah forum wanita karir di Jerman lantang menjawab, “profesi saya ibu rumah tangga, jika diantara para hadirin ada yang mengatakan bahwa ibu rumah tangga bukan profesi, saya bisa menjelaskan secara panjang lebar betapa mulianya profesi saya ini dan tidak cukup waktu satu hari untuk menjelaskannya”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa. Sekali lagi luar biasa. Saya harus hadiahkan acungan jempol melebihi dari yang saya miliki untuk sahabat yang satu ini. Saya tuturkan kisah ini kepada sahabat yang sedang menata hati meyakinkan diri untuk benar-benar menjadi ibu rumah tangga, bahwa ia takkan pernah menyesali pilihannya itu. Kelak ia akan menyadari bahwa langkahnya itu adalah keputusan terbaik yang pernah ia tetapkan seumur hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Naluri setiap wanita adalah menjadi ibu. Adakah wanita yang benar-benar tak pernah ingin menjadi ibu? &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Percayalah, pada fitrahnya wanita akan lebih senang memilih berada di rumah mendampingi perkembangan putra-putrinya dari waktu ke waktu. Menjadi yang pertama melihat si kecil berdiri dan menjejakkan langkah pertamanya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ia tak ingin anaknya lebih dulu bisa berucap “mbak” atau “bibi” ketimbang ucapan “mama”. Tak satupun ibu yang tak terenyuh ketika putra yang dilahirkan dari rahimnya lebih memilih pelukan baby sitter saat menangis mencari kehangatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ibulah yang paling mengerti memberikan yang terbaik untuk anaknya, karena ia yang tak henti mendekapnya selama dalam masa kandungan. Sebagian darahnya mengalir di tubuh anaknya. Ia pula yang merasakan perih yang tak tertahankan ketika melahirkan anaknya, saat itulah kembang cinta tengah merekah dan binar mata ibu menyiratkan kata, “ini ibu nak, malaikat yang kan selalu menyertaimu”. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Cintapun terus mengalir bersama air kehidupan dari dada sang ibu, serta belai lembut dan kecupan kasih sayang yang sedetik pun takkan pernah terlewatkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ibu akan menjadi apapun yang dikehendaki. Pemberi asupan gizi, pencuci pakaian, tukang masak terhebat, perawat di kala sakit, penjaga malam yang siap siaga, atau pendongeng yang lucu. Kadang berperan sebagai guru, kadang kala jadi pembantu. Jadi apapun ibu, semuanya dilakukan tanpa bayaran sepeserpun alias gratis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sahabat, bukan malu atau bingung saat harus berhadapan dengan rekan bisnis. Katakan dengan bangga baru sebagai ibu rumah tangga. Sebab sesungguhnya, mereka pun sangat ingin mengikuti jejak sahabat, hanya saja mereka belum mengambil keputusan seperti sahabat. Tersenyumlah karena anak-anak pun bangga dengan langkah terbaik ibunya. –&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Gaw, 2008-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-2443264246853467557?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/2443264246853467557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=2443264246853467557&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/2443264246853467557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/2443264246853467557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2008/07/menjadi-ibu-rumah-tangga-berani.html' title='Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani?'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_szix9WDSTyw/SIAOpbGbTlI/AAAAAAAAAKI/Pys0DPTq9C4/s72-c/kasih-dan-cinta-lillahi-taala+blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-3638804361467009178</id><published>2008-07-03T10:46:00.023+07:00</published><updated>2009-04-14T16:08:21.078+07:00</updated><title type='text'>Nah, ini dia...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SeRSaDwvPFI/AAAAAAAAAOE/77n1D478dJg/s1600-h/Umi+%26+fida.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324471267098573906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SeRSaDwvPFI/AAAAAAAAAOE/77n1D478dJg/s320/Umi+%26+fida.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kea'zia Yasmina Frida&lt;/span&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/SGxc87deDOI/AAAAAAAAAHw/pmoBKyU5uEc/s1600-h/F1.JPG"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Dik Frida, kami memanggilnya. Sebetulnya setelah adiknya, Rayya Aisha lahir dia ingin dipanggil Teh Frida. Kok nggak dipanggil mbak Frida?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Males ah, enakkan teh Frida aja," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frida lahir di Jakarta 7 November 2001. Entah karena kesamaan bulan lahir --November--atau karena memang sudah satu sifat anak dan bapak (&lt;em&gt;like father like daughter&lt;/em&gt;), Frida dan sang abah memiliki beberapa kemiripan baik sifat maupun selera .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frida Senang musik, abahnya juga. Nasyid suka, musik pop jadul juga oke. Dik Frida mudah "pundung" (ngambek), abahnya juga mutungan. Dik Frida sayang sama Umminya, abahnya juga (oooppss...jangan ge-er dulu ya Ummi Nur) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Frida juga suka menari. Abahnya suka joget ala pendekar mabuk (&lt;em&gt;drunken master&lt;/em&gt;). Kalau di &lt;a href="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/SG3QGpyanBI/AAAAAAAAAJg/1dQoJgKywFw/s1600-h/Keazia+Yasmina+F.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219056355907378194" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/SG3QGpyanBI/AAAAAAAAAJg/1dQoJgKywFw/s320/Keazia+Yasmina+F.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;rumah, kami bisa berlama-lama lenggak-lenggok menari dengan gaya aneh sekenanya diiringi musik dari MP3 player. Tarian kami bebas 'aja. Kadang gaya 'mencuci baju', kadang meniru Kadir lengkap dengan aksi "merem-melek", atau adegan 'mencangkul di sawah'...Pokoknya seru dan bikin capek deh! Dan yang terpenting, jangan ada yang melihat, karena ini tarian khusus kami sekeluarga...Orang lain, punten, tidak boleh tahu kami joget... Yang jelas, kami belum berhenti berjoget kalau UmmiNur belum tertawa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, sebelum dik Rayya lahir, dik Frida punya pipi tembem, ketembeman pipinya dibanding pa***t bedanya tipis. Makanya abah suka tanya sama dik Frida, "dik, ini pipi apa pa***t?" Wak..kak..kak...Habis itu mendarat deh ini muka di pipinya yang mentul-mentul... mmuah kenceng sampai adik nangis bombay...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/SG3SEZk3-_I/AAAAAAAAAJo/3Grclbo6NvI/s1600-h/F2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219058516219132914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/SG3SEZk3-_I/AAAAAAAAAJo/3Grclbo6NvI/s320/F2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sayangnya, belakangan batuk-batuk dik Frida kembali kumat. Selera makannya menurun drastis. Makan agak banyak langsung mual dan muntah. Jadinya dik Frida mirip burung Kutilang (kurus, tinggi, langsing). Padahal, Umminya malah tambah melaaar ke samping... wak..kak..kak... maaf ya mi, abah kan ngga bilang Ummi gendut, cuma melebar ke samping... he..he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, dik Frida punya raut wajah manis. Malah kalau berjilbab dik Frida juga jauh lebih cantik, ngga cuma manis... (Deu...namanya juga anaknya, siapa lagi yang memuji kalau bukan abahnya.. tul ga sodara-sodara?). Lha, tapi Frida juga pede abis. Coba aja tanya, apa adik cantik? Pasti jawabannya "cantik...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik Frida atau Teh Frida juga cerdas. Meski masih agak-agak lugu khas balita, di kelas termasuk cukup menonjol prestasi belajarnya. Kenaikan kelas kemarin raportnya bagus, dapat ranking ke-3. Yah, turun sih, semester awal rankingnya ke-2, tapi lumayan lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Daripada ranking lima atau bahkan sepuluh, masih mending ranking tiga kan bah?" kata Frida ngeles.&lt;br /&gt;Benar juga sih dik. Lagi pula, ranking tiga bukan hal buruk. Insya Allah, jika belajarnya lebih giat lagi ranking pertama pun bukan hal sulit buat adik cantik. Nanti kalau kelas dua nilai raport dan rankingnya lebih bagus lagi ya.. Tambah rajin belajar, ngocolnya dikurangi, jangan keseringan main Barbie... Abah sayang banget sama adik...I Love You....&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#006600;"&gt;mmmmmuuaaaachhhh...&lt;/span&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_szix9WDSTyw/SGxc9DkSm9I/AAAAAAAAAH4/YutT3fmTQiI/s1600-h/F2.JPG"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_szix9WDSTyw/SGxc9ZFVkuI/AAAAAAAAAIA/RA31mF34A-g/s1600-h/Aa+speda.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218648277990609634" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_szix9WDSTyw/SGxc9ZFVkuI/AAAAAAAAAIA/RA31mF34A-g/s320/Aa+speda.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Haidar Zein&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Nah, kalau yang ini tentang kakaknya dik Frida, namanya &lt;strong&gt;Haidar Zein&lt;/strong&gt;. Gayanya kalau di rumah paling kalem (woalah...tambah gede tuh hidung dibilang kalem... Maksudnya Kayak Lembu Mrongos ngos Aa...). Apalagi kalau pas ada film CARS di Astro TV. Dijamin si Aa jadi anteng, camilan pasti ludes. Remote control juga sudah pasti tambah basah diemut habis..wak..kak...kak...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Berbeda dengan adiknya, Haidar atau biasa disapa Aa Zen, tidak begitu suka berbasa-basi. Perhatiannya pada segala jenis mobil sangat besar. Maunya hapal semua merek mobil. Mainan pun kebanyakan mobil-mobilan...Mulai yang warnanya kinclong kayak McQueen hingga yang bulukan dan berkarat kayak si Tow Matter dan mobil karatan gerombolan mobil Rusteeze...he..he...(&lt;em&gt;btw, kenal nama-nama tsb kan? Itu tuh, tokoh-tokoh di film the CARS produksi PIXAR-Disney&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219060394526695986" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/SG3Txu0S4jI/AAAAAAAAAJ4/sdVcy958Gd0/s320/Aa+speda0.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Alhamdulillah, Aa Zen juga termasuk pandai di sekolahnya. Meski seperti dik Frida, ranking Aa pas kenaik&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;an kelas juga melorot ke urutan 4 dari ranking 3 di semester awal. Tapi tidak perlu berkecil hati lah yaw. Aa sebetulnya pintar. Namun penyakit bengong dan ngowohnya itu lho yang mesti dikurangi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Aa Zein agak acuh tak acuh. Jangan pernah bertanya dua kali untuk hal yang sama kepada Aa Zein. Bisa dicuekin 'abis... Meski begitu, Aa sangat sayang sama kedua adiknya. Yah, kalau soal usil sama adiknya itu mah biasa. "Asal jangan keseringan aja ya A...bisa rame atuh..." &lt;/span&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_szix9WDSTyw/SGxc9XTO1OI/AAAAAAAAAII/wGpS95YCFF8/s1600-h/AA+speda2.jpg"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218648277512017122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_szix9WDSTyw/SGxc9XTO1OI/AAAAAAAAAII/wGpS95YCFF8/s320/AA+speda2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Haidar termasuk anak tipe "fast learner", diajari apa aja cepat mengerti. Andai sifat cueknya dikurangi, bisa jadi dia akan selalu ranking pertama di kelasnya. Beneran loh, kagak nyombong.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Dia juga suka sekali main game, baik di komputer atau laptop maupun di &lt;em&gt;gamewatch&lt;/em&gt; dua puluh rebu perak yang dibeli di warung Abah Aen (ini bukan Abah Epoy, sama-sama panggilannya abah, tapi beda banget). Dalam hal ini si abah agak segan mengenalkan Aa dengan Playstation. Bisa &lt;em&gt;addict&lt;/em&gt;, 'ngeri deh...ntar si abah tambah dicuekin kalau Aa sudah kecanduan PS...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Nah, kalau di bawah ini foto &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Rayya Aisha&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; di usia enam bulan. Dik Aya, ini panggilan sayang kami di rumah, lahir 24 Desember 2007. Subhannallah...semakin hari Aya semakin lucu aja. &lt;a href="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/SGyEdEDJ0PI/AAAAAAAAAIY/9QAMopp23mo/s1600-h/Ayya+Aicha.JPG"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218691703053603058" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="269" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/SGyEdEDJ0PI/AAAAAAAAAIY/9QAMopp23mo/s320/Ayya+Aicha.JPG" width="335" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Ketawanya, ulahnya kalau lagi ngangkat kaki berulang ulang, atau gayanya pas berguling cepat... membuat kami betah berlama-lama di dekat dik Aya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Tapi kalau punya buku bagus jangan dekat-dekat dik Aya. Sebab si bungsu ini punya kebiasaan buruk ngemut buku atau apa saja sampai meleleh basah...Selebihnya hanya lucu dan kocak yang kami temui pada diri dik Aya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Dulu kalau lagi bete di rumah, paling muring-muring, atau pergi naik motor cari makanan &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;ringan. Belakangan, kalau lagi jengkel si abah sudah punya solusi. Main saja sama Aya, tatap ekspresi wajahnya yang lucu. Dijamin kemarahan mereda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Ya Allah, ya Rabb...limpahkanlah keberkahan kepada keluarga kami. Jadikan kami orang-orang yang pandai mensyukuri nikmat dari-Mu. Tempatkanlah kami bersama orang-orang yang senantiasa tawakal di jalan yang engkau ridhoi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;amiin...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-3638804361467009178?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/3638804361467009178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=3638804361467009178&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/3638804361467009178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/3638804361467009178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2008/07/ini-dia.html' title='Nah, ini dia...'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SeRSaDwvPFI/AAAAAAAAAOE/77n1D478dJg/s72-c/Umi+%26+fida.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-6701774245082968011</id><published>2008-06-12T11:24:00.006+07:00</published><updated>2008-07-03T15:48:06.797+07:00</updated><title type='text'>Bersama Kita Bisa Sama-sama Konyol</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SFCndFeUOHI/AAAAAAAAAGk/BUgkqd7FzvM/s1600-h/100_1314.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210848886995040370" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SFCndFeUOHI/AAAAAAAAAGk/BUgkqd7FzvM/s320/100_1314.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah menjadi hukum alam, sebuah aksi akan mengundang reaksi. Aksi konyol direspon dengan kekonyolan, hanya akan menimbulkan rentetan kekonyolan baru. Demikian yang terjadi belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekonyolan pertama dipertontonkan sekelompok orang yang mengaku pendukung kebebasan beragama berbendera AKKBB menggelar aksi menentang pelarangan Ahmadiyah. Mereka menganggap Ahmadiyah bukan sekte sesat dan patut dibela. Konyol karena sebagian dari mereka bukan penganut Islam, namun merasa tahu soal urusan Ahmadiyah. Mereka konyol mencampuri internal umat Islam yang tengah resah karena penistaan ajaran Islam oleh penganut Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekonyolan ini mengundang kekonyolan kedua; aksi pemukulan oleh kelompok massa FPI. Kedua kelompok berseberangan pendapat, namun konyolnya, yang diperagakan aksi kekerasan fisik (kasusnya dipopulerkan media massa sebagai peristiwa Monas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menimbulkan kekonyolan baru; peliputan media massa cetak, internet, dan elektronik secara berlebihan. Semua media, besar maupun gurem melaporkan peristiwa Monas dalam headline mereka setiap hari. Para wartawan, seakan tengah didera wabah “mati angin”, melaporkan peristiwa Monas dari pelbagai aspek setiap hari. Tidak ketinggalan kelompok infotainment, semua menempatkan kasus ini sebagai fokus liputan. Koran dengan pendapatan iklan terbesar hingga tabloid yang “terbit Senin-Kamis” setiap hari mem-“blow-up” peristiwa Monas sebagai headline berhari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bentuk kekonyolan yang dipamerkan media massa. Demikian pula stasiun teve, mulai dari yang bertabur iklan, hingga stasiun teve yang megap-megap mengais iklan, rame-rame mengulang tayangan peristiwa Monas di layar kaca. Mereka juga konyol, sebab sebetulnya masih banyak peristiwa lain yang patut mendapat tempat terhormat sebagai headline, misalnya dampak kenaikan BBM yang berpotensi memicu krisis ekonomi, nasib korban Lapindo, atau penanganan kasus korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena media massa secara konyol mencurahkan seluruh ruang untuk meliput habis-habisan peristiwa ini, muncul kekonyolan susulan. Yakni reaksi pemerintah yang berlebihan dan tidak masuk akal; Presiden, Wapres, menteri, anggota DPR, hingga Kapolri angkat bicara, bahkan sampai menggelar rapat khusus seakan-akan tengah membahas wabah ganas yang mengancam nasib jiwa seluruh jagat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi pejabat bisa dimaklumi, karena sudah tabiat mereka; hanya sudi merespon apa-apa yang tengah dipopulerkan media massa. Konyol karena para petinggi dan pejabat negara jadi tampak dungu dan seperti kurang kerjaan saling bersahutan angkat bicara menyoal peristiwa Monas. Mungkin pula mereka antusias demikian karena berharap dengan rame-rame konyol masyarakat menjadi lupa dampak kenaikan BBM.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SGyRjgVGEFI/AAAAAAAAAIw/g8G1z-19WIw/s1600-h/Aya12.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218706107375423570" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SGyRjgVGEFI/AAAAAAAAAIw/g8G1z-19WIw/s320/Aya12.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cukupkah sampai di sini semua kekonyolan itu? Rupanya belum, karena ada kekonyolan tambahan; sekelompok tokoh lokal tingkat kampung dan kecamatan tidak ingin ketinggalan bersikap konyol dengan mengerahkan pasukan jin dan laskar kebal senjata tajam untuk membubarkan FPI. Soal apa salah dan dosa FPI itu urusan belakangan, yang penting ikut-ikutan serbu, meski tampak konyol. Toh, panutan mereka di pusat juga sudah lebih duluan konyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di jalanan, di kampung-kampung, di pelosok kota, orang masih dengan penampilan seperti sebelum peristiwa Monas terjadi. Mereka kian lusuh, tatapan mata mereka juga semakin hampa akibat didera kesulitan hidup pasca naiknya harga BBM. Demikian pula di Porong, Jawa Timur sana, ribuan pengungsi korban banjir lumpur panas Lapindo semakin tidak mengerti mengapa para pejabat lebih riuh bersahutan membahas peristiwa Monas ketimbang serius memikirkan solusi atas nasib mereka. Rakyat pinggiran, mereka itu, juga bingung mengapa media massa lebih bernafsu mengupas peristiwa Monas. Apakah wartawan telanjur penat memberitakan nasib buruk mereka yang didera pelbagai kesulitan ekonomi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, nyata dan terang benderang benar, sebuah kekonyolan yang direspon kekonyolan lain senantiasa hanya akan menghasilkan bentuk kekonyolan baru, bahkan kedunguan. Ayo, siapa menyusul menciptakan kekonyolan lain? Bersama kita memang bisa sama-sama konyol dan dungu.&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SGyRjdAWqHI/AAAAAAAAAIo/zRXIJBZG6ds/s1600-h/Aya11.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218706106483124338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="221" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SGyRjdAWqHI/AAAAAAAAAIo/zRXIJBZG6ds/s320/Aya11.JPG" width="304" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SGyRj5HUdII/AAAAAAAAAI4/0L1EB8O2Bw8/s1600-h/Aay4.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218706114028532866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="217" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SGyRj5HUdII/AAAAAAAAAI4/0L1EB8O2Bw8/s320/Aay4.JPG" width="306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-6701774245082968011?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/6701774245082968011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=6701774245082968011&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/6701774245082968011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/6701774245082968011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2008/06/bersama-kita-bisa-sama-sama-konyol.html' title='Bersama Kita Bisa Sama-sama Konyol'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SFCndFeUOHI/AAAAAAAAAGk/BUgkqd7FzvM/s72-c/100_1314.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-8570440889575152080</id><published>2008-04-24T16:43:00.009+07:00</published><updated>2008-07-03T16:59:13.193+07:00</updated><title type='text'>Kata Dia, "SBY pinter nyanyi kok dikritik..."</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SFCrG517q7I/AAAAAAAAAGs/YAKIXNccVEk/s1600-h/100_1075.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210852903962258354" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SFCrG517q7I/AAAAAAAAAGs/YAKIXNccVEk/s320/100_1075.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang pengusaha jamu menulis opini di koran. Ia menyayangkan masyarakat yang mengritik Presiden SBY karena lebih mementingkan membikin album lagu tatkala warga Porong, Sidoarjo, dibekap lumpur panas Lapindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengritik, demikian sang tokoh mengulas, tidak bisa menghargai seni. SBY memiliki kepedulian menyalurkan bakat seni, mestinya diapresiasi tinggi. Apalagi tugas sebagai presiden sangat berat. Dia menyodorkan contoh para pemimpin dunia macam Ronald Reagan yang berlatar belakang aktor film ketika terpilih sebagai Presiden AS dulu. Rakyat AS, kata dia, sangat respek atas jiwa seni Reagan. Sederet contoh “pemimpin dunia berjiwa seni” disodorkannya untuk menguatkan pembelaannya pada Presiden yang pandai bernyanyi dan mencipta lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, selain bertubi-tubi memuji SBY, penulis luput menyertakan bukti-bukti prestasi yang ditoreh Presiden. Alih-alih menyambut baik pengritik, penulis yang di setiap era selalu dekat dengan kekuasaan malah menuding rakyat tidak berjiwa seni dan tidak pandai menghargai Presiden yang pandai menyanyi dan mencipta lirik lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SGyhJUbjOcI/AAAAAAAAAJA/DH93TJxJdjw/s1600-h/Aa+perahu+Mkrsr.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218723249690720706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SGyhJUbjOcI/AAAAAAAAAJA/DH93TJxJdjw/s320/Aa+perahu+Mkrsr.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Padahal, sebagaimana lazimnya kritik, apa yang meruyak di permukaan hanyalah lontaran pertanyaan sederhana. Yang diperlukan juga tidak banyak, cukup jawaban yang masuk akal. Bukan bersahut kritik apalagi lontaran cemooh. Dari sini, kalau memang benar penulis pengagum Presiden yang pandai menyanyi, jawab saja pertanyaan; sebegitu banyak waktu yang dimiliki SBY sehingga dia bisa menggarap album lagu bahkan hingga dua kali? Atau sebaliknya; sedemikian sibukkah sang Presiden hingga lumpur panas Lapindo luput dari perhatiannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah mereka yang terusir paksa dari desanya gara-gara banjir lumpur Lapindo juga rakyat SBY sama seperti penulis Opini yang pengusaha jamu? (Hati-hati lho, di antara ribuan rakyat terusir lumpur panas Lapindo bisa jadi ada konsumen setia jamu produksi perusahaan penulis..he..he...mana dong jiwa &lt;i&gt;Customer Satisfaction &lt;/i&gt;anda wahai penulis nan budiman?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis mestinya mafhum, justru di kala SBY menyiapkan peluncuran album kedua, di media massa muncul berita seorang pedagang gorengan nekat bunuh diri karena tidak sanggup berdagang lagi akibat harga-harga tinggi. Di koran kabar kolaborasi rekaman musik SBY dengan Darma Oratmangun si penggubah lagu bersahut riuh dengan berita tentang antrean panjang jelata yang berharap dapat satu dua liter minyak tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kasus gedung sekolah ambruk karena minimnya perawatan. Atau anak jalanan dan &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SGyhJnzvlgI/AAAAAAAAAJI/LIwOPVureps/s1600-h/F+Mkrs.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218723254892467714" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SGyhJnzvlgI/AAAAAAAAAJI/LIwOPVureps/s320/F+Mkrs.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;pengangguran yang bertambah berselang-seling dengan berita soal ancaman kelaparan akibat krisis pangan. Dalam perspektif ini sungguh sangat relevan menyoal lagak laku Presiden yang masih pede tampil di depan umum mendendangkan lagu (meski lagunya sendiri sangat idealis utopis memuja-muja kebesaran bangsa dan Tanah Air) sementara rakyat banyak hidup kesusahan bahkan untuk sekadar memenuhi kebutuhan mendasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, unek-unek tokoh yang identik dengan humor dan Museum Rekor Indonesia (MURI) mudah dibaca sebagai tipikal serapah seorang penjilat yang tengah berupaya memikat hati sang Tuan yang tengah duduk nyaman di singgasana. Barangkali saja si Tuan yang dalam hal ini dipuji sebagai mahluk langka (Presiden Penyanyi dan Pencipta Lagu) ini berkenan dan bersedia dijadikan sahabat sang tokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ah...jadi kemana-mana...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-8570440889575152080?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/8570440889575152080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=8570440889575152080&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8570440889575152080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8570440889575152080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2008/04/sby-pinter-nyanyi-kok-dikritik.html' title='Kata Dia, &quot;SBY pinter nyanyi kok dikritik...&quot;'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SFCrG517q7I/AAAAAAAAAGs/YAKIXNccVEk/s72-c/100_1075.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-4291914369286504203</id><published>2008-02-22T10:11:00.001+07:00</published><updated>2008-06-12T12:02:50.110+07:00</updated><title type='text'>Celana Melorot</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SFCt0R4mh3I/AAAAAAAAAG0/RlKOl2_BY-I/s1600-h/Matter+%26+Mc+Queen.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210855882533275506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SFCt0R4mh3I/AAAAAAAAAG0/RlKOl2_BY-I/s320/Matter+%26+Mc+Queen.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini berita dari Amerika Serikat, negara yang dikenal sangat liberal. Kota Alexandria dan Shreveport dua kota di negara bagian Louisiana, AS membuat peraturan baru: melarang remaja putra dan putri mengenakan celana melorot di bawah pinggang yang memperlihatkan (maaf) celana dalam mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan itu, tulis Kantor Berita AFP Prancis pekan lalu, diterima secara bulat. Larangan ini lahir setelah warga memprotes gaya berpakaian para remaja, yang berjalan dengan celana melorot di bawah pinggang itu. Gaya tersebut, menurut Konselor Kota Alexandria, Louis Marshall, tidak sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Louis Marshall, yang hidup dalam tradisi demokrasi, beruntung. Pelarangan itu sama sekali tidak menuai protes. Tidak ada aktivis yang menyatakan peraturan tersebut melanggar hak asasi manusia, antipluralisme, dan konservatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan jika di Indonesia, negara yang baru saja menghirup udara demokrasi. Louis Marshall akan dikecam dan dianggap telah membunuh kebebasan individu untuk berkreasi. Keputusan pelarangan tersebut bahkan akan diejek sebagai 'campur tangan pemerintah terhadap hak pribadi warga negara'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang terjadi di Indonesia. Pada Desember 2004, seratus hari pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan kegusarannya atas tayangan televisi. Melalui Menko Kesra Alwi Shihab ketika itu, Presiden yang kuat memegang norma agama dan sosial itu meminta media televisi untuk tidak mempertontonkan pusar perempuan. "Itu sangat mengganggu," kata Presiden saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan SBY itu baru sebatas permintaan, belum menjadi keputusan. Namun, tidak terlalu lama berbagai reaksi dari kalangan aktivis perempuan bermunculan dalam diskusi-diskusi dan tulisan di media massa. Mereka antara lain menyatakan, SBY telah melanggar prinsip demokrasi, terhadap hak asasi, dan kebebasan individu berekspresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menentang keras pernyataan SBY itu. Menurut mereka, apabila negara dibiarkan mengatur hak pribadi warga negara, di antaranya soal pusar tadi, maka demokrasi dan kebebasan individu untuk berkreasi, pun mati. Itu pulalah yang menjadi alasan mereka menentang Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi. Apabila disahkan, maka RUAPP tersebut akan mengatur tubuh perempuan demi kepentingan politik konservatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alexandria dan Shreveport, dua kota di negara bagian Louisiana, AS, telah memberlakukan keputusan, yang melarang remaja putra dan putri mengenakan celana melorot. Keputusan itu disambut baik warga, yang sejak lahir telah menghirup udara demokrasi. Tidak ada yang protes dan menyebutnya sebagai antikebebasan berekspresi, antipluralis, konservatif, dan pertanda matinya demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi, sistem yang memiliki berbagai kelemahan, sesungguhnya tidak mati hanya karena pelarangan celana yang melorot dan pelarangan memperlihatkan pusar. Pandangan yang berlebihan terhadap demokrasilah apalagi membenturkannya dengan nilai-nilai di masyarakat, nilai-nilai agama, dan menyebutnya sebagai konservatif yang memungkinkan sistem itu kehilangan esensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Alexandria dan Shreveport, remaja-remaja tidak lagi mengenakan celana melorot. Mereka tidak merasa menjadi konservatif apalagi antidemokrasi. Di Indonesia, para remaja bebas membiarkan (maaf) celana dalamnya menyembul. Inilah yang disebut para aktivis sebagai kebebasan berekspresi. Dan, para aktivis itu sangat takut demokrasi mati hanya karena remaja menutup pusarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Asro Kamal Rokan&lt;br /&gt;source: www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=305781&amp;amp;kat_id=19&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-4291914369286504203?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/4291914369286504203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=4291914369286504203&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/4291914369286504203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/4291914369286504203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2008/02/celana-melorot.html' title='Celana Melorot'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SFCt0R4mh3I/AAAAAAAAAG0/RlKOl2_BY-I/s72-c/Matter+%26+Mc+Queen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-6764080194713712631</id><published>2008-02-22T08:41:00.003+07:00</published><updated>2008-06-12T14:03:36.012+07:00</updated><title type='text'>Menahan diri, bisakah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SFDKFLEKRhI/AAAAAAAAAHE/ydYM-dSJhVw/s1600-h/100_1321.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210886959086061074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SFDKFLEKRhI/AAAAAAAAAHE/ydYM-dSJhVw/s320/100_1321.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bersabar. Sungguh sebuah kata yang mudah diucapkan namun sulit dilaksanakan justru ketika kita memerlukannya. Itu yang saya alami Rabu petang (20/2) pas azan mahrib berkumandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu semangat menggebu dipicu rasa kangen pada seisi rumah mendadak berubah menjadi rasa lemas berbaur dengan emosi karena dua buah hati tengah asyik di depan teve. Entah kenapa petang itu kedua anak melanggar SOP di rumah kami, yakni dilarang menyalakan teve pas azan sekaligus tidak ada tayangan teve sesudah maghrib kecuali hari libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa paling benar, lantas keduanya diberi peringatan keras agar segera mematikan pesawat teve. "Jika tidak langganan Astro diputus, tidak ada acara nonton teve untuk waktu yang akan diatur kemudian," begitu kira-kira pernyataan yang terlontar malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi keduanya?&lt;br /&gt;Si Aa langsung memasang ekspresi muka masam seraya beranjak ke kamar dan langsung menelungkupkan badan di kasur. Untung tidak ada aksi banting pintu seperti biasa kalau dia lagi ngamuk. Sementara si kecil masih bertahan di depan teve dengan dalih "habis ini udah kok bah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat "aksi pembangkangan" emosi pun meluap, dan tak tetahankan bentakan pun terlontar.&lt;br /&gt;Astaghfirullah, lagi-lagi emosi tak terbendung. Si adik melengos dan ikut-ikutan kakaknya masuk kamar. Refleks tangan ini mematikan teve, mencabut kabel dari steker, dan melempar remote control ke keranjang cucian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan beres? Rupanya tidak. Karena kini saya berhadapan dengan dua jiwa belia yang ngambek dan tidak habis pikir "kok nonton sebentar 'aja nggak boleh...", begitu kira-kira dalam benak Aa dan dik Frida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudeh memang menghadapi situasi ini. Seperti disinggung di atas, kesabaran mudah diucapkan, diyakini kebenarannya, namun justru sangat tidak mudah untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, keadaan tidak berlarut-larut. Keesokan pagi harinya Aa dan dik Frida bangun pagi dengan ceria, pergi mandi, sarapan segelas susu hangat, dan berangkat ke sekolah dibonceng ojek abah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ummi Nur, sore sepulang sekolah kedua anak menanyakan perihal larangan nonton teve malam hari selain hari libur. "Teman Aa ada yang boleh nonton sampai malam kok Mi," kata si cikal Haidar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya Ummi Nur dengan bijak menjelaskan, "Tentu saja, bisa jadi di rumah teman Aa boleh, masalahnya peraturan di masing-masing rumah kan bisa berbeda," kata Ummi. Ada yang sepakat membatasi acara nonton teve, ada pula yang membolehkan teve menyala sepanjang hari dan malam meski sedang tidak ditonton sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, si Aa menerima penjelasan panjang lebar Umminya. Buktinya, wajah Aa, apalagi dik Frida, kembali sumringah tatkala abahnya pulang Kamis petang harinya. Alhasil, emosi yang sempat meruyak, kemarahan yang pernah tak tertahankan sebetlnya sia-sia jua. Toh, dua permata hati masih menyisakan ruang untuk sebuah logika berupa penjelasan dari kedua orangtuanya. Hal lain, mereka tetap saja polos dan pandai memaafkan abahnya yang suka tidak sabaran, mudah emosi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, masukanlah hamba ke dalam kelompok mereka yang selalu mengutamakan kesabaran dalam segala hal. Sesungguhnya engKau senantiasa bersama orang yang sabar...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-6764080194713712631?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/6764080194713712631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=6764080194713712631&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/6764080194713712631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/6764080194713712631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2008/02/bersabar-dan-menahan-diri.html' title='Menahan diri, bisakah'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/SFDKFLEKRhI/AAAAAAAAAHE/ydYM-dSJhVw/s72-c/100_1321.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-705256773461987947</id><published>2008-02-12T15:41:00.006+07:00</published><updated>2008-02-15T15:12:48.789+07:00</updated><title type='text'>"Idung Guede..."</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R7Fhqn2e_TI/AAAAAAAAAFM/22frEORfqfk/s1600-h/dik+Aya+5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166017632450575666" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R7Fhqn2e_TI/AAAAAAAAAFM/22frEORfqfk/s400/dik+Aya+5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; "Eh..., katanya teh Frida, dik Aya hidungnya guede? bener nggak sih?" Coba 'aja tanya Aa Zen, barangkali bener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau tanya Aa Zein kayaknya susah deh... Maklum saja, si Aa itu kalau yang tanya adiknya paling juga jawabannya.. "Tauk deh..." atau paling banter cuma manyun, sambil ngomel "..dasar cemplu, gitu aja ditanyain...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuek memang si Aa ini. Meski begitu Aa setuju hidung dik Aya ga kayak hidung Petruk. Baru denger Petruk? Itu loh tokoh spesialis dagelan di kisah pewayangan tanah Jawa. Biasanya Petruk memerankan sosok bingungan, agak sok tau, tapi dikisahkan jujur. Katanya sih...kata pak dalang ki Manteb Utomo Sosrojoyo Nincak Sukro Ngaborolo Beak Kedjo Saboboko...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, kata Matra'i, Allah sungguh sangat piawai dalam merencanakan penciptaan setiap mahluknya termasuk yang ada di muka bumi. Dalam hal penciptaan hidung contohnya. Bayangkan, andai hidung diciptakan dengan lubang menghadap ke atas, misalnya, dipastikan setiap saat dunia akan gaduh karena suara orang bersin bersahut-sahutan, tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gede-cilik, pesek-mancung, bulet-gepeng, selama masih memiliki hidung yang berfungsi baik sebagai alat utama penciuman dan pernafasan manusia sejatinya patut bersyukur. Lha, ketimbang ga punya hidung? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, semuanya menjadi bermakna tatkala kita mampu mensyukuri segala sesuatu pemberian sebagai nikmat dariNya, termasuk hidung gede, yak dik Aya? &lt;br /&gt;Nggih, sumuhun atuh abah, aya aya wae....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-705256773461987947?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/705256773461987947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=705256773461987947&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/705256773461987947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/705256773461987947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2008/02/eh-katanya-teh-frida-dik-aya-hidungnya.html' title='&quot;Idung Guede...&quot;'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R7Fhqn2e_TI/AAAAAAAAAFM/22frEORfqfk/s72-c/dik+Aya+5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-7067012152886130528</id><published>2008-01-14T16:20:00.000+07:00</published><updated>2008-02-12T17:15:14.066+07:00</updated><title type='text'>Jangan Bubarkan Lembaga Sensor</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R4s0F4vPxJI/AAAAAAAAAE8/OIT5UKjP9Ec/s1600-h/Matter+%26+Mc+Queen.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155271474190206098" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="217" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R4s0F4vPxJI/AAAAAAAAAE8/OIT5UKjP9Ec/s320/Matter+%26+Mc+Queen.jpg" width="369" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tuntutan Masyarakat Film Indonesia agar Lembaga Sensor Film (LSF) dihapus sungguh menggelikan. Kendati demikian, bagi yang mencermati tren aktual perfilman nasional, ide penghapusan LSF yang mereka usung bukan hal aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum saja, film yang mereka buat hingga saat ini belum juga beranjak dari hal-hal berbau seks bebas (free sex) dan tahayul. Film karya anak muda “kreatif” yang katanya lulusan sekolah film luar negeri itu kalau tidak bertema percintaan remaja ala barat (lengkap dengan keberanian beradegan ciuman, free-sex), biasanya tentang hantu gentayangan, mayat bangkit dari kubur, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat, khususnya para orangtua yang memiliki anak beranjak remaja, tentunya akan mengernyitkan dahi menyaksikan “kreativitas” pekerja film. Betapa tidak, film yang banyak dipuji sebagai karya kreatif ternyata belum juga beranjak dari eksploitasi pornogafi dan tahayul berbalut "suspense-horror" ala "Suster Ngesot" atau "Jelangkung" tsb.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R7FxPOB2flI/AAAAAAAAAF0/w5f8F-hek3U/s1600-h/dik+Aya+4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166034753848507986" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 362px; CURSOR: hand; HEIGHT: 286px" height="263" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R7FxPOB2flI/AAAAAAAAAF0/w5f8F-hek3U/s320/dik+Aya+4.jpg" width="338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sepengetahuan saya, karakteristik film selain sebagai media hiburan juga memiliki kekuatan memengaruhi opini, sikap, bahkan perilaku penontonnya. Hal mana merupakan sebagian alasan masih diperlukannya LSF. Tentu masih ada sederet hal lain yang memperkuat argumen pentingnya mempertahankan keberadaan LSF. Itu semua demi kemaslahatan orang banyak ketimbang sekadar memuaskan obsesi segelintir sineas muda yang tidak ingin diatur dalam memuaskan selera semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya untuk para sineas muda, silakan berkarya secara lebih kreatif lagi. Syukur jika karya dimaksud juga mengandung unsur mendidik. Lumayan, buat penyegar dahaga bangsa yang sedang "sakit" ini. Bukan sekadar adegan percintaan anak muda yang "berani". Atau hantu jadi-jadian penyubur tahayul pemupuk sifat penakut. Intinya, tidak perlu merasa gerah dengan keberadaan lembaga sensor. Di sini anda masih tetap bebas berkreasi kok, selama tidak memaksakan nilai-nilai ke orang lain (masyarakat penonton film)...&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;@bah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-7067012152886130528?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/7067012152886130528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=7067012152886130528&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/7067012152886130528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/7067012152886130528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2008/01/jangan-bubarkan-lembaga-sensor.html' title='Jangan Bubarkan Lembaga Sensor'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R4s0F4vPxJI/AAAAAAAAAE8/OIT5UKjP9Ec/s72-c/Matter+%26+Mc+Queen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-4361968048304660114</id><published>2007-12-28T11:11:00.000+07:00</published><updated>2008-01-02T10:43:46.279+07:00</updated><title type='text'>Hore...dapet tiga...!!! *</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R3sCtYvPxGI/AAAAAAAAAEk/V15e-3fjTH4/s1600-h/dik+Aya+ya+01+Jan_08.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150713577586279522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 327px; CURSOR: hand; HEIGHT: 183px" height="187" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R3sCtYvPxGI/AAAAAAAAAEk/V15e-3fjTH4/s320/dik+Aya+ya+01+Jan_08.JPG" width="333" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Maksudnya, akhirnya kami dapet tiga anak maman (manis dan manja, bukan Maman Tadarusman). Pas putri bungsu kami, Rayya Aisha lahir Senin 24 Desember 2007 pukul 20.15 wib di sebuah rumah sakit di kawasan Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aya, ini panggilannya, menjadi adik yang manis buat kakak laki-lakinya, Haidar Zein atau Aa (8), dan tetehnya, Kea’zia Yasmina Frida (6). Alhamdulillah, keduanya sangat senang menyambut kehadiran adik kecil mereka. Sampai-sampai pas libur kemarin Aa dan Frida tidak begitu tertarik ikut abahnya jalan-jalan sore pake sepeda motor. Mereka lebih memilih terus dekat-dekat si bungsu meski tetep aja belum pada mandi kalo menjelang maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, kelahiran Aya mengingatkan diri sendiri, sejatinya umur kami sudah beranjak senja. Jatah hidup di alam fana pun nyata sudah kian berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain, khusus buat suami dan ayah anak-anak, ya Abah, jangan pernah berlagak sok masih muda, apalagi sok imut...! Meski imut dalam artian item mutlak agak-agak nyambung seh, Abah kan item ya... wak..kak..kak..kak... (item maniez kaleee...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi warna putih di kepala Abah mulai menggeser posisi warna gelap. Sampai-sampai ada kawan yang lancang memanggil kakek...(tuh kan!!! btw, Kakek Abah? Manis juga nih panggilan... lagi: wak..kak...kak..kak...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke laptop, eh, ke Aya, kami berujar, selamat mengawali hari-hari penuh perjuangan putriku. Meski kehadiranmu ditandai dunia yang terus didera keprihatinan akibat perubahan iklim serba ekstrem, serba tidak menentu (ini asli ikut-ikutan orang di koran, ribut soal global warming ya mi..). Bencana di sana-sini. Separo pulau Jawa nyaris tenggelam (lho mi, ini kan bunyi spanduk ACT ya...). Lha, Kota Solo saja, tempat kelahiran emakmu ini, kebanjiran. Hal yang tidak pernah terjadi selama 36 usia Ummi Nur. &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R3sDBovPxHI/AAAAAAAAAEs/5xi12cBbSUE/s1600-h/ayayayayaya.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150713925478630514" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 189px; CURSOR: hand; HEIGHT: 198px" height="256" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R3sDBovPxHI/AAAAAAAAAEs/5xi12cBbSUE/s320/ayayayayaya.JPG" width="222" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putriku, kamu juga terlahir ketika harga-harga terus membubung. Gula naik, minyak goreng mahal, orang antre beli minyak tanah mirip yang Ummi lihat di foto lama tahun 60-an pas resesi. Meski tetangga sebelah suka menghibur kita dengan kata-kata “biarin harga-harga tinggi, yang penting bisa beli...Buat apa harga-harga murah tapi ga bisa beli..;” Sebuah guyonan yang sangat sarkastis. Lelucon yang mengiris rasa kemanusiaan kita yang paling primitif sekalipun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anakku, biarkan saja mereka melontarkan guyonan begitu. Lagi pula itu kan guyon menertawakan diri sendiri. Kata teh Frida juga; cuma bercanda kok mi... Apalagi, kata orang, menertawakan diri sendiri jauh lebih lucu dan lebih menyenangkan hati ketimbang menertawakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R3sGi4vPxII/AAAAAAAAAE0/iZa5LeUp89c/s1600-h/ay.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150717795244164226" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 146px; CURSOR: hand; HEIGHT: 117px" height="186" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R3sGi4vPxII/AAAAAAAAAE0/iZa5LeUp89c/s320/ay.jpg" width="203" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi satu hal putriku, jangan pernah sedikit pun merasa kuatir. Allah yang Maha Segalanya tidak akan pernah berhenti untuk selalu melimpahkan kasih dan sayangnya kepadamu dan kepada kita semua nak...&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Karenanya, wajar jika Ummi kelak akan 'cerewet' mengajakmu terus berusaha untuk selalu membuat Allah tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang di dunia ya Qurra' ta a'yun...Rayya Aisha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;*)dikutip dari curhatnya ummi nur...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-4361968048304660114?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/4361968048304660114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=4361968048304660114&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/4361968048304660114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/4361968048304660114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/12/akhirnya-dapet-tiga.html' title='Hore...dapet tiga...!!! *'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R3sCtYvPxGI/AAAAAAAAAEk/V15e-3fjTH4/s72-c/dik+Aya+ya+01+Jan_08.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-6592942274501589482</id><published>2007-12-03T18:45:00.000+07:00</published><updated>2007-12-05T16:45:09.872+07:00</updated><title type='text'>Duh, panasnya bukan dimain...</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R1Zy5mRJWJI/AAAAAAAAAEE/vhu-gWWvmFo/s1600-h/Rush.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140422358540572818" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R1Zy5mRJWJI/AAAAAAAAAEE/vhu-gWWvmFo/s320/Rush.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begitu kira-kira lontaran yang kerap kita dengar akhir-akhir ini. Selain macet, banjir, apa-apa mahal, orang banyak bicara soal udara yang kian panas meski hari masih pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, memang benar belakangan suhu udara sangat berbeda dengan keadaan dua tiga tahun terakhir. Kalau dulu pagi hari jam 10-an sinar matahari masih kita anggap sebagai vitamin D, terpaan sinar matahari memang terasa hangat. &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R1PvwWRJWII/AAAAAAAAAD4/IeozDT4aimA/s1600-R/mobilku.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang punya bayi pun menjalani "tradisi" menjemur si mungil karena selain hangat juga berharap dilimpahi vitamin D. Namun sekarang baru jam 7.30 saja kulit rasanya sudah tersengat kepanasan. Jangankan bayi, orang dewasa saja tidak akan tahan berlama-lama berjemur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu perubahan iklim ini bukan tidak ada penjelasannya. Kalau kita rajin menyimak isi media massa, orang sekarang memang sedang ramai membahas isu pemanasan global atawa "global warming".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon kata para ahli, karena penggunaan materi kimia yang berlebihan, dengan konsumsi bahan bakar fosil yang mencapai taraf akut, membuat permukaan atmosfir bumi terkoyak di sana-sini. Akibatnya ya itu tadi, bumi dan seisinya berkelojotan mandi keringat akibat panas langsung sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara maju macam Amerika Serikat terhitung paling banyak menyumbang karbondioksida akibat konsumsi energi yang sangat tinggi. Parahnya lagi, justru mereka emoh meratifikasi protokol Kyoto (protokol yang berisi komitmen mengurangi efek rumah kaca demi meredam global warmig).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan negara terbelakang macam Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sami mawon. Selain penggunaan BBM untuk hal tidak produktif macam kemacetan di Jakarta setiap hari, Indonesia juga getol memproduksi karbondioksida dengan cara membakar hutan di Kalimantan dan Sumatera. Terus bagaimana dong solusinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya sih sederhana. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang "global warming" mesti diperlambat kalau tidak bisa dihentikan. Caranya ya dengan aktif mengurangi penggunaan materi yang proses produksinya memerlukan pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau minum dan makan di restoran, misalnya, hindari yang menggunakan cangkir atau piring plastik sekali pakai. Sebab benda-benda itu dibuat dalam jumlah banyak pasti menyedot energi fosil yang banyak pula. Belum kalau mau didaur ulang nantinya juga akan memerlukan energi lagi. Akibatnya stok oksigen di udara tergerus, lapisan ozon pun menipis bahkan berlubang. Kalau sudah begini, jangan marah jika sinar matahari terasa jauh lebih menyengat. Makanya jangan diketawain kalau sekarang ada yang mengimbau minum kopi di Starbuck atau makan ayam goreng di Mc Donald sebaiknya membawa cangkir atau piring sendiri dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya nih, daripada berharap orang atau negara lain mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, mending mulai dari diri sendiri. Mari Selamatkan bumi kita dengan mengurangi efek pemanasan global. Jangan sampai "global warming" menjadi "global burning".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;How come? Ya silakan dipikir sendiri...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-6592942274501589482?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/6592942274501589482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=6592942274501589482&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/6592942274501589482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/6592942274501589482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/12/duh-panasnya-bukan-dimain.html' title='Duh, panasnya bukan dimain...'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R1Zy5mRJWJI/AAAAAAAAAEE/vhu-gWWvmFo/s72-c/Rush.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-195694563938759598</id><published>2007-11-27T08:40:00.000+07:00</published><updated>2007-11-27T11:15:26.283+07:00</updated><title type='text'>Rambu Lalu Lintas Siapakah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R0uO2ezRAEI/AAAAAAAAADk/uuPnDDukku0/s1600-h/accident.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137356866578350146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R0uO2ezRAEI/AAAAAAAAADk/uuPnDDukku0/s320/accident.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kita yang sering berada di jalanan, terlebih yang tengah punya keperluan mencari alamat atau bepergian menuju suatu daerah tertentu di Jakarta pasti pernah merasakan perasaan jengkel berkenaan dengan rambu-rambu lalu lintas yang "ada namun tiada".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan, di belokan, di perempatan, di atas jalan raya, hampir selalu terjadi rambu penunjuk arah, tidak bisa dilihat karena tertutup dedaunan. Ada pula yang tidak bisa dilihat karena tertutup baliho (billboard) iklan sebuah produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, suatu ketika kita yang mengemudi kendaraan dihadapkan pada pilihan, tetap lurus, belok kiri, atau ke kanan? Sebetulnya ada rambu yang bisa memandu kita agar tidak salah jalan. Hanya ya itu tadi, rambu tidak bisa dilihat karena tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya hal menjengkelkan tersebut tidak perlu terjadi kalau pihak yang bertugas mengawal, dalam hal ini DLLAJ, menyadari tugas dan fungsinya. Sayangnya, petugas DLLAJ kita lebih suka bergerombol di pintu terminal karena di sana ada duitnya. Atau, yang lebih sering lagi mereka bersemangat mengawasi dengan cermat pengemudi yang lewat jalur three in one. Kalau ada pengemudi yang ketahuan nyasar ke jalur itu rame-rame mereka kerubutin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Aneh? Tidak juga. Di sini masyarakat menganggapnya biasa. Namanya saja Indonesia, negeri paling unik di muka bumi... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-195694563938759598?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/195694563938759598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=195694563938759598&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/195694563938759598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/195694563938759598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/11/rambu-lalu-lintas-siapakah.html' title='Rambu Lalu Lintas Siapakah'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R0uO2ezRAEI/AAAAAAAAADk/uuPnDDukku0/s72-c/accident.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-4488706557982130744</id><published>2007-10-22T15:13:00.001+07:00</published><updated>2008-02-12T16:53:20.769+07:00</updated><title type='text'>Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R7Fm0H2e_UI/AAAAAAAAAFU/6UDXAj6s0Aw/s1600-h/De+Aa1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166023293217471810" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R7Fm0H2e_UI/AAAAAAAAAFU/6UDXAj6s0Aw/s320/De+Aa1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalimat yang saya jadikan judul dikutip dari judul sebuah buku. Tidak salah, isi dari tulisan di buku tsb menyoal hal menarik yang dalam dua tiga tahun terakhir banyak dibahas orang, yakni tentang pentingnya memikirkan kemungkinan membangun usaha sendiri ketimbang sekadar menjadi orang gajian (baca: karyawan).&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pertimbangannya sederhana, bagi orang gajian mau tidak mau, suka atau pun tidak suka, pasti akan menghadapi tiga hal buruk, yakni mengundurkan diri, pensiun, atau dipecat. Sebelum salah satunya menimpa ada baiknya menyiapkan diri untuk menempati kuadran baru sebagai seorang pengusaha.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ya, benar, menjadi pengusaha. Usaha apa saja, bisa jualan dodol Garut, dagang martabak India, reparasi sandal jepit, MLM, dan sebagainya. Pokoknya usaha yang bisa membawa diri sendiri menjadi Ndoro, bukan kacung. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Masalahnya, menempati kuadran baru sebagai pengusaha jelas bukan perkara mudah. Tidak sedikit orang hanya bermodal semangat dan sedikit uang langsung main tabrak dagang ini, membuka bengkel itu, jualan anu, atau buka rental itu, akan tetapi belum setahun berjalan sudah lempar handuk" seraya meringis berujar "duh, ternyata buka usaha sendiri ga mudah ya, tau gini mending tetep jadi karyawan aja..."&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R7FsNX2e_XI/AAAAAAAAAFs/JPcimNOslfk/s1600-h/Trio+Kwek+Kwek+Bergaya.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166029224567307634" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R7FsNX2e_XI/AAAAAAAAAFs/JPcimNOslfk/s320/Trio+Kwek+Kwek+Bergaya.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;So, ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi sebelum seseorang membulatkan tekad dan semangat untuk memulai kehidupan baru sebagai pengusaha. Bagaimana? Tunggu edisi selanjunya ya...maklum saja, abah Epoy udah pegel neh ngetiknya...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ff0000;"&gt;Posted by: Abah Epoy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-4488706557982130744?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/4488706557982130744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=4488706557982130744&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/4488706557982130744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/4488706557982130744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/10/jangan-mau-seumur-hidup-jadi-orang.html' title='Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/R7Fm0H2e_UI/AAAAAAAAAFU/6UDXAj6s0Aw/s72-c/De+Aa1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-7859431075753640002</id><published>2007-06-26T17:17:00.000+07:00</published><updated>2007-11-02T15:22:44.630+07:00</updated><title type='text'>Anda Lapar Tapi Malas Keluar? Telp Amigos..eh..Uda...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/RyrdhYlAuxI/AAAAAAAAADU/pnEn54oMZb4/s1600-h/Mr+Beanz.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128154691317840658" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 309px; CURSOR: hand; HEIGHT: 392px" height="360" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/RyrdhYlAuxI/AAAAAAAAADU/pnEn54oMZb4/s320/Mr+Beanz.jpg" width="280" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Uda, demikian pria kecil namun cekatan itu biasa kami panggil. Malu rasanya mengakui kalau kami yang kerap makan di warungnya hanya bisa menyebut Uda jika ada yang bertanya siapa nama pria murah senyum berpenampilan sederhana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal Uda berdagang hanyalah sebuah gerobak sederhana dengan etalase kaca kecil di atasnya tempat aneka masakan matang menggoda selera. Dua meja kecil di atas got di atasnya tertutup kain terpal warna biru bersih. Katanya sih terpal lama raib diambil petugas Tramtib Pemda ketika menjelang penilaian Adipura. Untungnya gerobak dan meja tidak pernah ditinggal sehinga tidak ikut hilang disita. Kalau anda lewat pas jam makan siang jangan harap bisa melihat tubuh mungil Uda, karena nyaris tertutup antrean pelanggan yang memesan makanan untuk dibungkus dan dibawa pulang. Jangan tanya yang sedang makan, mereka rela berhimpitan melahap makan siang masakan Uda (atau masakan istrinya???). Ya, warung nasi padang Uda setiap hari ramai karena selain rasanya enak, juga harganya terjangkau orang kebanyakan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Amigos&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Karena warungnya nongkrong di atas beberapa lembar papan dan bambu yang menutupi got di Jalan Bintaro Raya depan apotek Bendi, Tanahkusir, Jakarta Selatan, warung Uda juga dikenal dengan nama keren: Amigos.&lt;br /&gt;Eit,... tunggu dulu. Nama ini tidak ada kaitannya dengan sapaan selamat tinggal di negara-negara Amerika Latin. Amigos murni singkatan dari Agak Minggir Got Sedikit. Maklum, gerobaknya, memang berada tepat di pinggir got. Sedangkan mejanya benar-benar di atas got. Kata Uda, kalau jualannya di trotoar langsung pejalan kaki jadi tidak kebagian dan dia bisa disalahkan Tramtib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga tidak tahu apakah Uda sudah punya anak atau belum. Sebab bagi kami setiap jam makan siang yang terpenting adalah sepiring nasi hangat dengan lauk ditambah bumbu rendang atau gulai yang siap santap karena antrean calon pembeli memaksa kami untuk menepis keinginan berbasa-basi dengan Uda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi tatkala hendak makan Uda sempat cerita kalau dia baru saja membeli seperangkat pesawat telepon. Sebetulnya pesawat telepon harga Rp450 ribu cukup mahal untuk ukuran Uda. Namun dia memaksakan diri membeli pesawat telepon tersebut karena keinginannya melayani pelanggan yang malas beranjak dari rumah atau kantor tapi tetap ingin menikmati rendang di warungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang bapak atau teman bapak tinggal telepon ke sini dan pesan apa saja, saya antar segera, harganya samakok," ujarnya tanpa ditanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Uda disadari atau tidak sejatinya tengah menjalankan praktik mendasar dalam dunia marketing, yakni bagaimana memuaskan pelanggan (customer satisfaction is the most important thing)...Makanya, tak berat hati ini ketika Uda minta tolong agar nomor telepon warung nasinya disebar ke teman-teman kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biar mudah aja pak, kan kadang-kadang orang sibuk seperti bapak tidak ada waktu untuk jalan kaki ke sini, kalau tinggal telepon kan hemat waktu," ujarnya dengan mata berbinar menyiratkan optimisme khas pengusaha kecil yang tengah bersiap mejemput sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Uda, tekad Uda menyisihkan tabungan untuk membeli pesawat telepon sungguh sebuah langkah sangat tepatsebagai modal untuk maju dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga usaha Uda semakin maju, semoga Uda dijauhkan dari aksi sepihak dinas ketentraman dan ketertiban (Tamtib) Pemda yang suka menggaruk rombong atau kios dagangan yang dinilai mengganggu pemandangan. Bagaimanapun Uda selangkah lebih maju ketimbang kami, para orang gajian... &lt;span style="font-family:arial;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;posted by abah Epoy&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-7859431075753640002?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/7859431075753640002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=7859431075753640002&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/7859431075753640002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/7859431075753640002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/06/amigos-silakan-telp-uda.html' title='Anda Lapar Tapi Malas Keluar? Telp Amigos..eh..Uda...'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/RyrdhYlAuxI/AAAAAAAAADU/pnEn54oMZb4/s72-c/Mr+Beanz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-8185776913494503408</id><published>2007-02-07T17:39:00.000+07:00</published><updated>2007-04-11T16:07:38.547+07:00</updated><title type='text'>Nyuwun sewu...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/Rcms5ih8q7I/AAAAAAAAABA/uyuQxjnV0XM/s1600-h/babe+ngenes.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5028740563457584050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/Rcms5ih8q7I/AAAAAAAAABA/uyuQxjnV0XM/s320/babe+ngenes.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Mohon maaf, foto di situs ini bukan benar-benar cermin seorang narcist....&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-8185776913494503408?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/8185776913494503408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=8185776913494503408&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8185776913494503408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/8185776913494503408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/02/nyuwun-sewu.html' title='Nyuwun sewu...'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/Rcms5ih8q7I/AAAAAAAAABA/uyuQxjnV0XM/s72-c/babe+ngenes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-2493983696680997889</id><published>2007-02-07T17:06:00.000+07:00</published><updated>2007-02-07T17:20:20.007+07:00</updated><title type='text'>Meski Banjir, Tetap Semangat Sekolah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/RcmmMyh8q6I/AAAAAAAAAA0/PMAUxVtqBII/s1600-h/big7020209.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5028733197588671394" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/RcmmMyh8q6I/AAAAAAAAAA0/PMAUxVtqBII/s320/big7020209.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banjir jangan sampai menyurutkan niat mencari ilmu. Begitu yang tampak dalam foto yang menggambarkan seorang anak sekolah tetap riang meski dihadang banjir.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sungguh sangat disesalkan jika semangat belajar yang begitu tinggi (sebagaimana dicontohkan pelajar yang tetap ceria meski dihadang banjir) masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah yang belum optimal dalam meningkatkan mutu dunia pendidikan kita..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(abah Effi-Foto: KCM)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-2493983696680997889?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/2493983696680997889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=2493983696680997889&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/2493983696680997889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/2493983696680997889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/02/banjir-jangan-sampai-menyurutkan-niat.html' title='Meski Banjir, Tetap Semangat Sekolah'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/RcmmMyh8q6I/AAAAAAAAAA0/PMAUxVtqBII/s72-c/big7020209.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-9213295019902655187</id><published>2007-02-07T16:55:00.000+07:00</published><updated>2007-02-07T17:06:41.894+07:00</updated><title type='text'>Kasih Ibu di Kala Banjir</title><content type='html'>Banjir yang membekap Ibukota Jakarta sejak s&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/Rcmi-Sh8q5I/AAAAAAAAAAo/QmHxPMaMTeY/s1600-h/banjir-roni08s.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5028729649945684882" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 354px; CURSOR: hand; HEIGHT: 249px" height="238" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/Rcmi-Sh8q5I/AAAAAAAAAAo/QmHxPMaMTeY/s320/banjir-roni08s.jpg" width="354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;epekan terakhir banyak menyimpan cerita. Ada yang tidak bisa masuk kerja karena rumahnya kebanjiran. Ada yang malas ke kantor karena jalan menuju tempat kerja terendam banjir. Ada pula yang tidak masuk kerja karena rumah tetangga kebanjiran. Ajaib. Banjir dijadikan alasan bagi mereka yang malas bekerja. Satu hal, di tengah beratnya desakan untuk memenuhi kebutuhan hidup ternyata masih ada banyak sisi kemanusiaan tercermin dalam peristiwa banjir. Seperti ibu yang rela berbasah kuyup demi anak. Asal anak aman dari banjir ibu seperti tampak dalam foto ini rela menerjang banjir. Sunggu sebuah pemandangan yang sangat baik untuk direnungkan. Kasih ibu..&lt;br /&gt;(abah Effi-Foto: KCM)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-9213295019902655187?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/9213295019902655187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=9213295019902655187&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/9213295019902655187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/9213295019902655187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/02/kasih-ibu-di-kala-banjir.html' title='Kasih Ibu di Kala Banjir'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_szix9WDSTyw/Rcmi-Sh8q5I/AAAAAAAAAAo/QmHxPMaMTeY/s72-c/banjir-roni08s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-117067891995224919</id><published>2007-02-05T19:26:00.000+07:00</published><updated>2007-06-26T15:13:52.308+07:00</updated><title type='text'>Socrates pesen jangan ngegosip...dosa!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7586/1306/1600/968897/abah%20Lampuang.jpg"&gt;&lt;/a&gt; In ancient Greece, Socrates was reputed to hold knowledge in high esteem. One day an acquaintance met the great philosopher and said,&lt;br /&gt;"Do you know what I just heard about your friend?"&lt;br /&gt;"Hold on a minute," Socrates replied. "Before telling me anything I'd like you to pass a little test. It's called the Triple Filter Test."&lt;br /&gt;"Triple filter?"&lt;br /&gt;"That's right," Socrates continued. "Before you talk to me about my friend, it might be a good idea to take a moment and filter what you're going to say. That's why I call it the triple filter test.&lt;br /&gt;The first filter is TRUTH.&lt;br /&gt;Have you made absolutely sure that what you are about to tell me is true?"&lt;br /&gt;"No," the man said, "actually I just heard about it and..."&lt;br /&gt;"All right," said Socrates. "So you don't really know if it's true or not.&lt;br /&gt;Now let's try the second filter, the filter of GOODNESS.&lt;br /&gt;Is what you are about to tell me about my friend something good?" &lt;a href="http://bp2.blogger.com/_szix9WDSTyw/RchTPCh8q3I/AAAAAAAAAAM/gQ0X2CfqIAc/s1600-h/Babe+di+Atjeh+ye.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"No, on the contrary... "&lt;br /&gt;"So," Socrates continued, "you want to tell me something bad about him, but you're not certain it's true. You may still pass the test though, because there's one filter left: the filter of USEFULNESS. Is what you want to tell me about my friend going to be useful to me?"&lt;br /&gt;"No, not really."&lt;br /&gt;"Well," concluded Socrates, "If what you want to tell me is neither true, good nor even useful, why tell it to me at all?"&lt;br /&gt;This is why Socrates was a great philosopher &amp;amp; held in such high esteem.&lt;br /&gt;Friends, let's use this triple filter each time we hear loose talk about anyone.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-117067891995224919?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/117067891995224919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=117067891995224919&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/117067891995224919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/117067891995224919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/02/socrates-pesen-jangan-ngegosipdosa.html' title='Socrates pesen jangan ngegosip...dosa!!!'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-117067734481813207</id><published>2007-02-05T18:49:00.000+07:00</published><updated>2007-06-26T18:20:28.085+07:00</updated><title type='text'>Potret (Keliru) Poligami</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;color:#ff0000;"&gt;Penulis: &lt;strong&gt;Sirikit Syah&lt;/strong&gt;, wartawan&lt;/span&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDVC7PkueI/AAAAAAAAABo/aNgCYE-8HiE/s1600-h/simpansebetina.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5080294625913387490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDVC7PkueI/AAAAAAAAABo/aNgCYE-8HiE/s320/simpansebetina.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#6600cc;"&gt;&lt;em&gt;Kesalahan perjuangan para aktivis perempuan adalah lebih menghormati PSK dan perempuan simpanan daripada mereka yang mau jadi istri kedua&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;***&lt;br /&gt;Sahabat saya dr Nalini Agung menelepon hanya untuk menyampaikan komentar kerasnya. "Ada tiga jokes of the year tahun ini, laki-laki semua. Aa Gym, Yahya Zaini, dan Akhmad Dani," katanya dengan nada jengkel. Menurut perempuan cantik dan pintar itu, Yahya, yang tampil bisu di sisi istrinya di hadapan publik Kamis malam lalu, "Adalah laki-laki bertubuh besar, bernyali ciut. Ada persoalan dengan istri, lari ke perempuan lain. Kini ada persoalan dengan perempuan lain, berlindung kepada istrinya."&lt;br /&gt;Tentang Aa Gym, Nalini tidak banyak berkomentar, selain, "Ternyata, Aa Gym manusia biasa juga." Namun, Nalini tak dapat menoleransi kepongahan suami bernama Akhmad Dani. "Suami macam itu, kalau saya jadi Maia, wis tak tinggal."&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7586/1306/1600/940335/CEO%20lg%20Belajar%20Baca.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiga lelaki "jokes of the year", istilah bagus temuan seorang perempuan berpendidikan dan berkarir, yang juga ibu rumah tangga yang baik. Di kalangan pemerintah, Presiden SBY tak berkomentar sepatah kalimat pun mengenai kasus YZ-ME, malah mempersoalkan regulasi perkawinan poligami seolah-olah itu ancaman nasional.&lt;br /&gt;Di lapangan, berbagai kelompok masyarakat, antara lain mahasiswa Universitas Muhamadiyah Jogjakarta, berdemo menentang poligami. Ibu-ibu muslimat memboikot pengajian Aa Gym. Sangat mengherankan, tak ada masyarakat yang berdemo memprotes YZ, wakil rakyat yang melakukan skandal seks.&lt;br /&gt;Dunia sudah terbolak-balik. Aa Gym -yang menikah dengan uang sendiri dan mendapat rida istri- dihujani kecaman lebih keras daripada pelaku perzinahan dan perselingkuhan dengan menggunakan uang rakyat/negara.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Potret Poligami&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seperti yang dikatakan Aa Gym, poligami sudah sangat dikelirukan maknanya. Yang melakukan misleading atas makna poligami itu termasuk di antaranya pemerintah, para pemimpin negara, tokoh masyarakat, aktivis perempuan, dan media massa. Poligami telah dipotret sebagai kejahatan dan&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7586/1306/1600/595556/Tersangka.jpg"&gt;&lt;/a&gt; kekerasan pada perempuan dan anak-anak.&lt;br /&gt;Alih-alih mendengarkan penjelasan Aa Gym dan Teh Ninih, istrinya, masyarakat lebih suka mendengarkan sumber-sumber yang tidak layak bicara. Bagaimana kita percaya pandangan Farhat Abbas tentang poligami? Dia sendiri suami yang gemar mempermainkan perempuan dan membohongi istrinya.&lt;br /&gt;Juga, mengapa mendengarkan Sandy Harun yang tak setuju poligami atau berbagi suami? Look whoʼs talking. Dia adalah "the other woman", yang kemudian dinikahi. Dalam status sebagai istri Djodi, dia berhubungan dan punya anak dengan Tommy Soeharto. Dalam kata lain, Sandy adalah pelaku poliandri, sebuah tindakan melanggar hukum. Orang seperti itu akan kita dengar pendapatnya?&lt;br /&gt;Kekecewaan masyarakat yang luar biasa kepada Aa Gym sebetulnya dipicu oleh pemujaan berlebihan pada sosok kiai muda itu. Ibu-ibu membanjiri pengajiannya dan rela antre berbulan-bulan hanya untuk bisa mengunjungi pesantrennya di Bandung. Aa dipandang sebagai dewa. Ketika Aa melakukan hal yang manusiawi (bersifat manusia), masyarakat terkejut dan patah hati. Kebanyakan orang kecewa karena Aa sering mendengung-dengungk an konsep keluarga sakinah. "Sakinah apaan, bohong besar," kata sementara orang.&lt;br /&gt;Apakah keluarga sakinah tak dapat tercapai dengan tindakan Aa menikah lagi? Apakah keluarga sakinah tidak mungkin dialami keluarga poligami? Saya melihat keluarga poligami Aa Gym lebih sakinah daripada banyak keluarga nonpoligami.&lt;br /&gt;Pembelokan (bila bukan pemelintiran) makna poligami -dari sebuah solusi menjadi tindak kejahatan- itu hanya skala kecil upaya pemerintah untuk menutupi amburadulnya pengelolaan negara belakangan ini. Ketua DPR menyalahgunakan voucher pendidikan, anggota DPR terlibat skandal seks yang videonya merebak ke seluruh msayarakat, lumpur Sidoarjo tak tertangani, angka kemiskinan meningkat, rakyat tak punya bahan bakar untuk memasak, BUMN yang terus merugi atau kalau untung dijual.&lt;br /&gt;Kekeliruan masyarakat terjadi ketika mereka selalu membenarkan persepsinya sendiri. Di antaranya, dengan kalimat "Mana ada perempuan mau dimadu." Kenyataannya, banyak peremuan bersedia dimadu. Lalu, "Ya, tapi mereka pasti tertekan dan menderita." Lagi-lagi, sebuah upaya pembenaran antipoligami.&lt;br /&gt;Perempuan lain boleh pura-pura atau acting. Namun, kita tak dapat menuduh Teh Ninih hipokret, bukan? Dia dengan wajah bersinar menyatakan ikhlas dan rida suaminya menikah lagi. Bahkan, mimik, gesture, dan body language Ninih dan Aa selama jumpa pers menunjukkan bahwa mereka masih saling (bahkan lebih) mencintai.&lt;br /&gt;Saya percaya mereka telah mendapatkan hikmah. Masyarakat tak mau menerima kenyataan itu. Mereka menolak fakta kebenaran. Bukan Aa dan Ninih yang hipokret, melainkan kita sendiri.&lt;br /&gt;Poligami bukan anjuran, apalagi kewajiban. Seperti kata Aa, "Jangan menggampangkan. " Aa tentu saja sah berpoligami karena dia bukan PNS, dia mampu, dan memiliki ilmu serta potensi untuk berbuat adil. Banyak laki-laki tak bertanggung jawab bersembunyi di balik UU Perkawinan yang melarang poligami dan meneruskan tindakan bejatnya mempermainkan perempuan tanpa status perkawinan sah.&lt;br /&gt;Poligami yang baik dilakukan dengan cara kesepatakan suami istri, kompromi, atau persuasi. Setiawan Djodi berhasil mempersuasi istrinya untuk menerima kehadiran Sandy Harun. Ray Sahetapy gagal karena Dewi Yull memilih bercerai.&lt;br /&gt;Sebagai perempuan muslim, kita boleh stay on atau quit dalam perkawinan poligami. Alasan quit jelas: enggan berbagi. Alasan stay on: mencintai suami dan tak ingin kehilangan atau tak berdaya secara ekonomi dan sosial.&lt;br /&gt;Kesalahan perjuangan para aktivis perempuan adalah lebih menghormati PSK dan perempuan simpanan yang independen daripada mereka yang mau jadi istri kedua. Para istri pertama yang ikhlas, yang seharusnya mendapat apresiasi dari kita, malah didudukkan sebagai korban yang perlu dikasihani.&lt;br /&gt;Banyak gerakan perempuan yang didukung pemerintah meneriakkan yel-yel antipoligami. Sitoresmi yang menjadi istri keempat Debby Nasution dipecat dari LSM-nya di Jogjakarta karena dianggap "tidak berdaya".&lt;br /&gt;Pada intinya, UU Perkawinan yang membatasi perkawinan poligami hanya melindungi para istri pertama yang enggan berbagai hak dengan sesama perempuan (padahal diteriakkan persamaan hak dengan laki-laki). Lebih buruk lagi, UU itu melindungi laki-laki hidung belang yang tak mau bertanggung jawab. Itu sama tak bertanggung jawabnya dengan laki-laki yang berpoligami, padahal tidak mampu, tidak adil, dan tak mendapat restu istri pertama.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Sirikit Syah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;*) Penulis adalah ibu rumah tangga, aktif sebagai pengarang. Tulisan ini diambil dari Jawa Pos edisi Rabu, 13 Des 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-117067734481813207?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/117067734481813207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=117067734481813207&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/117067734481813207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/117067734481813207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/02/potret-keliru-poligami.html' title='Potret (Keliru) Poligami'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDVC7PkueI/AAAAAAAAABo/aNgCYE-8HiE/s72-c/simpansebetina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-117067606547109594</id><published>2007-02-05T18:43:00.000+07:00</published><updated>2007-06-26T16:04:02.156+07:00</updated><title type='text'>Seribu Manfaat Air</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDWGbPkugI/AAAAAAAAAB4/lj_gXCJagU0/s1600-h/water.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5080295785554557442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="153" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDWGbPkugI/AAAAAAAAAB4/lj_gXCJagU0/s320/water.jpg" width="149" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDVxrPkufI/AAAAAAAAABw/zxzfRsTP95s/s1600-h/airputih.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5080295429072271858" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 119px; CURSOR: hand; HEIGHT: 159px" height="243" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDVxrPkufI/AAAAAAAAABw/zxzfRsTP95s/s320/airputih.jpg" width="182" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;RamuRacik – Tahukah Anda bahwa air menyimpan seribu khasiat? Mungkin Anda tak percaya. Tapi, tak ada salahnya, jika Anda tetap menggunakan air untuk kegiatan apa pun. Menyadari betapa air sangat menunjang kebugaran, kesehatan, dan kecantikan tubuh Anda, tak ada salahnya untuk tetap kita memelihara persahabatan dengan sobat lama kita ini. Selama kita masih dapat menikmati khasiatnya, mari manfaatkan sebaik-baiknya. Menurut para peneliti sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika orang selalu mandi dengan air dingin, peredaran darahnya akan membaik sehingga tubuh terasa lebih bugar. Tak hanya itu manfaatnya. Jika Anda mandi dengan air dingin, akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh dan kemampuan seseorang terhadap serangan virus.Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan demikian, kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak.Air putih juga bersifat "menghanyutkan" kotoran-kotoran dalam tubuh yang keluar lewat urine. Jika Anda ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang), tentunya dapat mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi, air tidak mengandung kalori, gula, atau pun lemak. Namun, yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin.Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran napas, usus, penyakit kewanitaan, dan lain-lain. Kini bermacam pengobatan alternatif ditawarkan, dengan cara berendam di dalam air yang mengandung magnet, kadar garam tinggi, belerang, atau zat kimia lain yang bisa meningkatkan kesehatan. Cipratan air mancur pada tubuh pun akan terasa seperti pijatan, sehingga tubuh merasa lebih rileks. Para pakar pengobatan alternatif menyatakan, bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu, dapat meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, dan membantu menyerap serta memanfaatkan oksigen. Khasiat air tak berhenti pada soal mandi atau berendam saja. Tidak kalah pentingnya khasiat air putih bila diminum. Selain makanan, air sangat diperlukan oleh tubuh kita. Seseorang yang kekurangan makan masih dapat bertahan sampai beberapa hari. Tapi, kekurangan air akan berakibat fatal. Karena, air merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia.Dr. James M. Rippe, kardiolog dari AS menyarankan untuk minum paling sedikit 1 liter lebih banyak, dari yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja, mengakibatkan penurunan kinerja sebanyak 22%! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.Semakin banyak kita melakukan aktivitas, air akan lebih banyak terkuras dari tubuh. Apalagi, orang yang tinggal di negara tropis yang banyak mengeluarkan energi. Sebab itu, para pakar kesehatan mengingatkan, jangan hanya minum bila terasa haus. Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat! [NAR]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-117067606547109594?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/117067606547109594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=117067606547109594&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/117067606547109594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/117067606547109594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/02/seribu-manfaat-air.html' title='Seribu Manfaat Air'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDWGbPkugI/AAAAAAAAAB4/lj_gXCJagU0/s72-c/water.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-117067510395205655</id><published>2007-02-05T18:23:00.001+07:00</published><updated>2007-06-26T16:15:10.684+07:00</updated><title type='text'>Kocaknya Bangsa Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDYv7PkuhI/AAAAAAAAACA/NUccf458QL8/s1600-h/sepur+tenabang.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5080298697542384146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDYv7PkuhI/AAAAAAAAACA/NUccf458QL8/s320/sepur+tenabang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;SIAPA bilang bangsa kita tidak kocak. Dominasi program lawak di televisi menunjukkan, bangsa kita gemar membanyol. Ketika dunia berlomba mengejar inventor hi-tech yang naik pesat, tingkat partisipasi korupsi kita-menurut koran-sudah sampai kelurahan. Kata seorang profesor, "Wong bisa dan kesempatannya cuma itu!"&lt;br /&gt;Tetangga sebelah bilang, ihwal perkara miring, kita memang nomor satu. Sekian puluh tahun kita rajin memelihara wabah demam berdarah, misalnya. Kocaknya, keluarga korban demam berdarah yang tak tertolong masih ada yang tidak gusar. Padahal, rakyat Belanda yang knalpot mobilnya rusak gara-gara pemerintah membiarkan jalan jeglok saja mencak- mencak menuntut ganti rugi.&lt;br /&gt;Pernah juga mendengar kisah seorang sopir taksi asal Sumatera Utara yang bergurau kepada penumpangnya berceloteh, "Kayak di Bosnia saza," ketika melintasi jalan raya berlubang di Ibu Kota, yang pajak mobilnya tertinggi di Indonesia, tetapi aspalnya sudah bagai kubangan kerbau.&lt;br /&gt;Mungkin di situ enaknya (maaf) menggembala rakyat Indonesia. Selain rasa humornya tinggi, mereka susah marah, pandai tersenyum, mudah trenyuh, dan gampang menangis. Jika ada satu-dua rakyat yang terbilang vokal, tentu bukan mewarisi genetika politik bangsa kita yang cenderung memilih suka nrimo.&lt;br /&gt;Namun satu hal harus diakui, bangsa kita mudah curiga, bersyak-wasangka, dan lekas tersinggung. Kata seorang sosiolog, boleh jadi karena wujud kekocakan karakter biar miskin asal sombong. Kocaknya, benci kepada orangnya, tetapi mau menerima sumbangannya.&lt;br /&gt;Pernah pula menyaksikan sekian banyak penumpang bus luar kota yang sudi duduk di lantai bus padahal membayar ongkos penuh. Atau mereka tak marah diturunkan seenaknya di tengah jalan sebelum tiba ke tujuan dan mereka masih tertawa. Kita mafhum, boleh jadi karena sejak bayi bangsa kita selain rajin diajak tersenyum, juga belajar pandai tertawa.&lt;br /&gt;MELIHAT gejala seperti itu seorang psikolog bilang, mungkin itu sebabnya mengapa bangsa kita tergolong tahan banting. Dari muda mereka terbiasa hidup berdampingan secara damai dengan tekanan, krisis, konflik, dan frustrasi. Daya tahan stresnya menjadi kokoh. Oleh karena itu, boleh jadi dalam menghadapi tiap kematian sia-sia, atau mati konyol anggota keluarga sekalipun, mereka terlihat masih tegar tanpa gusar.&lt;br /&gt;Sejelek-jelek layanan publik yang pernah dialami, masih ada pihak yang mereka sanjung. Penderitaan dan kesusahan jelas-jelas mereka alami karena human error, masih disangka God’s decision.&lt;br /&gt;Tengok mereka yang bergelantungan di bus kota tiap hari, tanpa berpendingin merayap di jalan macet, dan macetnya akibat buatan manusia dan ulah penguasa. Atau, beratnya menempuh buruknya jalan desa, tetapi mereka tabah menerima. Padahal, setelah lebih dari setengah abad merdeka, sudah selayaknya semua kesusahan itu tak mereka alami. Namun kocaknya, bagi mereka, semua itu bukan masalah. Tampaknya, dalam urusan badan, mereka boleh lelah dan letih, juga boleh nyeri, asal hati tetap ayem mereka tak mudah menjadi berang.&lt;br /&gt;Asalkan tidak sengaja menusuk hati, bangsa kita enak diajak bergaul. Turis asing senang datang ke negeri kita bisa jadi salah satunya karena dalam serba kekurangan bangsa kita masih bertegur sapa dan tulus tersenyum. Sutradara film mungkin melihatnya sebagai sebuah puisi. Masih ada senyuman tulus di balik kegetiran hidup. Bagi setiap filsuf, potret itu juga sebuah kekocakan hidup.&lt;br /&gt;DI negeri orang lain, warga terantuk batu saja sudah berteriak keras. Kocaknya bangsa kita, meski sudah lama terinjak, mungkin diinjak, masih saja mesem yang tidak dibuat-buat ala Mr Bean. Mesemnya menggendong ketegaran hidup. Jika sampai marah, mereka menyampaikan dengan santun.&lt;br /&gt;Bangsa lain mungkin sudah menjerit, bangsa kita menahan rasa perih pedih kehidupan tanpa mengaduh. Perhatian kecil dari penguasa membuat rakyat sumringah-nya luar biasa. Apalagi jika sampai bisa membuat mereka kecukupan makan tiap hari. Kocaknya pula, bangsa kita masih sering takut kepada polisi kendati tidak bersalah. Masih tetap menaruh hormat kepada pamong, kendati proyek jalan desa dikorupsi dan sawah dibiarkan puso.&lt;br /&gt;Kita ingin menyitir gejala orang-orang di negara sosialis, yang saking beratnya hidup, tanpa boleh berontak dan mengaduh sehingga yang muncul ungkapan satir dan gereget humor sebagai katarsis. Dari situ ada tangkai-tangkai humanisme yang mungkin terpetik. Kalau di sana, misalnya, tumbuh fenomena sosial "Mati Ketawa Cara Rusia", rasanya bukannya dibuat-buat bila di sini ada pula spesies hidup berbangsa dengan kekocakan karakter "Mati Ketawa Cara Indonesia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handrawan Nadesul Dokter, Penulis Puisi (KCM 5 Maret 2005)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-117067510395205655?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/117067510395205655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=117067510395205655&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/117067510395205655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/117067510395205655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/02/kocaknya-bangsa-kita.html' title='Kocaknya Bangsa Kita'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDYv7PkuhI/AAAAAAAAACA/NUccf458QL8/s72-c/sepur+tenabang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-117067460164573743</id><published>2007-02-05T18:19:00.000+07:00</published><updated>2007-06-26T16:19:52.744+07:00</updated><title type='text'>Orang Miskin Bertambah Banyak</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDZ8bPkuiI/AAAAAAAAACI/aZ-jwPtsU3s/s1600-h/Becak+slalom.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5080300011802376738" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDZ8bPkuiI/AAAAAAAAACI/aZ-jwPtsU3s/s320/Becak+slalom.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada setiap momen kenaikan harga BBM, para ahliekonomi makro cenderung meramalkan angka yangindah-indah. Misalnya kenaikan harga BBM akan mengurangi jumlah kemiskinan, akan meningkatkanlowongan kerja, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,dan sebagainya.Namun mereka melupakan proses pemiskinan massal yangterjadi akibat naiknya biaya hidup hingga mencapai67%.Para ekonom (terutama kaum neoliberalis) hanyamemperkirakan harga barang akan naik antara 0,3-0,5%untuk setiap kenaikan BBM sebesar 10%. Jadi kenaikanBBM sekitar 125% akan menaikan harga barang 12,5%saja.Padahal realitanya kenaikan harga minyak tanah dari Rp900/liter jadi Rp 3.000/liter (di pasar) naik 233%.Pertamina angkat tangan soal ini.Telur dari Rp 7.500/kg jadi Rp 11.000/kg naik sebesar47%. Bis kota naik dari Rp 1.200 menjadi Rp 2.000,naik sebesar 67%.Harap diingat, transportasi dan makanan adalahkomponen terbesar dari biaya hidup. Sebagai contoh,jika satu keluarga dengan 2 anak sebelumnyamenghabiskan biaya transportasi Rp 12.000/hari danbiaya makanan Rp 15.000/hari, dalam satu bulan merekamenghabiskan Rp 264.000 untuk transport dan Rp 330.000untuk makan. Begitu terjadi kenaikan harga BBM,pengeluaran mereka bertambah menjadi Rp 428.000 untuktransport dan Rp 425.000 untuk makan. Naik Rp 259.000rupiah hanya dari 2 komponen saja. Belum dari Listrik,PAM, minyak tanah/gas, biaya sekolah, dsb.Oleh karena itu, angka inflasi 12% menurut saya amatdikecilkan karena angka kenaikan untuk 2 komponen sajasekitar 43%. Paling tidak angka inflasi yang real bisamencapai 35%.Sementara gaji orang-orang tersebut sulit bertambahkarena perusahaan juga sudah menanggung beban biayaoperasi yang bertambah. Sekali lagi ini adalah prosespemiskinan massal.Memang pemerintah akan mendapat pertambahan pendapatanpaling tidak sebesar 86% dari kenaikan harga BBMsebesar 125%. Pemerintah mendapat tambahan danasekitar Rp 126 trilyun dari selisih harga (Rp4.500-2.400/liter) di sisi lain rakyat harusmenanggung beban akibat kenaikan harga sebesar sekitarRp 180 trilyun/tahun dengan asumsi tiap 60 jutakeluarga menanggung tambahan biaya Rp 250 ribu/bulanakibat kenaikan harga BBM.Di satu sisi pemerintah naik penerimaanya (sebesar Rp126 trilyun) - ini yang dihitung para ahli ekonomimakro. Di sisi lain rakyat bertambah melarat karenaharus mengeluarkan tambahan dana Rp 180 trilyun - inikelihatannya tidak dihitung oleh para ekonomneoliberal tersebut.Para investor baru, khususnya perusahaan minyakseperti Shell, Chevron, Exxon, mungkin akan masukberinvestasi untuk membangun SPBU sendiri akibat hargaBBM naik di sini. Jumlah investasi mereka niscayadicatat oleh para ekonom tersebut. Ini adalah satu"pertumbuhan ekonomi."Namun angka investasi yang hilang akibat hengkangnyaperusahaan-perusahaan asing atau pun tutupnyapabrik-pabrik atau perusahaan-perusahaan karenakenaikan biaya niscaya akan luput dari perhatianmereka.Di berbagai media massa diberitakan Menaker FahmiIdris memprediksi akan terjadi PHK terhadap 1 jutakaryawan akibat kenaikan harga BBM (padahal sebelumnyadia memprediksi lowongan kerja bertambah). Berarti 1juta karyawan berikut 3 juta anggota keluarganyakehilangan nafkah sebesar Rp 8,4 trilyun.Oleh karena itu, angka kemajuan ekonomi sebesar 6%yang diutarakan ekonom seperti Chatib Basri ituseperti fatamorgana bagi rakyat kecil. Angka itu hanyamanis bagi pemerintah dan perusahaan-perusahaanminyak, tapi pahit bagi mayoritas rakyat Indonesia danperusahaan-perusahaan menengah bawah.Bangkrutnya ribuan perusahaan kecil, misalnya tekstilyang mempekerjakan ratusan ribu buruh meskitergantikan oleh puluan perusahaan besar denganpuluhan ribu buruh dengan omset yang lebih besar meskisecara angka hebat, namun tidak bagi peluang mencarinafkah bagi rakyat Indonesia.Besarnya angka Gross Domestic Product Indonesia takdiiringi dengan pemerataan pendapatan. 200 keluargaIndonesia menguasai 80% uang yang ada di Indonesia.Kita tahu bagaimana sebagian saham keluarga HMSampoerna dibeli sebesar Rp 60 trilyun oleh PhillipMorris.Tahun 2003 GNP per capita di Indonesia diperkirakanmencapai US$ 741/tahun(&lt;a href="http://www.studentsoftheworld.info/country_information.php?Pays=IDN)." target="_blank"&gt;http://www.studentsoftheworld.info/country_information.php?Pays=IDN).&lt;/a&gt;Atau tiap orang dapat Rp 617.600/bulan atau 1 keluargadengan 2 anak dapat Rp 2,47 juta per bulan.Kenyataannya tidak demikian.Karena tidak ada pemerataan seperti di atas (200keluarga menguasai 80% ekonomi di Indonesia),mayoritas rakyat Indonesia hanya berpenghasilansekitar US$ 148/tahun atau Rp 494 ribu/bulan perkeluarga.Detail-detail ekonomi seperti ini seperti berapapersen orang menguasai berapa persen uang ataudistribusi ekonomi inilah yang perlu diperhatikan agarkesejahteraan rakyat secara keseluruhan bisameningkat.Ekonomi Makro tanpa detail seperti itu akan menjadipenderitaan bagi mayoritas rakyat Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-117067460164573743?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/117067460164573743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=117067460164573743&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/117067460164573743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/117067460164573743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/02/orang-miskin-bertambah-banyak.html' title='Orang Miskin Bertambah Banyak'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDZ8bPkuiI/AAAAAAAAACI/aZ-jwPtsU3s/s72-c/Becak+slalom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-117067424169951918</id><published>2007-02-05T18:12:00.001+07:00</published><updated>2007-06-26T16:27:29.899+07:00</updated><title type='text'>Jakarta 2014 Lumpuh Total</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDb5LPkujI/AAAAAAAAACQ/E8lt2uYygWI/s1600-h/Pancoran.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5080302154991057458" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDb5LPkujI/AAAAAAAAACQ/E8lt2uYygWI/s320/Pancoran.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;JAKARTA tahun 2014 akan mengalami kelumpuhan total! Ramalan ini bukan untuk mencari sensasi atau gosip baru sekadar untuk membuat cemas masyarakat. Bahkan, Gubernur Sutiyoso sudah sering mengumandangkan ramalan ini. Berdasarkan hasil penelitian dan kajian dari Sistem Perencanaan Transportasi Makro di Jakarta, proyeksi kondisi kelumpuhan total tahun 2014 akan terjadi jika penggunaan kendaraan pribadi, khususnya roda empat, tidak berkurang.&lt;br /&gt;Apakah prakiraan ini akan terjadi, atau sekadar hasil hitung-hitungan statistik para pakar transportasi yang semakin cemas melihat permasalahan lalu lintas di Jakarta yang setiap hari bukan semakin bertambah baik atau berkurang kemacetannya.&lt;br /&gt;Kelumpuhan total ini tetap merupakan suatu ancaman terhadap perkembangan Jakarta di masa depan. Tahun 2014 tinggal sepuluh tahun lagi, jika pemerintah kota dan masyarakat gagal untuk menyusun suatu langkah strategi pemecahan masalahnya, maka prakiraan kelumpuhan ini akan benar-benar terjadi. Pada tahun 2004 jumlah kendaraan bermotor sudah mencapai 4,5 juta unit, dengan jumlah roda empat sebanyak 2,1 juta unit.&lt;br /&gt;Dengan rata-rata peningkatan jumlah kendaraan sebelas persen setahun yang berbanding jauh dengan penambahan panjang jalan yang hanya satu persen, maka tanda-tanda menuju kelumpuhan sudah terlihat. Data dari penelitian Departemen Perhubungan pada tahun 2000 pada 34 titik pengamatan di Jakarta, menunjukkan 32 titik atau 94 persen ruas jalan arteri telah mendapat beban yang melebihi kapasitasnya. Jika kita mengamati kondisi perjalanan sehari-hari secara goyon lalu lintas di Jakarta saat ini sudah sering mengalami "pamer" alias padat merayap, atau yang lebih parah lagi adalah "pamer diranjang" alias padat merayap dalam antrean panjang.&lt;br /&gt;Kelumpuhan ini selain disebabkan daya tarik Jakarta yang tidak habis-habisnya, juga disebabkan beberapa faktor pendorong yang cenderung menjadi penyebab kemungkinan peningkatan kepadatan lalu lintas di dalam kawasan perkotaan di masa depan. Salah satu sebab adalah terjadinya kecenderungan kelompok muda menengah atas yang melakukan perubahan dalam memilih tempat tinggal.&lt;br /&gt;Saat ini akibat faktor kemacetan, banyak kalangan muda atas yang memilih apartemen di pusat kota sebagai pilihan tempat tinggal. Layanan angkutan publik yang tidak aman dan nyaman, serta kondisi pedestrian yang tidak tertata, akan menjadikan kendaraan pribadi sebagai pilihan mereka dalam melakukan aktivitasnya.&lt;br /&gt;Sementara itu kelompok menengah bawah yang tidak mampu untuk tinggal di pusat kota karena mahalnya harga tanah di Jakarta, akan memaksa dirinya membeli kendaraan pribadi, baik roda empat atau roda dua sebagai alat mobilitasnya. Hal ini dilakukan akibat minimnya layanan angkutan umum yang layak ke kawasan permukiman di pinggiran Jakarta.&lt;br /&gt;Semua serba dilematis, tanpa adanya pembatasan yang ketat, dan koordinasi dalam perencanaan dan pengembangan sistem transportasi, maka bersiaplah warga Jakarta dari sekarang untuk menghadapi tanda-tanda kelumpuhan tersebut.&lt;br /&gt;WARGA Jakarta sebaiknya sudah mulai belajar dari Kota Bandung, sebagai kota terdekat yang sudah mulai lumpuh lalu lintasnya. Apa yang dihadapi warga Bandung saat ini bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk menjadi bahan perenungan. Kota Bandung yang semakin padat dan terbatas jaringan jalannya, saat ini semakin bertambah parah akibat terjadinya perubahan kawasan permukiman menjadi kawasan perdagangan. Situasi Jakarta sudah tidak jauh berbeda, kondisi saat ini sudah mendekati situasi yang mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;Pertumbuhan wilayah permukiman baru yang pesat di sekitar Jakarta (Cibubur, Bekasi dan Tangerang) tanpa didukung pelayanan angkutan massal telah membawa dampak kemacetan yang parah di ruas jalan tol dan pintu-pintu keluarnya. Data Jasa Marga, mencatat 1,1 juta unit kendaraan pribadi masuk dari arah selatan ( Cimanggis, Cibubur), sementara 2,3 juta unit kendaraan menumpuk dari arah barat melalui Kebun Jeruk. Sementara itu dari arah timur melalui pintu Bekasi, sebanyak 1 juta unit kendaraan.&lt;br /&gt;Waktu tempuh perjalanan semakin panjang, waktu untuk keluarga sudah hilang, polusi bertambah dan semakin melelahkan. Sementara keberadaan sekitar 23 flyover dan 8 under pass di berbagai titik rawan, tidak mampu memecahkan kemacetan.&lt;br /&gt;Jika Jakarta benar-benar menjadi lumpuh pada tahun 2014 , maka kota ini telah gagal untuk secara sungguh-sungguh membangun sistem perencanaan transportasinya. Bandingkanlah dengan Bangkok yang bertekad pada tahun 2016 akan menawarkan dirinya untuk menjadi kota penyelenggara Olimpiade Dunia.&lt;br /&gt;Walaupun ada kritik terhadap kondisi lalu lintasnya, para pengelola kotanya tetap optimistis kemacetan lalu lintas di Bangkok akan dapat diatasi. Apakah Jakarta mampu mengatasi masalah kemacetan lalu lintasnya, sebaiknya ini menjadi bahan renungan sebelum kelumpuhan itu benar-benar terjadi di hadapan kita.&lt;br /&gt;Yayat Supriatna Planolog (KCM 18 Oktober 2004)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-117067424169951918?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/117067424169951918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=117067424169951918&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/117067424169951918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/117067424169951918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2007/02/jakarta-2014-lumpuh-total.html' title='Jakarta 2014 Lumpuh Total'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDb5LPkujI/AAAAAAAAACQ/E8lt2uYygWI/s72-c/Pancoran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-114293127852905132</id><published>2006-03-21T15:47:00.000+07:00</published><updated>2007-06-26T16:36:12.684+07:00</updated><title type='text'>Membasuh Luka Papua di Layar Kaca</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDddbPkukI/AAAAAAAAACY/4RmPiuAtEuQ/s1600-h/Banjir+di+Jl+Proklamasi+18+Mei+01.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5080303877272943170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDddbPkukI/AAAAAAAAACY/4RmPiuAtEuQ/s320/Banjir+di+Jl+Proklamasi+18+Mei+01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai peneliti ilmu komunikasi, saya selalu bertanya-tanya: perbedaan apa yang akan terjadi jika stasiun-stasiun televisi kita tidak menyiarkan adegan kekerasan di Abepura (16/3) sepanjang atau sedetail yang kita saksikan?&lt;br /&gt;Tentu, pemilik stasiun, pemimpin redaksi, bahkan jurnalis TV di lapangan bisa mengatakan: ”Ini demi kepentingan publik! Para pemirsa berhak mengetahui apa yang terjadi di Abepura secepat dan selengkap mungkin; kapan perlu siaran langsung.” Siapa yang tercepat atau terlengkap biasanya menambahkan kata-kata ”siaran eksklusif”!&lt;br /&gt;Segera terdapat tiga pertanyaan yang menohok saya amat dalam ketika menyaksikan rata-rata berita televisi tersebut. Pertama, apakah menyajikan hanya sampai adegan lempar-lemparan dan kejar-kejaran antara polisi dan pengunjuk rasa tidak cukup untuk menyampaikan berita bahwa telah terjadi kekerasan yang luar biasa di situ? Jika tidak cukup (artinya dengan sajian sampai adegan kejar-kejaran saja, pemirsa dipandang tidak mengerti bahwa telah terjadi kekerasan, atau berarti pemirsa dianggap luar biasa bodoh), barulah perlu ditayangkan adegan selanjutnya di mana terlihat polisi yang telah terjungkal dihajar dengan ... (saya tidak ingin mengulangnya di sini, walaupun sudah di-blur, adegan-adegan itu masih amat sadis bagi saya).&lt;br /&gt;Manfaat atau mudarat?&lt;br /&gt;Kedua, manfaat apa yang bisa dipetik dari penayangan adegan kekerasan di Abepura sepanjang dan sedetail itu? Dalam diskusi dengan wartawan di Taman Ismail Marzuki, sehari setelah kejadian, saya bertanya dan sekaligus menantang: ”Tolong tunjukkan jika ada satu pihak saja (pun) yang dapat memetik keuntungan dari cara penayangan seperti itu?” Tidak ada satu rekan wartawan pun yang dapat memberi indikasi manfaatnya.&lt;br /&gt;Jelas, penayangan sepanjang dan sedetail itu cuma membawa mudarat! Orang luar Papua, sebagaimana yang saya dengar bahkan sampai ke mahasiswa level master (S2), mulai ada yang membangun stereotip bahwa saudara-saudara kita di sana sangat sadis serta berbagai istilah lain yang lebih keras, misal dikaitkan dengan tingkat pendidikan dan lain-lain. Jangan tanyakan kepada sesama anggota korps polisi atau militer yang jadi korban! Niat membalas adalah naluri alamiah bagi siapa pun di antara mereka yang menyaksikan tayangan semacam itu.&lt;br /&gt;Bagaimana sikap di antara para pengunjuk rasa? Mungkin ada yang menyesal, tetapi mari kita pelajari apa yang terjadi pada peristiwa penyerbuan sekelompok militan Chechnya ke gedung teater, Oktober 2002. Seratus empat puluh orang (termasuk dari kelompok penyandera) tewas dan empat ratus cedera. Tahukah Anda apa komentar para remaja kedua pihak yang diwawancarai ketika hadir di acara pemakaman korban? Remaja dari pihak korban penonton teater menyatakan: ”Jika sudah besar, saya akan masuk tentara Rusia dan akan menghajar para separatis Chechnya itu!” Ungkapan ini pun sudah diedit di sana-sini oleh stasiun TV. Remaja di kalangan penyandera ternyata juga mengatakan: ”Saya tidak sabar menunggu kapan waktunya saya bisa bergabung dengan kolega saya para pahlawan ini dan menjalankan aksi serupa!”&lt;br /&gt;Saya tidak bermaksud menyamakan peristiwa di Abepura dan di Chechnya itu. Tetapi saya ingin menampakkan bahwa akibat pemberitaan televisi bisa seperti itu, pada kedua atau semua pihak! Padahal, sejauh yang berhasil saya amati, stasiun-stasiun TV tidak berhasil mengambil adegan penyiksaan yang detail pada kasus teater Chechnya 2002 dibandingkan dengan kasus Abepura.&lt;br /&gt;”Freedom for”&lt;br /&gt;Pertanyaan ketiga menjadi: apa yang mesti dipertimbangkan televisi-televisi kita ketika terjadi peristiwa seperti itu? Saya beruntung mendapatkan salah satu alternatif jawabannya dari diskusi panel di Budapest, 9 Maret lalu, bertajuk: Who Cares about Television? George Gerbner and the Enduring Legacy of 20th Century Communication Research. Mendiang George Gerbner (25 tahun menjadi Dekan Annenberg School of Communication, Universitas Pennsylvania) merupakan salah satu figur utama dalam menyorot lingkungan budaya, peran media sebagai penyampai cerita, serta apa yang dia gambarkan sebagai happy violence, khususnya di televisi.&lt;br /&gt;Salah satu peserta diskusi, Marsha Siefert (menulis buku Ferment in the Field, bersama Gerbner), dengan baik menggambarkan betapa televisi jika tidak dianalisis dengan saksama dapat menumbuhkan benih atau ragi kekerasan yang tidak lagi memikirkan konteks komprehensif dari sebuah peristiwa.&lt;br /&gt;Jurnalis TV sering lupa bahwa masyarakat tidak mengikuti seluruh seri peristiwa Papua secara komprehensif (seperti jurnalis). Ketika kekerasan pecah, pemirsa mungkin kehilangan konteks frustrasinya warga Papua selama ini karena ketertinggalan mereka dan betapa suara mereka seperti tak pernah didengar secara layak. Pemirsa juga barangkali tak sempat memikirkan betapa para polisi kita bisa saja tidak dilengkapi dengan strategi yang tepat (serta juga peralatan) menghadapi aksi massa dengan tingkat konflik psikologis yang makin tinggi agar tak jatuh korban di kedua pihak secara sia-sia. Pemirsa mungkin hanya terhenti melihat kekerasan yang amat dahsyat dan mulai membangun stereotip berikut kebencian-kebencian.&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan, saya langsung teringat pada apa yang sering disuarakan wartawan senior Jakob Oetama, bahwa ketika membicarakan pers, kini sudah saatnya tidak lagi semata mempersoalkan aspek freedom from, tetapi juga (bahkan menurut saya lebih penting di tengah kecenderungan komersialisasi TV) aspek freedom for. Singkatnya, untuk manfaat apa kita memiliki kebebasan memberitakan kekerasan seperti peristiwa Abepura tersebut? Untuk membuat parah kiprah kita dalam ”Jurnalisme Perang” (lihat laporan War or Peace Journalism in Asian Newspapers, Journal of Communication, Juni 2005)?&lt;br /&gt;Kini setelah itu terjadi, sambil mengheningkan cipta untuk semua korban kekerasan, termasuk para jurnalis yang sedang menjalankan tugas, mari kita sama- sama merenung: ke depan, apa yang bisa kita lakukan untuk membasuh luka-luka kita di Papua melalui layar kaca yang sama?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;EFFENDI GAZALI&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Koordinator Program Master Komunikasi Politik UI, Ikut Aktif dalam Advokasi Media dan Demokratisasi di Papua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;Source: KCM Selasa 21 Maret 2006&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-114293127852905132?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/114293127852905132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=114293127852905132&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/114293127852905132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/114293127852905132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2006/03/membasuh-luka-papua-di-layar-kaca.html' title='Membasuh Luka Papua di Layar Kaca'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_szix9WDSTyw/RoDddbPkukI/AAAAAAAAACY/4RmPiuAtEuQ/s72-c/Banjir+di+Jl+Proklamasi+18+Mei+01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-114224414474760385</id><published>2006-03-13T16:56:00.000+07:00</published><updated>2006-03-21T16:10:56.370+07:00</updated><title type='text'>Freeport dan Rakyat Papua Di Bawah Gunung Kemakmuran</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/1600/Fights%20of%20soul.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/320/Fights%20of%20soul.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pelaut Eropa terperangah melihat pucuk gunung bersalju di khatulistiwa. Saat mulai menjelajah, mereka menemukan emas terhampar di dasar sungai. Inilah awal Papua ditemukan dan menemukan masalah berkepanjangan.&lt;br /&gt;Namun, bagi orang Papua, mereka ada di sana atas kehendak Tuhan. Para pelaut itu menemukan rahasia alam. Gunung bersalju mengingatkan mereka pada areal pertambangan di negerinya. Perut gunung bersalju itu mengandung material bernilai ekonomi tinggi. Itu gunung kemakmuran. Jika dikelola secara tepat niscaya memakmurkan siapa pun yang menguasai.&lt;br /&gt;Penguasa gunung itu orang Papua. Bagi mereka, gunung itu bukan sekadar onggokan material untuk kebutuhan komersial. Mereka membangun nilai-nilai kultural, merumuskan kearifan lokal, dan merajut impian di bawah gunung kemakmuran itu. Ketika mereka memutuskan bergabung dengan NKRI, mereka berharap Pemerintah Indonesia mampu membantu mewujudkan impian mereka.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi? Alih-alih membantu mewujudkan impian. Melindungi orang dan alam Papua dari jarahan orang asing pun tidak ditunjukkan pemerintah. Orang Papua nyaris selalu didudukkan sebagai terdakwa atas segala kejadian di tanah mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penipuan publik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tahun 1965-1969, saya hidup di Papua. Masih teringat fisik teman-teman sekolah dasar. Kurus, dekil, berpenyakit kulit, berbaju lusuh, tidak bersepatu. Saya menangis, saat 40 tahun kemudian masih menemukan sosok yang sama. Wajar jika kita bertanya, ke mana 40 tahun sejarah Papua?&lt;br /&gt;Ironisnya, dalam kurun waktu itu kekayaan alam Papua dieksploitasi besar-besaran. Mayoritas hasilnya untuk membangun wilayah di luar Papua. Bandingkan kemajuan Jakarta 10 tahun terakhir dengan nasib Papua 40 tahun terakhir.&lt;br /&gt;Awalnya konsesi pertambangan tembaga 20 tahun mulai tahun 1967. Konsesi itu diperbarui tahun 1991 dan diperpanjang 50 tahun hingga tahun 2041, wilayahnya pun dua kali lipat wilayah awal. Bisa dibayangkan jika alam Papua nan cantik menjadi porak poranda oleh nafsu mengeruk kekayaan alam di sana.&lt;br /&gt;Faktanya, tahun 1973 tiap hari 7.257 ton tailing (limbah industri tambang) dibuang ke Sungai Ajkwa yang menjadi sumber kehidupan suku-suku di sekitar Timika. Tahun 1988 menjadi 31.000 ton tailing dan tahun 2006 melonjak menjadi 223.000 ton tailing per-hari. Kini, jangankan untuk mandi, ikan-ikan di sungai itu mati terkena tailing. Bahkan kebun sagu suku Komoro di wilayah Koperaporka mati.&lt;br /&gt;Mengerikan. Melalui pipa raksasa dari Grasberg-Tembagapura, sekitar enam miliar ton pasir tembaga digerus dan disalurkan sejauh 100 kilometer ke Laut Arafuru, di mana kapal-kapal besar menunggu. Mereka tidak lagi menambang tembaga, tetapi emas. Pakar kimia UGM meneliti kandungan emas di pasir-pasir tembaga yang digerus, dan menghitung enam miliar ton pasir setidaknya menghasilkan enam ribu ton emas.&lt;br /&gt;Mengapa pemerintah tidak pernah jujur menyatakan bahwa PT Freeport Indonesia menambang emas? Ini penipuan publik. Penggunaan nama kota Tembagapura seolah disengaja guna menutupi aktivitas sebenarnya. Wapres Jusuf Kalla menegaskan, yang ditambang adalah emas. Di sidang kabinet terbatas (6/3/2006), Wapres minta kontribusi Freeport ke APBN naik menjadi 300 persen karena kenaikan harga emas di pasar internasional.&lt;br /&gt;Anehnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan, pendapatan kontrak karya Freeport dari pajak dan non-pajak sepanjang 2005 adalah 800 juta dollar AS atau sekitar Rp 7 triliun. Mengapa tak pernah membayangkan berapa yang akan kita dapat jika dikelola sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perisai kapitalis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Angka 800 juta dollar AS terlalu kecil buat kita. Lihat compensation (bukan gaji) tiap tahun untuk Chairman of the Board Freeport sebesar 9.509.183 dollar AS; Chief of Administrative Officer 1.756.159 dollar AS; Chief Operating Officer 815.554 dollar AS; dan President Director of Freeport Indonesia 1.641.877 dollar AS. Untuk kompensasi empat pejabat Freeport saja jumlahnya 13.722.773 dollar AS. Bandingkan dengan dana keamanan selama 1996-2004 yang hanya 20 juta dollar AS. Artinya, aparat keamanan kita hanya kecipratan 2,5 juta dollar AS setahun.&lt;br /&gt;Dengan nilai serendah itu, Pemerintah Indonesia dijadikan perisai kapitalis menghadapi rakyatnya sendiri. Kata Menlu RI, berulang kali Pemerintah AS menegaskan, Papua merupakan bagian NKRI. Bagi AS akan lebih repot berurusan dengan Papua sebagai negara mandiri daripada berurusan dengan Indonesia.&lt;br /&gt;Jika Papua berdiri sebagai satu negara, AS berkonflik langsung dengan bangsa Papua. Namun, jika Papua dalam NKRI, Pemerintah Indonesia yang menghadapi segala gejolak akibat pengisapan kaum kapitalis di Papua. Pemerintah AS bisa memainkan dua kartu di sini.&lt;br /&gt;Tengok saja. Saat orang Papua mengais rezeki, menambang tailing di Kali Kabur Wanomen, mereka dihalau secara kasar oleh Satpam PT Freeport dan aparat keamanan Indonesia, mereka ditembak dan jatuh korban. Tidak terbayangkan, yang mereka usir adalah saudara sendiri yang mengais secuil rezeki dari limbah gunung kemakmuran milik kita. Apakah untuk mendapat emas sebesar butir pasir di limbah industri PT Freeport rakyat Indonesia harus kehilangan nyawanya?&lt;br /&gt;Rasa sedih menyergap manakala disadari ada kota modern, Kuala Kencana, dekat Timika, tempat para petinggi PT Freeport bersemayam. Sementara 6-7 kilometer dari kota itu ada rumah yatim piatu Papua yang taraf kehidupannya sama seperti sebelum mereka ”ditemukan”. Dalam radius itu, bisa ditemukan saudara-saudara kita yang masih mengenakan koteka.&lt;br /&gt;Pemerintah seakan bermuka dua terhadap Papua. Kita gerus gunung kemakmuran berdalih kemakmuran negara, tetapi membiarkan saudara-saudara hidup seperti di zaman batu untuk memelihara nilai budaya. Papua adalah kebanggaan NKRI. Wujudkan rasa bangga itu di dada orang Papua. Jangan mereka dipaksa mencari kebanggaannya sendiri.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Riswandha Imawan, &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Guru Besar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (KOMPAS 13 Maret 2006) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-114224414474760385?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/114224414474760385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=114224414474760385&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/114224414474760385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/114224414474760385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2006/03/freeport-dan-rakyat-papua-di-bawah.html' title='Freeport dan Rakyat Papua &lt;p&gt;Di Bawah Gunung Kemakmuran&lt;/p&gt;'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-113633942698247758</id><published>2006-01-04T08:44:00.000+07:00</published><updated>2006-01-04T09:33:58.580+07:00</updated><title type='text'>Kinerja pejabat BI biasa-biasa saja, kok digaji luar biasa</title><content type='html'>Tatkala kinerja para pejabat pemerintah dinilai memble, yang ditandai lesunya perekonomian (kasus PHK buruh pabrik, ekonomi biaya tinggi, meroketnya suku bunga, masih loyonya rupiah), media massa ramai memberitakan tingginya gaji dan tunjangan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan para deputinya. Terkait dengan itu media massa pun membandingkan gaji pejabat BI dengan gaji para pejabat tinggi seperti presiden, anggota DPR, menteri, dll.&lt;br /&gt;Tak pelak, tingginya gaji pejabat tinggi membuat presiden SBY prihatin. Sayangnya keprihatinan SBY bukan karena menyesali semakin besarnya jurang perbedaan gaji pejabat tinggi negara dengan penghasilan mayoritas rakyat yang masih hidup merana bahkan untuk sekadar bisa makan sehari tiga kali. Keprihatinan SBY ternyata dipicu oleh adanya pejabat tinggi negara, yakni para hakim agung di Mahkamah Agung (MA) yang gajinya “hanya puluhan juta”, alias masih di bawah gaji anggota DPR, menteri, dan tentu saja pejabat BI.&lt;br /&gt;Lontaran keprihatinan SBY jadi terasa konyol dan “miss-match” jika dibandingkan kondisi kehidupan rakyat Indonesia kebanyakan yang masih miskin. Kalau beda gaji antar para pejabat tinggi negara sangat besar, logikanya yang bergaji tinggi diturunkan, bukannya langsung bertekad akan menaikkan gaji pejabat yang masih kalah tinggi agar sejajar atau mendekati gaji pejabat lain yang sudah tinggi.&lt;br /&gt;Tantang saja pejabat yang masih merajuk ingin naik gaji: “Kalau mau gaji lebih tinggi, silakan pindah ke tempat lain, jangan jadi pejabat negara”.&lt;br /&gt;Habis itu SBY bisa buka lowongan kerja di koran guna menjaring calon pejabat tinggi negara yang mau digaji cukup besar tapi tidak jor-joran seperti pejabat BI. Saya yakin, dari 220 juta rakyat Indonesia masih banyak orang jujur, yang jauh lebih pandai dibanding pejabat sekarang, namun lebih punya nurani dan bisa menerima digaji puluhan juta (bukan ratusan ribu perak).&lt;br /&gt;Bukan apa-apa, kinerja pejabat tinggi negara juga biasa-biasa saja. Contohnya, prestasi Gubernur BI dan para deputinya yang menurut saya tidak terlalu istimewa. Buktinya, nilai rupiah sejak krisis moneter 1997-1998 lalu tidak juga beranjak dari kisaran Rp 10.000 per dolar AS. Inflasi malah sudah dua digit. Suku bunga juga terus saja merangkak tinggi pertanda ekonomi masih sulit.&lt;br /&gt;Apalagi gaji besar juga tidak ada jaminan tidak melakukan korupsi. Bukankah pengadilan kita pernah memproses kasus korupsi yang dilakukan para pejabat tinggi bergaji jangkung (tinggi)?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Abah Effi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-113633942698247758?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/113633942698247758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=113633942698247758&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/113633942698247758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/113633942698247758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2006/01/kinerja-pejabat-bi-biasa-biasa-saja.html' title='Kinerja pejabat BI biasa-biasa saja, kok digaji luar biasa'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-113392508052602244</id><published>2005-12-07T10:00:00.000+07:00</published><updated>2005-12-07T14:24:55.620+07:00</updated><title type='text'>What Jews &amp; Westerner are not shown on TV</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/1600/What%20Jews%20&amp;%20Westerner%20are%20not%20shown%20on%20TV.1.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/400/What%20Jews%20%26%20Westerner%20are%20not%20shown%20on%20TV.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-113392508052602244?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/113392508052602244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=113392508052602244&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/113392508052602244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/113392508052602244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/12/what-jews-westerner-are-not-shown-on.html' title='What Jews &amp; Westerner are not shown on TV'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-113332513980374692</id><published>2005-11-30T11:20:00.000+07:00</published><updated>2006-01-04T10:26:14.673+07:00</updated><title type='text'>DeFida: Mafia Peradilan Tetap Segelap Malam</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/1600/deFidaCantik.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/320/deFidaCantik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;LAGI&lt;/span&gt;, pengungkap kasus bobroknya dunia peradilan mendapat serangan balik. Setelah Endin dan Khairiansyah, kini Probosutedjo yang mendapat balasan telak dari korps hakim yang merasa gerah atas terungkapnya kasus suap hakim agung di Mahkamah Agung (MA). Di luar kebiasaan proses perkara di MA yang biasanya berlarut-larut, Probosutedjo langsung mendapat vonis empat tahun penjara dalam kasus korupsi.&lt;br /&gt;Menurut DeFida, apa yang dialami Probo (terlepas dari perilaku adik tiri mantan Presiden Soeharto ini yang memang serakah dan tidak mampu menjelaskan dari mana kekayaannya) merupakan cermin betapa rapat dan kompaknya barisan Mafia Peradilan di negeri ini. Selama ini orang mafhum, Polisi, Jaksa, Hakim, hingga Pengacara banyak yang belepotan dengan suap dan KKN. Akan tetapi karena solid dan rapatnya barisan mereka semua itu hanya beredar di tataran bisik-bisik. Kalaupun ada yang berani mengungkapnya, biasanya akan berakhir pahit bagi si pengungkap. Kalau tidak dituding mencemarkan nama baik, ya harus mendekam di balik jeruji besi seperti Probo.&lt;br /&gt;DeFida awam soal hukum, tetapi bisa menafsirkan apa yang terjadi adalah cermin betapa upaya membersihkan dunia peradilan dari mafia tetap tinggal mimpi di atas mimpi. Karena para pemain utamanya memiliki sikap yang sama kompaknya dan saling membela jika ada yang berani mengungkapnya. Alhasil, Quo Vadis dunia peradilan Indonesia? Au ah gelap!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;DeFida&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 29 Nov 05&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-113332513980374692?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/113332513980374692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=113332513980374692&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/113332513980374692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/113332513980374692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/11/defida-mafia-peradilan-tetap-segelap.html' title='DeFida: Mafia Peradilan Tetap Segelap Malam'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-113203650375307720</id><published>2005-11-15T13:13:00.000+07:00</published><updated>2005-11-29T08:27:41.313+07:00</updated><title type='text'>Kasus Suap Hakim Agung Cermin Dunia Peradilan Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/1600/Andi"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 227px; CURSOR: hand; HEIGHT: 208px" height="181" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/200/Andi%27s%20Smile.0.jpg" width="212" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;BICARA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; carut marut dunia peradilan kita sungguh tidak terlalu sulit. Tengok saja perkembangan kasus dugaan suap Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan dan dua hakim agung lain dalam perkara yang melibatkan Probosutedjo, pengusaha klien penganut ersatz capitalism yang termasuk kroni terdekat Soeharto.&lt;br /&gt;Ibarat ikan, kalau kepalanya busuk maka bagian lain, termasuk badan dan ekor pun pastilah busuk pula. Demikian yang terjadi dengan dunia peradilan Indonesia. Bagaimana mau berharap kepolisian, pejaksaan, pengadilan, pengacara bersih sementara institusi tertinggi mereka yang ingin mengecap keadilan di negeri ini justru belepotan dengan kasus korupsi.&lt;br /&gt;Sejatinya kasus suap di MA baru sebatas dugaan, yang telah menjadi tersangka baru si penyuap, yakni Harini sang pengacara Probosutedjo yang notabene mantan hakim agung juga. Kasus bergulir dalam penanganan KPK (Komisi Pemberantas Korupsi). Logikanya sederhana, anak SD pun tidak akan kesulitan memahaminya: kalau ada yang jadi tersangka menyuap, pasti ada pula tersangka yang disuap. Masalahnya, yang disuap ya para juragan keadilan yang bercokol di MA alias Bagir Manan cs. Sudikah Bagir Manan dan anak buahnya rela diperiksa KPK guna membuktikan dirinya dan lembaga yang dipimpinnya memang bersih dari korupsi? Sebetulnya jawabannya belum jelas. Akan tetapi naga-naganya sang juragan MA belum siap beradu argumen dengan KPK soal dugaan suap. Buktinya, alih-alih memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa, Bagir malah mengumpulkan para sekondannya di MA, dan memutuskan menolak memenuhi panggilan KPK dengan alasan apa yang akan ditanyakan KPK belum jelas. Tidak hanya itu, naluri primitif "esprit de corp" pun mewujud melalui lontaran pernyataan sesama hakim yang tergabung dalam wadah Ikahi (Ikatan Hakim Indonesia), bahwa KPK tidak berhak memeriksa hakim agung di MA. Ulah KPK, kata Ikahi, merongrong kewibawaan MA. padahal, MA adalah lembaga sakral yang tidak mungkin melakukan perbuatan tercela. Makanya Ikahi menolak KPK memeriksan para hakim agung di MA.&lt;br /&gt;Coba, kalau hal ini dianggap sebagai kebenaran, akan jadi apa nasib upaya penegakkan hukum di Indonesia sementara lembaga yang mestinya berada di garda depan dalam upaya penegakkan keadilan dan pemberantasan korupsi justru kesulitan mencari jurus berkelit dari dugaan kasus suap yang menderanya.&lt;br /&gt;Ini baru sebatas MA, bagaimana kalau kita kupas sepak terjang Kepolisian? Bagaimana pula kalau KPK menyisir praktik kotor para jaksa di Kejaksaan?&lt;br /&gt;Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang, pasti jawabannya hanya gelengan kepala tanda tidak mengerti. Alhasil, sungguh bukan perkara mudah menegakkan hukum dan keadilan di sini. Karena ya inilah Indonesia, negeri serba ajaib (the impossible country).&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Abah ef 15 Nov'05&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-113203650375307720?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/113203650375307720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=113203650375307720&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/113203650375307720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/113203650375307720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/11/kasus-suap-hakim-agung-cermin-dunia.html' title='Kasus Suap Hakim Agung Cermin Dunia Peradilan Kita'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-113014812007825958</id><published>2005-10-24T16:21:00.000+07:00</published><updated>2005-11-29T08:50:23.423+07:00</updated><title type='text'>Takut Dicopot, Mendiknas Pasang Iklan Sehalaman</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/1600/upacara%20sekolah.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 195px; CURSOR: hand; HEIGHT: 272px" height="219" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/200/upacara%20sekolah.jpg" width="163" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;HARI &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;ini Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo melakukan blunder dengan pemunculan iklan satu halaman di sebuah harian Ibukota. Substansi iklan tersebut antara lain klaim keberhasilan Mendiknas memajukan dunia pendidikan selama setahun masa kerjanya di Kabinet yang dipimpin Presiden SBY.&lt;br /&gt;Mengapa saya katakan blunder? Sebabnya sederhana, apa yang dibeberkan di iklan senilai ratusan juta perak itu sejatinya hanya bualan semata. Tidak menjelaskan apa-apa kecuali pengakuan sepihak bahwa mereka di Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) telah bekerja serius membenahi dunia pendidikan yang carut marut dan upaya itu sukses hanya dalam hitungan setahun. Siapa percaya kinerja dia sehebat itu.&lt;br /&gt;Faktanya, antara klaim Mendiknas dengan apa yang terjadi dalam dunia pendidikan nasional ibarat langit dan bumi, jauh bahkan sulit disambungkan dengan pesawat ulang-alik canggih sekalipun.&lt;br /&gt;Orang dungu sekalipun mafhum, biaya pendidikan di negeri ini mahalnya bukan kepalang. Bagi orang berpenghasilan pas-pasan sungguh biaya pendidikan itu setali tiga uang dengan harga barang-barang pasca kenaikan BBM, sama-sama meroket. Apalagi buat yang tidak berpenghasilan, mengenyam pendidikan murah terjangkau hanya ada di SCTV, yakni di acara "Mimpi Kali Ye?"&lt;br /&gt;Tidak perlu bicara berapa biaya di sekolah swasta. Kita tengok sekolah negeri yang gaji guru dan bangunannya dibiayai APBN. Di sebuah koran tempo hari pernah diberitakan biaya sekolah negeri yang kian mahal. Saking mahalnya sampai-sampai masyarakat bawah di Jakarta dan sekitarnya takut menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah negeri. Sekalipun lolos seleksi di sekolah negeri, ternyata banyak di antara mereka yang terpaksa meminta agar anak-anaknya melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta papan bawah yang biayanya jauh lebih murah.&lt;br /&gt;Di koran itu diceritakan nasib Fitariya (12), anak nomor lima dari tujuh bersaudara yang tinggal di Jalan Pembina III, Pramuka, Jakarta Timur, yang diterima di SMP Negeri 26, Jatinegara. Ia bersama ibunya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci sempat datang ke sekolah. Namun, Fitariya batal mendaftar ulang di sekolah tersebut setelah mendengar harus menyediakan biaya sekitar Rp 800.000.&lt;br /&gt;”Bapak meninggal sejak saya kecil. Ibu saya tidak cukup biaya untuk uang sekolah dan ongkos naik bus tiap hari,” kata Fitariya. Ia akhirnya memilih bersekolah di sekolah swasta di Kayumanis, Jakarta Timur, dengan uang sekolah Rp 50.000 per bulan.&lt;br /&gt;Beberapa anak lainnya bahkan tidak berani mengintip biaya yang harus dibayarkan untuk masuk sekolah negeri. Agung Pramana (13) yang diterima di SMP Negeri 137, dan Surtio Harda (13) yang lolos di SMP Negeri 14, membatalkan masuk ke sekolah tersebut karena takut akan besarnya biaya yang dikeluarkan.&lt;br /&gt;David Khairullah (13), lulusan SD Negeri 02 Utan Kayu Utara, sebetulnya lolos ke SMP Negeri 7, Utan Kayu. Namun, karena pertimbangan biaya, David akhirnya mendaftar ke SMP Pembangunan, Utan Kayu, yang dapat ditempuh berjalan kaki.&lt;br /&gt;”Saya mendengar dari saudara saya yang baru lulus dari sekolah itu iuran bulanannya sekitar Rp 80.000 dan uang masuknya Rp 800.000. Takutnya orangtua saya tidak mampu dan malah memberatkan keluarga. Teman saya, Fami, yang tinggal di Gang Kamboja juga diterima di SMP Negeri 97 tetapi tidak diambil takut biayanya mahal,” katanya sambil menimang kertas kecil yang menunjukkan bahwa dia resmi diterima di SMP Negeri 7. David sama sekali tidak datang ke SMP Negeri 7, sekalipun sekadar untuk menanyakan biaya yang bakal ia keluarkan kelak.&lt;br /&gt;Di SMP Pembangunan yang dipilihnya tersebut biayanya jauh lebih murah. Sumbangan awal bagi murid baru hanya Rp 100.000, biaya formulir Rp 20.000 dan iuran sebulannya Rp 55.000. Totalnya, untuk menjadi siswa baru di sekolah swasta tersebut, David hanya mengeluarkan Rp 175.000, seterusnya dia tinggal membayar iuran bulanan. Untuk buku pelajaran dapat menyewa di sekolah dengan biaya murah.&lt;br /&gt;Ibu David, Ny Suryati (44), mengungkapkan bahwa ia dan suaminya menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada putranya. ”Kalau uang masuknya hampir satu juta, jelas kami tidak mampu. Apalagi kakaknya juga baru masuk sekolah menengah kejuruan,” katanya.&lt;br /&gt;Alhasil, apa yang dikoar-koar Mendiknas di iklan satu halaman hanyalah omong kosong. Meski salut juga atas keberaniannya membeli "space" iklan senilai ratusan juta demi meyakinkan SBY bahwa kalau ada resafel Kabinet jangan sampai kena ke dia, &lt;em&gt;toh&lt;/em&gt; sudah berprestasi hebat selaku Mendiknas.&lt;br /&gt;"Kalau ada pergantian menteri, biar yang lain saja yang diganti, jangan saya. Buktinya iklan ini, hebat &lt;em&gt;kan &lt;/em&gt;saya?". Begitu kira-kira maksud Bambang Sudibyo dengan pemunculan iklan noraknya itu.&lt;br /&gt;Gilingan!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#009900;"&gt;Abah Epoy, &lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: KCM 25 Juli 2005&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-113014812007825958?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/113014812007825958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=113014812007825958&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/113014812007825958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/113014812007825958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/10/takut-dicopot-mendiknas-pasang-iklan.html' title='Takut Dicopot, Mendiknas Pasang Iklan Sehalaman'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112979560609907256</id><published>2005-10-20T15:04:00.000+07:00</published><updated>2005-11-30T11:43:50.896+07:00</updated><title type='text'>Mafia Peradilan VS Law Society</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/1600/Abah%20n%20Zen.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 267px; CURSOR: hand; HEIGHT: 220px" height="217" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/200/Abah%20n%20Zen.jpg" width="231" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/1600/Teletubbiez%20gank.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Tertangkapnya lima pegawai Mahkamah Agung oleh KPK, jumat (30/9), dan pengakuan Probosutedjo yang telah mengeluarkan Rp 16 miliar untukpenanganan kasusnya, adalah fakta mafia peradilan dalam sistem pengembanan hukum praktis kita.&lt;br /&gt;Dalam prinsip berpikir system, emergent itu dipahami sebagai produk yang lahir dari pola interaksi antarkomponen yang terdapat dalam sebuah sistem. Jika dasar dan pola interaksi antar- komponen dalam sistem itu baik, maka dia akan melahirkan emergent yang baik pula. Juga sebaliknya. Dalam pengembanan hukum, mafia peradilan ini merupakan produk (emergent) abnormal. Ini berarti ia lahir dari seluruh rangkaian aktivitas pengembanan hukum kita yang juga abnormal.&lt;br /&gt;Pengembanan hukum&lt;br /&gt;Meuwissen (1979:22-32) mendefinisikan pengemban hukum praktis sebagai aktivitas yang ditujukan untuk mewujudkan hukum dalam kenyataan dan kehidupan sehari-hari secara nyata, meliputi pembentukan, penemuan, dan bantuan hukum.&lt;br /&gt;Dari pemahaman itu, dapat dicermati, seluruh komponen atau aktor pengemban hukum itu terdiri dari berbagai profesi, mulai dari anggota legislatif, eksekutif, polisi, jaksa, dan hakim hingga advokat. Jika mafia peradilan itu merupakan produk abnormal, berarti kualitas dasar dan pola interaksi antarkomponen dalam sistem pengembanan hukum praktis kita amat rendah.&lt;br /&gt;Hal ini terjadi karena para aktor pengemban hukum kita hanya mengemban tugas-tugas keprofesiannya secara individual tanpa mengindahkan tujuan (visi) kolektif dalam pengemban hukum kita, yaitu terciptanya produk pengembanan hukum yang adil, pasti, dan bermanfaat (Radbruch) bagi masyarakat. Ketiadaan visi kolektif menandakan ketiadaan identitas dalam sistem pengembanan hukum kita.&lt;br /&gt;istributed structure&lt;br /&gt;Dalam pendekatan berpikir sistem, identitas itu dapat dipahami dengan mengenali struktur pembentuknya. Apakah struktur yang meng-air (distributed structure) atau struktur yang terkotak (compartementalised structure).&lt;br /&gt;Sistem yang memiliki struktur yang meng-air adalah sistem yang identitasnya terdiri dari shared invariant values, di mana nilai-nilai yang mengatur pola interaksi tersebar (distributed) ke semua komponen.&lt;br /&gt;Jadi nilai-nilai yang menggerakkan hubungan antarkomponen adalah sama bagi semua komponen. Berbeda dengan struktur terkotak di mana nilai- nilai yang mewarnai pola interaksi antarkomponen adalah nilai yang varian, tergantung interes, status, posisi atau jabatan (fungsi/peran) yang distribusinya ti- dak merata pada semua komponen.&lt;br /&gt;Dari uraian itu dapat dipahami, belum terbentuknya identitas dalam pengembanan hukum praktis kita disebabkan karena sistem pengembanan hukum kita belum memiliki struktur yang meng-air. Struktur yang meng-air ini hanya akan terbentuk jika setiap aktor pengemban hukum, pada semua level komunitas pengemban hukum, berinteraksi berdasarkan nilai-nilai kolektif yang baik (shared invariant values), seperti kebenaran, kejujuran, dan keadilan.&lt;br /&gt;Jika tiap aktor pengemban hukum berinteraksi dengan nilai-nilai yang invarian tersebut, maka perilaku kolektif dalam sistem pengembanan hukum itu akan melahirkan produk pengembanan hukum yang sesuai dengan nilai-nilai yang invarian tersebut.&lt;br /&gt;Hal ini terjadi karena sistem pengembanan hukum merupakan jaringan pengabdian yang saling berkaitan dalam melahirkan produk (emergent properties) hukum.&lt;br /&gt;Untuk itu, pola interaksi yang dilakukan para pengemban hukum mensyaratkan kekoherensian antara ide, pikiran, sikap, dan tindakan, baik dalam interaksi horizontal (collegial relationship) maupun vertikal (structural relationship).&lt;br /&gt;Law society&lt;br /&gt;Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam menciptakan kekoherensian itu adalah dengan membentuk komunitas hukum, law society.&lt;br /&gt;Di beberapa negara yang kualitas pengembangan hukumnya baik, seperti di Amerika Serikat, Eropa, Ausralia, law society terbukti cukup efektif dalam mencegah penyimpangan dalam sistem pengembanan hukum praktis. Ia menjadi forum komunikasi/dialog antara para pengemban hukum dan masyarakat luas tentang hukum dan keadilan.&lt;br /&gt;Struktur kelembagaannya dapat dibentuk oleh masyarakat mulai dari tingkat pusat hingga desa. Keanggotaannya bersifat terbuka, mulai dari polisi, jaksa, hakim, pengacara, LSM, dan tiap anggota masyarakat yang memiliki integritas tinggi dan kepedulian atas penegakan hukum dan keadilan. Kegiatannya dapat difokuskan pada pembahasan isu-isu atau kasus-kasus aktual yang terjadi dalam kegiatan pengembanan hukum kita.&lt;br /&gt;Jika lembaga ini terbentuk berarti kita telah menciptakan laboratorium pembelajaran primer (Hayyan ul Haq, Kompas, 4/8/2005) bagi para pengemban hukum praktis, sekaligus menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat agar tetap terjaga dan sadar pentingnya hukum dan keadilan.&lt;br /&gt;Yang lebih penting, ia dapat menjadi medium pengawasan yang dilakukan seluruh pemerhati hukum dan keadilan atas pengembanan hukum yang sedang berjalan. Syaratnya, interaksi antarkomponen dalam law society harus berbasis invariant non-material values, seperti kebaikan, kebenaran, dan keadilan.&lt;br /&gt;Jika nilai-nilai ideal itu menjadi dasar interaksi para pengemban hukum kita, maka praktik itu akan membentuk kultur (the best daily practices) dan identitas pengembanan hukum kita yang tidak akan pernah menolerir berbagai praktik penyimpangan, termasuk mafia peradilan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Penulis: Hayyan ul Haq Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum, Universitas Utrecht&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;KOMPAS Rabu 19 Oktober 2005, OPINI&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112979560609907256?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112979560609907256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112979560609907256&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112979560609907256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112979560609907256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/10/mafia-peradilan-vs-law-society.html' title='Mafia Peradilan VS Law Society'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112979546785792302</id><published>2005-10-20T14:59:00.000+07:00</published><updated>2005-11-29T08:15:54.433+07:00</updated><title type='text'>Sabar, Menu Rakyat Miskin</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/1600/Spongebob.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 285px; CURSOR: hand; HEIGHT: 215px" height="209" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/200/Spongebob.jpg" width="250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;IKLAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; apologi pemerintah atas ketidakberdayaan menyejahterakan rakyat yang jatuh miskin akibat tingginya harga BBM yang diperagakan Ustadz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) beberapa waktu lalu (kini sudah dihentikan), di televisi, membuat saya simpati dan iba kepada Aa Gym.&lt;br /&gt;Mengapa Aa yang sudah amat terkenal dan dikagumi khalayak luas mau-maunya menerima order Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) untuk menjadi model iklan apologi yang sama sekali tidak kreatif itu. Bukankah nilai moral yang selalu didengungkan Aa selama ini mengajarkan kita untuk selalu kritis terhadap ketidakadilan?&lt;br /&gt;Melambungnya harga BBM memang sebuah keharusan karena Indonesia adalah negara pengimpor BBM. Tanah yang kaya kandungan minyak dan gas bumi, faktanya tidak bisa digunakan langsung, harus diekspor dulu oleh sederet perusahaan minyak asing yang diberi hak oleh pemerintah. Lalu, kita harus mengimpor BBM siap pakai dengan harga lebih mahal. Ini informasi sederhana yang saya pahami dari media. Masalahnya, yang membuat rakyat lama hidup menderita bukan semata harga BBM yang tinggi, tetapi karena pemerintah tidak pernah berpihak kepada rakyat kebanyakan.&lt;br /&gt;Buktinya, hingga kini pemerintah tidak sudi menegakkan hukum, memberantas korupsi yang nyata-nyata menyebabkan ekonomi biaya tinggi sehingga dana untuk pendidikan, kesejahteraan, subsidi orang miskin nyaris nihil dalam APBN dari tahun ke tahun. Kalau mau lebih cerdik, Aa Gym mestinya menjadi model iklan ajakan memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), bukan iklan ajakan kepada rakyat miskin untuk nrimo atas ketidakbecusan pemerintah memerhatikan nasib mereka. Rakyat miskin tidak perlu diajari bagaimana caranya bersabar. Bagi rakyat miskin, bersabar adalah menu sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Effi Harfiana Griya Lembah Depok - Depok&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Redaksi YTH, &lt;em&gt;KOMPAS&lt;/em&gt; Rabu 19 Oktober 2005&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112979546785792302?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112979546785792302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112979546785792302&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112979546785792302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112979546785792302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/10/sabar-menu-rakyat-miskin.html' title='Sabar, Menu Rakyat Miskin'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112892121500187273</id><published>2005-10-10T12:06:00.000+07:00</published><updated>2005-10-10T12:15:33.940+07:00</updated><title type='text'>Bersama Kita Bisa (Menderita)</title><content type='html'>Jujur, semua pasangan calon presiden dan wakil presiden, dalam kampanye dulu, menghindari pertanyaan tentang kebijakan tidak populis.&lt;br /&gt;Pertanyaan itu, misalnya, apakah mereka akan menaikkan harga BBM jika berkuasa nanti.&lt;br /&gt;Jika terpaksa menjawab, mereka akan bersembunyi di balik kalimat strategis seperti, ”Jika itu pilihan terakhir, kami akan memastikan nasib rakyat kecil dinomorsatukan!”&lt;br /&gt;Kita tidak tahu siapa yang paling berpengaruh dalam membuat formula keputusan kenaikan harga BBM 1 Oktober lalu. Namun, tetap sah kita beranggapan, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) sudah mengingkari harapan para pemilih. Ayo kita tanyakan kepada rakyat kecil, apa betul mereka mau memilih SBY-JK kalau mereka dulu tahu minyak tanah akan mengalami kenaikan tertinggi, 185,7 persen.&lt;br /&gt;Tidak ada logika komunikasi politik apa pun yang bisa mendukung isi surat presiden sebagai iklan layanan pemerintah (bukan ”iklan layanan masyarakat”) di berbagai media cetak berjudul Kita Bantu Rakyat Miskin. Juga tidak jernih empati yang digunakan di dalamnya. Terus terang, di antara presiden, wapres, para menko, menteri, atau staf ahli menteri siapa yang masih menggunakan minyak tanah di rumahnya? Nihil! Jadi minyak tanah memang konsumsi rakyat kecil. Anehnya, jenis BBM ini yang dibombardir paling parah! Dari sisi mana bisa dikatakan kebijakan itu membantu rakyat miskin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak berempati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana reaksi rakyat kecil atas kebijakan itu? Banyak yang apatis, tetapi banyak pula yang sinis dan mengatakan, ”Inilah perubahan yang dijanjikan SBY- JK saat kampanye dulu, hidup jadi lebih susah!”&lt;br /&gt;Namun, secara umum gelombang amarah, pemogokan, dan demonstrasi terbukti tidak terjadi. Bagaimana tidak, pemerintah menggunakan taktik menaikkan BBM beberapa hari sebelum memasuki bulan puasa. Di bulan suci ini, baik fisik utamanya spiritual, mayoritas bangsa sedang berusaha menahan diri.&lt;br /&gt;Meski demikian, dalam berbagai kesempatan suara-suara publik tetap terdengar lantang. Surat pembaca Endrobroto (Mana Minyak Tanahmu Pak Menteri Bakrie?, 5/10) mengingatkan Menko Perekonomian yang pernah menanggapi protes konsumen elpiji dengan pongah, ”Kalau enggak kuat beli gas, ya pakai minyak tanah aja.” Sekarang ia bertanya, Bapak Menko mau bilang apa lagi?, ”Kalau enggak kuat beli minyak tanah, pakai kayu bakar aja?”&lt;br /&gt;Komentar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral juga serupa, dan mengatakan, ”Wajar kalau beli minyak tanah antre. Orang nonton bioskop saja antre!” Wapres tak mau kalah saat menanggapi para sopir angkutan umum yang mogok, ia menjelaskan, mogok di Indonesia tidak akan sama dengan mogok di luar negeri. Di sana mereka yang mogok tetap mendapat tunjangan sosial. Di sini jika mogok tidak bekerja, ya tidak makan.&lt;br /&gt;Singkatnya, ada tiga ciri komunikasi politik pemerintah seputar kenaikan harga BBM. Satu, kurang mampu berempati. Dua, kurang berpikir logis; masa tidak melihat perbedaan antara antre beli minyak tanah untuk menanak nasi dan antre nonton bioskop. Tiga, alih-alih membahas pokok masalah (seperti masalah apa yang mendasari sopir angkutan umum mogok), malah menantang, mogok itu pasti akan berhenti sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sosialisasi Depkominfo&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bagaimana dengan peyakinan model lain, yang secara salah kaprah sering dinamakan ”sosialisasi”? Depkominfo mengirim SMS ke sembarang pemilik telepon seluler dengan pesan yang terkesan mengeksploitasi pertentangan antarkelas (kaya-miskin). Pendekatan konflik sudah dimulai sejak iklan legitimasi kenaikan harga BBM sebelumnya.&lt;br /&gt;Pakar perminyakan Kurtubi dan tokoh agama Aa Gym dili- batkan pula dalam iklan layanan pemerintah versi lainnya. Saya menduga (mungkin saya salah) Kurtubi dan Aa Gym tidak menyangka kenaikan harga BBM, khususnya minyak tanah, akan begitu dahsyat! Diperkirakan iklan itu dibuat 7-10 hari sebelum kenaikan harga BBM diumumkan. Apa perasaan jujur Kurtubi dan Aa Gym? Entahlah. Tetapi, simak komentar di internet, ”Mari kita bersabar menghadapi kenaikan harga BBM, begitu nasihat Aa Gym. Padahal ulama harusnya mencegah pemerintah menzalimi rakyatnya dengan cara itu. Tidak bisakah dicari solusi agar harga BBM tidak naik atau kalau naik jangan terlalu tinggi. Jangan sampai ulama justru jadi alat pemerintah menindas rakyat.”&lt;br /&gt;Semoga Aa Gym bisa memahami karena banyak umat yang mengaguminya dan tidak rela melihat tokoh agama terlibat terlalu jauh dalam iklan layanan pemerintah versi Depkominfo.&lt;br /&gt;Interpretasi publik sah-sah saja. Iklan itu memang menafikan wacana publik tentang alternatif kebijakan seperti penaikan cukai rokok; peningkatan pajak bagi kelompok dan barang mewah tertentu; penuntasan sita harta koruptor kakap, kasus BLBI sampai Pertamina; bahkan ke usulan penaikan bertahap harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tiada maaf&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Saya mencatat tidak ada ”permohonan maaf” dari iklan layanan pemerintah soal kenaikan harga BBM. Tampaknya pemerintah merasa tidak pernah—langsung atau tidak—memelihara harapan rakyat pada masa kampanye dulu, pemerintah tak akan menaikkan harga minyak tanah sampai begitu tinggi!&lt;br /&gt;Apa yang terjadi kini, uang makan kuli proyek tidak cukup untuk membeli nasi dengan lauk telur, atau rakyat yang mengambil kayu nisan kuburan untuk dijadikan kayu bakar, sepenuhnya salah rakyat sendiri; karena ingin melihat perubahan, tanpa tahu apakah perubahan ke arah kemajuan atau kemunduran.&lt;br /&gt;Semoga SBY mendapat spirit bersikap tegas sebagai presiden pilihan 60 persen rakyat Indonesia (di luar golput) untuk tidak mau didikte IMF yang terbukti keliru resepnya mengatasi krisis ekonomi 1997-1998, dan malah mendesak pembuatan Undang Undang Migas yang mengikat kita awal November nanti, harga BBM di Indonesia harus mendekati harga minyak dunia.&lt;br /&gt;SBY harus mampu mengatakan ”tidak” pada gagasan atau formula orang di sekitarnya yang mungkin lebih pro perusahaan minyak asing yang sudah siap-siap membuka jaringan pompa bensin di Indonesia daripada pro rakyat kecil yang kini mulai sibuk mengumpulkan kayu bakar.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Artikel oleh: &lt;strong&gt;Effendi Gazali,&lt;/strong&gt; Koordinator Program Master Manajemen Komunikasi Politik UI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112892121500187273?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112892121500187273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112892121500187273&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112892121500187273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112892121500187273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/10/bersama-kita-bisa-menderita.html' title='Bersama Kita Bisa (Menderita)'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112891869411168280</id><published>2005-10-10T10:58:00.000+07:00</published><updated>2005-10-11T08:53:58.310+07:00</updated><title type='text'>Korupsi, Lain di China Lain di Indonesia</title><content type='html'>Pagi ini saya sempat bergidik tatkala membuka sebuah e-mail yang mampir di mailbox. Penjelasan dalam e-mail tersebut singkat, eksekusi sebuah keluarga terpidana korupsi di China. Betapa tidak menyeramkan, ada empat foto yang saya terima, masing-masing foto menggambarkan adegan dramatis seluruh anggota keluarga diikat, digiring, dan dibariskan oleh sepasukan tentara. Setelah itu satu per satu anggota keluarga apes tersebut ditembak mati, bahkan ada yang isi kepalanya sampai teburai timah panas yang ditembakkan dari jarak teramat dekat.&lt;br /&gt;Saya tidak ingin berlama-lama berbagi cerita mengenai kengerian yang ditimbulkan setelah melihat foto-foto tersebut. Toh itu hanya akan membuat perut mual mules.&lt;br /&gt;Saya lebih tertarik mencermati pesan yang melatarbelakangi beredarnya foto tersebut di dunia maya. Yakni keinginan si pengirim agar para penerima foto sudi membandingkan perbedaan “ibarat bumi dan langit” antara China dengan Indonesia dalam hal hukuman bagi para koruptor. Di China, siapa pun yang punya peluang berbuat korupsi pasti sudah dibekali semangat baja dan kehilangan urat takutnya jika dia tetap nekat melakukan korupsi. Tak heran, hukuman atas pelaku korupsi di China terbukti sangat ampuh meredam perilaku korup karena menimbulkan efek jera yang sangat efektif. Nasib koruptor yang tebukti bersalah sangat jelas seterang siang hari, yakni kepala pecah didor sepasukan petugas.&lt;br /&gt;Lain di China lain pula di Indonesia. Korupsi di sini bukan hal menakutkan karena tidak ada sanksi yang tegas. Bahkan, alih-laih dicap sebagai perbuatan terkutuk dan memalukan, dalam beberapa kasus korupsi di sini justru menjadi tindakan yang prestisius, karena tersangka dan terpidana kasus korupsi bisa berubah menjadi selebritis, dikawal kesana kemari, diliput media massa tengah berbaring di sebuah rumah sakit mewah, dikalungi bunga pejabat daerah, dan hal lainnya. Koruptor di sini pada lain kesempatan juga bisa berganti baju menjadi pemilik yayasan yang menyantuni anak yatim, tokoh masyarakat yang getol membangun tempat ibadah, atau anggota dewan yang terhormat.&lt;br /&gt;Kalaupun ada koruptor yang disidang, ujung perkara mudah ditebak, pasti akan berakhir “happy ending” minimal bagi para pihak terkait: terdakwa, hakim, jaksa, polisi, dan tentu saja media massa. Yang terakhir ini kerap memperlakukan terdakwa korupsi sebagai pihak yang tidak perlu dikucilkan meski perilakunya jelas-jelas korup. Kalau ada kesempatan, media massa tetap saja mengutip komentar koruptor untuk kasus-kasus tertentu.&lt;br /&gt;Padahal, banyak yang sudah berteriak meyakinkan bahwa penyebab terpuruknya bangsa Indonesia melulu disebabkan perilaku korup para pejabat pemerintah yang menginjak-injak amanat rakyat, yakni mengawal upaya mulia menuju terciptanya masyarakat adil dan makmur bagi seluruh bangsa.&lt;br /&gt;Alhasil, apa yang kerap dilontarkan pejabat pemerintah dan aparat penegak hukum sebagai upaya pemberantasan korupsi hingga kini baru sebatas bualan di bibir saja. Sebuah ungkapan yang sejak sangat lama kehilangan makna.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Abah Epoy 10 Oktober 2005&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112891869411168280?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112891869411168280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112891869411168280&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112891869411168280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112891869411168280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/10/korupsi-lain-di-china-lain-di.html' title='Korupsi, Lain di China Lain di Indonesia'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112867086665223218</id><published>2005-10-07T14:38:00.000+07:00</published><updated>2005-12-01T13:56:48.176+07:00</updated><title type='text'>Saya iba menyaksikan Aa Gym</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/1600/Haidar.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7586/1306/320/Haidar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;IKLAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; apologi pemerintah atas ketidakberdayaan menyejahterakan rakyatnya yang jatuh miskin akibat tingginya harga BBM yang diperagakan Ustadz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di televisi belakangan ini membuat saya jatuh iba kepada Aa Gym.&lt;br /&gt;Mengapa Aa yang sudah sangat terkenal dan dikagumi khalayak luas mau-maunya menerima “order” dari Pemerintah (Depkominfo) untuk menjadi model iklan apologi yg sama sekali tidak kreatif itu? Bukankah nilai moral yang selalu didengungkan Aa selama ini mengajarkan kita untuk selalu kritis terhadap ketidakadilan?&lt;br /&gt;Melambungnya harga BBM memang sebuah keharusan karena Indonesia adalah negara pengimpor BBM. Tanah yang kaya akan kandungan minyak dan gas bumi faktanya tidak bisa digunakan langsung, melainkan harus diekspor dulu oleh sederet perusahaan minyak asing yang mendapat hak eksplorasi isi perut bumi Indonesia dari pemerintah. Mereka antara lain Mobil Oil, Caltex, Beyond Petroleum (BP), Exxon, Freeport, Newmont, dsb. Kemudian untuk kebutuhan domestik kita harus mengimpor BBM siap pakai dengan harga yang jelas lebih mahal. Sementara Pertamina yang sejatinya menjadi garda depan dalam mengamankan kebutuhan domestik cukup puas berperan sebagai makelar berperut tambun yang tahun ke tahun sibuk menggendutkan perut sendiri, tidak peduli perutnya ternyata hanya berisi timbunan lemak berupa korupsi, kolusi, nepotisme, mark-up, dsb. Jauh bumi dengan langit jika Pertamina disandingkan dengan perusahaan sejenis di negeri jiran bernama Petronas. Ini informasi sederhana yang saya pahami dari media massa.&lt;br /&gt;Masalahnya, yang membuat rakyat lama hidup menderita bukan semata harga BBM yang tinggi. Akan tetapi karena pemerintah tidak pernah berpihak kepada rakyat kebanyakan. Buktinya, hingga kini pemerintah tidak sudi menegakkan hukum, memberantas korupsi, yang nyata-nyata menyebabkan ekonomi biaya tinggi, sehingga dana untuk pendidikan, kesejahteraan, subsidi orang miskin nyaris nihil dalam APBN tahun ke tahun.&lt;br /&gt;Kalau mau lebih cerdik, Aa Gym mestinya menjadi model iklan ajakan memberantas korupsi, kolusi, nepotisme. Bukannya iklan ajakan kepada rakyat miskin untuk “nrimo” atas ketidakbecusan pemerintah memerhatikan nasib mereka. Padahal rakyat kecil &lt;em&gt;mah &lt;/em&gt;tidak perlu disuruh oleh tokoh sekelas AaGym juga sudah "nrimo". Lha, mau "nggak nrimo" bagaimana &lt;em&gt;wong &lt;/em&gt;sudah tidak ada lagi tenaga buat berteriak? Alhasil, penampilan AaGym yang masih juga jaim (jaga image) tidak mempan, hanya membuat rakyat miskin tersenyum masam. "AaGym ini ngomong apa sih," begitu kira-kira tanggapan rakyat miskin menyaksikan AaGym di layar teve tetangga. &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf Aa, rakyat miskin tidak perlu diajari bagaimana caranya bersabar. Karena bersabar bagi rakyat miskin sudah menjadi menu sehari-hari.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Abah Epoy 10 Oktober 2005&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112867086665223218?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112867086665223218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112867086665223218&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112867086665223218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112867086665223218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/10/saya-iba-menyaksikan-aa-gym.html' title='Saya iba menyaksikan Aa Gym'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112849711897529464</id><published>2005-10-05T14:01:00.000+07:00</published><updated>2005-10-11T09:04:34.263+07:00</updated><title type='text'>Menteri Tidak Becus, Mengapa Harus Dipertahankan?</title><content type='html'>Pertanyaan ini pantas dilontarkan kepada penguasa Indonesia saat ini, yakni Soesilo Bambang Yudhoyono atau lazim disebut dengan singkatan tiga huruf: SBY. Orang semua mafhum, SBY kini memimpin Kabinet yang di awal pembentukannya setahun lalu diklaim sebagai para figur dengan kemampuan di atas rata-rata. Nah, karena selama setahun ini Kabinet tersebut tidak menunjukkan kinerja yang bagus, boleh dong kami sebagai rakyat menyoal keberadaan mereka di Kabinet. Masih layakkah mereka menjadi nahkoda di departemen atau instansi pemerintahan saat ini, mengingat kondisi perekonomian sebagian besar rakyat tidak semakin membaik?&lt;br /&gt;Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, misalnya, sebelum menjadi menteri dia adalah pengusaha yang juga sempat memimpin Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia. Aburizal yang di media massa kerap disebut Ical juga pengusaha yang tidak terlalu buruk. Antara lain dia mau menyelesaikan utang perusahaan yang dulu sempat mengharumkan namanya, Bakrie Brothers.&lt;br /&gt;Akan tetapi kita sama-sama menyaksikan, Ical yang cukup jago berbisnis ternyata juga dibuat mati angin oleh ruwetnya persoalan ekonomi Indonesia. Alih-alih memimpin koordinasi tim ekonomi Kabinet, dia malah kerap membuat pernyataan blunder alias menampar muka sendiri. Belum lama ini di hadapan media massa Ical sesumbar bahwa dia optimistis angka inflasi 2005 tidak akan sampai dua digit, artinya di bawah 10 persen. Sementara keadaan saat ini inflasi justru sedang merayap mendekati 10 persen. Padahal, tahun 2005 masih akan melewati tiga bulan lagi, yakni Oktober, November, Desember.&lt;br /&gt;Belum kering lidah Ical bilang begitu, muncul bantahan dari Bank Indonesia (BI), bahwa inflasi tahun ini kemungkinan menembus 12 persen. Pernyataan BI melalui Gubernurnya, Burhanuddin Abdullah, ini sejalan dengan komentar sejawat Ical di Kabinet, Sri Mulyani yang tengah menjadi Kepala Bappenas, bahwa inflasi satu digit nyaris mustahil.&lt;br /&gt;Lha, mestinya kan mereka bukan orang yang asing satu sama lain, mengapa harus melontarkan pernyataan yang berbeda satu sama lain? Apalagi hal itu berkaitan erat dengan asumsi-asumsi yang akan dijadikan rujukan dalam setiap pembuatan kebijakan ekonomi oleh pemerintah.&lt;br /&gt;Yang muncul ke permukaan adalah kenyataan bahwa Ical ternyata gagap dalam menyampaikan tren ekonomi makro di negeri ini hatta dia adalah koordinator bidang ekonomi di kabinet. Yang dibaca oleh orang awam adalah Ical tengah mempertontonkan dagelan ketoprak, yakni mengibur tanpa harus peduli substansi pesan. Terserah, yang penting rakyat terhibur meskipun pada saat yang sama rakyat juga terkibul. Padahal, orang bodoh sekalipun sadar yang namanya kenaikan harga BBM hingga seratus persen pasti akan melambungkan harga-harga segala barang kebutuhan. Kalau ini terjadi maka nilai mata uang pun akan banyak tergerus. Gejala apa ini namanya kalau bukan inflasi? Lalu, mengapa anda masih juga tega dan ngotot mengatakan inflasi tetap satu digit, Ical?&lt;br /&gt;Ical juga melontarkan pernyataan bodoh saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga gas untuk konsumsi rumah tangga. Waktu itu dia bilang, gas adalah bahan bakar untuk kalangan menengah ke atas, orang miskin tidak akan mampu beli gas. "Kalau tidak sanggup beli gas, ya pakai minyak tanah saja," ujarnya waktu itu. Ini jelas pernyataan bodoh, karena orang sekarang tahu persis minyak tanah pun di samping tidak murah, juga langka. Bagaimana bisa menawarkan minyak tanah yang mahal dan langka sebagai pengganti gas yang juga mahal? Bodoh sekali kalau mengikuti saran Ical, tidak membeli gas, tapi kemudian keliling kota membawa jerigen untuk mencari minyak tanah yang langka dengan harga dua kali lipat dari yang diputuskan pemerintah. Jelas komentar itu muncul dari ketidakpahaman Ical akan kondisi ril di lapangan, bahwa rakyat sejatinya sudah buang waktu banyak untuk menyaksikan polah para menteri khususnya Ical yang tidak bermutu.&lt;br /&gt;Ah, keterlaluan SBY kalau menteri dengan kualitas seperti Ical tetap dipertahankan. Saya sendiri sejak awal meragukan, mengapa orang yang mengurus perusahaan milik sendiri saja tidak becus kok ya diserahi tanggung jawab mengurus ekonomi negara? Akan tetapi keheranan saya buru-buru mendapat jawabannya ketika saya teringat informasi setahun lalu, bahwa Ical adalah salah satu penyandang dana terbesar dalam kampanye SBY-JK untuk menggapai kursi RI-1.&lt;br /&gt;Itu baru bicara satu orang dari satu perspektif. Masih ada angle lain tentang Ical. Belum lagi kalau kita bahas performance menteri lainnya. Belum lagi kalau kita bahas upaya pemberantasan korupsi yang masih jalan di tempat. Sebaliknya koruptor baru bermunculan bahkan lebih ganas dan terang-terangan, tidak di instansi pemerintah tidak di gedung DPR. Belum lagi kalau kita bahas sepak terjang mitra SBY, JK atau Jusuf Kalla. Yang satu ini terakhir juga jalan-jalan ke Afrika Selatan mengajak kerabatnya dari Makassar hingga 70 orang lebih dibiayai negara untuk bertemu dengan warga Afsel keturunan Makassar yang jadi ulama di sana. Ini murni perjalanan romantisme beraroma sektarian tapi diselubungi sentimen nasionalisme.&lt;br /&gt;Tapi, ah, sudahlah. Toh SBY juga berkali-kali bilang sudah tidak peduli lagi dengan penilaian masyarakat tentang performance dirinya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Abah Epoy 5 Oktober 2005&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112849711897529464?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112849711897529464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112849711897529464&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112849711897529464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112849711897529464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/10/menteri-tidak-becus-mengapa-harus.html' title='Menteri Tidak Becus, Mengapa Harus Dipertahankan?'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112443844734827031</id><published>2005-08-19T14:22:00.000+07:00</published><updated>2005-10-11T09:07:23.980+07:00</updated><title type='text'>Involusi Kultural</title><content type='html'>Ini istilah yang sangat tepat untuk menggambarkan kondisi Indonesia saat ini. Betapa tidak, tatkala semua bidang di negeri ini mengalami keterpurukan, mereka yang diserahi wewenang untuk membawa bangsa keluar dari kubangan krisis multidimensi justru masih berasyik masyuk dengan syahwat kekuasaan paling primitif, sibuk mempertahankan kedudukan dan menumpuk harta. Tidak peduli rakyat yang menyerahkan mandat kekuasaan kepada mereka lehernya tidak bisa lagi tegak akibat terus menerus didera beragam nista. Pendidikan mahal, harga-harga tinggi, pengangguran, kriminalitas yang semakin mengganas, busung lapar, dan catatan kelam lainnya. Untuk jangka panjang pun anak-cucu di negeri ini akan jauh lebih menderita bukan karena kekayaan alam yang sudah diobral cukong monopolis, melainkan juga karena harus menanggung pembayaran utang luar negeri yang segunung.&lt;br /&gt;Lihat saja lagak gaya pemerintah, mulai dari presiden hingga aparat di kelurahan yang masih bermental priyayi, harus serba dilayani. Simak aparat hukum, baik itu polisi, jaksa, hakim, atau sejawat swasta mereka para pokrol bambu, yang masih hidup dalam paradigma lama menjadikan hukum dan keadilan sebagai barang dagangan di pasar yang sangat kompetitif.&lt;br /&gt;Belum lagi perilaku memalukan orangtua berkelakuan taman kanak-kanak yang berkantor di Senayan. Bukannya menjalankan fungsi kontrol atas perilaku eksekutif, orang-orang partai yang tubuhnya biasa tertutup jas warna gelap lengkap dengan dasi itu malah terus menerus merengek mengaharap pengertian semua pihak agar merestui kenaikan gajinya menjadi lebih dari Rp50juta per bulan dari sebelumnya sekitar Rp28juta per bulan. Pentolannya juga "sami mawon", seperti polisi cepek maksa agar gajinya jadi Rp82juta dari semula Rp40juta per bulan.&lt;br /&gt;Sudah begitu, para wartawan juga dengan entengnya tetap saja menjadikan para punggawa sebagai narasumber berita mereka, yang harus ditelan jelata sebagai sebuah kebenaran. Apa yang muncul di media massa yang sejatinya menjadi cermin dinamika bangsa justru hanya menjadi etalase busa mulut penguasa yang berjanji akan giat memberantas korupsi, akan menyejahterakan rakyat, memberikan pendidikan murah, menyediakan lapangan kerja, dan sederet obralan usang membosankan lainnya.&lt;br /&gt;Namanya juga involusi, keadaan ini hanya bisa diredam dengan lawan katanya, yakni REVOLUSI. Tapi, siapa ya yang akan bersedia menggerakkan dan melaksanakan revolusi, sementara saat ini semua pihak tidak memiliki waktu lagi karena sudah sangat disibukkan dengan kerja keras agar bisa tetap makan, bisa menyekolahkan anak, menghindari busung lapar, menyuap aparat agar bebas dari ruwetnya birokrasi, dll.&lt;br /&gt;So What Gitu Loh...&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Abah Epoy 19 Agustus 2005&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112443844734827031?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112443844734827031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112443844734827031&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112443844734827031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112443844734827031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/08/involusi-kultural.html' title='Involusi Kultural'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112143017732953597</id><published>2005-07-15T19:19:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T19:22:57.343+07:00</updated><title type='text'>Indonesia dalam Perang Modern</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pengantar Redaksi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;INI merupakan artikel terakhir almarhum &lt;strong&gt;Prof Dr Mubyarto&lt;/strong&gt; yang meninggal dunia hari Selasa, 24 Mei 2005, di Yogyakarta. Artikel ini belum sempat termuat di halaman khusus Opini "Kompas" karena isu iklan Freedom Institute sudah lewat momennya. Namun, mengingat ada sisi-sisi pemikiran almarhum di dalam tulisan ini yang masih relevan dengan situasi Indonesia dewasa ini, maka kami turunkan sebagai penghormatan terakhir terhadap almarhum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;***&lt;br /&gt;SAYA sedih membaca iklan besar dalam harian Kompas tanggal 26 Februari 2005 halaman 9 berjudul "Mengapa Kami Mendukung Pengurangan Subsidi BBM?"&lt;br /&gt;IKLAN ini hebatnya didukung 26 "tokoh nasional". Isi atau materi iklan berasal dari hasil studi LPEM FE-UI tentang "dampak kenaikan BBM terhadap kemiskinan" yang jumlahnya akan sedikit naik dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 30 persen dari 16,25 persen menjadi 16,43 persen, tetapi melalui "dana kompensasi pengurangan subsidi" yang direncanakan akan mampu menurunkan kemiskinan menjadi 13,87 persen.&lt;br /&gt;Yang tidak biasa adalah mengiklankan hasil penelitian LPEM-UI sedemikian rupa sehingga tokoh-tokoh yang namanya disebut dalam iklan 100 persen percaya cara-cara dan hasil perhitungan dampak kenaikan BBM 30 persen dan kemudian juga percaya penuh efektivitas rencana dana kompensasi, yang dalam iklan justru tidak disebutkan jumlahnya.&lt;br /&gt;Di masa lalu kami pernah melaksanakan penelitian di banyak daerah, dan tidak ada kecualinya, pembagian beras untuk rakyat miskin (raskin) tidak mencapai sasaran penduduk miskin karena raskin ini dibagi rata (dumdil) kepada seluruh warga kampung dan desa. Akibatnya, program raskin dalam teori menyatakan pembagian beras 20kg/keluarga/bulan, tetapi dalam kenyataan yang diterima keluarga miskin hanya 5-6kg/bulan/keluarga. Yang sangat menyedihkan kami adalah mengapa 36 tokoh kita mendukung iklan yang berdasarkan penelitian terbukti tidak benar. Kami menaruh curiga jangan-jangan 36 tokoh ini tidak semuanya paham apa yang didukungnya, tetapi sekadar beramai-ramai menyatakan "solidaritas" pada keinginan rekan-rekan dari Freedom Institute.&lt;br /&gt;Kesedihan kami yang kedua adalah kesan yang ingin diberikan iklan bahwa karena iklan ini didukung oleh tokoh-tokoh, maka tokoh-tokoh lain di luar itu, yang tidak mendukung, termasuk bukan tokoh. Kadang-kadang mereka menamakan pakar yang bukan golongan mereka sebagai pakar "populis murahan" yang tidak pantas disebut pakar. Alangkah menggelikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Subsidi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Namun, saya gembira iklan pengurangan subsidi BBM tidak sepenuhnya menganggap subsidi sebagai "barang yang haram", tetapi sekadar dianggap "kebijakan yang keliru dari masa lalu". Tetapi justru di sinilah kelemahan "pesan" iklan tersebut. Di satu pihak subsidi BBM harus dikurangi (tidak dihapus), tetapi di pihak lain tanpa secara eksplisit mengakuinya, pemerintah sesungguhnya tetap ingin membela dan mempertahankan subsidi yang dianggap tidak bisa dihindarkan, dan oleh karenanya harus dianggap adil.&lt;br /&gt;Semua tokoh kita termasuk tokoh pemasang iklan kiranya tahu, dalam APBN kita sekarang ada pos pengeluaran sekitar Rp 60 triliun per tahun yang merupakan pos pembayaran bunga kepada bank-bank rekap sekaligus kepada sekitar 14.000 orang terkaya di Indonesia yang memiliki deposito di atas Rp 5 miliar. Subsidi bunga kepada pemilik modal yang harus ditanggung rakyat termasuk penduduk miskin dianggap "adil" karena kalau tidak dibayar maka orang-orang kaya dikhawatirkan akan melarikan dananya ke luar negeri, khususnya ke Singapura.&lt;br /&gt;Jika 36 tokoh ini menganggap subsidi pada orang-orang kaya ini adalah "wajar", sebaliknya rupanya mereka berpendapat subsidi kepada BBM "keliru". Tentu saja masyarakat luas ingin mengetahui konsistensi pemikiran tokoh-tokoh kita ini.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rp 200 miliar per hari?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan LPEM-UI bahwa pada harga minyak dunia sekarang subsidi BBM akan mencapai Rp 70 triliun atau Rp 200 miliar per hari sungguh "mendirikan bulu roma". Apakah ini merupakan perhitungan yang sudah benar? Ternyata tidak, karena di sini dipakai asumsi Indonesia adalah 100 persen pengimpor minyak, padahal kenyataannya 60 persen produksi minyak Indonesia yang 1,1 juta barrel per hari (seharga 19,6 miliar dollar AS) diekspor. Artinya, iklan yang menyatakan subsidi Rp 70 triliun adalah bukan fakta, tetapi "karangan", yaitu perhitungan di atas kertas "seandainya" Indonesia sama sekali bukan produsen minyak.&lt;br /&gt;Mengapa 36 tokoh ini menggunakan cara berpikir yang "membohongi" masyarakat awam? Jika harga ekspor minyak kita di pasar dunia naik sampai 2 kali lipat, mengapa kita abaikan kenaikan penerimaan devisa kita dan hanya kita hitung kenaikan pembayaran untuk minyak yang sebenarnya tidak seluruhnya kita impor?&lt;br /&gt;Alangkah tepat kekhawatiran Adam Smith tentang perilaku pengusaha dan pemerintah yang dalam teori maupun dalam praktik sudah biasa membohongi masyarakat&lt;br /&gt;Laws and government may be considered… as a combination of the rich to oppress the poor… Merchants and manufacturer are an order of (people), whose interest is never exactly the same with that of the public, and who accordingly have upon many occasions, both deceived and oppressed it.&lt;br /&gt;Kalau ungkapan Smith ini tidak terlalu sering dikutip pakar-pakar ekonomi, ungkapan lain yang hampir sama lebih sering kita temukan.&lt;br /&gt;People of the same trade seldom meet together, even for merriment and diversion, but the conversation ends in a conspiracy against the public, or in some contrivance to raise prices. It is impossible indeed to prevent such meetings, by any law which either could be executed or would be consistent with liberty and justice. But though, the law cannot hinder people of the same trade from sometimes assembling together, it ought to do nothing to facilitate such assemblies, much less to render them necessary.&lt;br /&gt;Dari kutipan-kutipan ini kiranya sulit dibantah kecenderungan ekonomi Indonesia kini menyerupai kondisi yang diamati Adam Smith di Inggris 229 tahun yang lalu. Namun, kondisi kita sekarang di Indonesia jauh lebih sulit dan mengkhawatirkan karena banyak tokoh kita justru telah berpihak pada mereka, yaitu pada persekongkolan antara pemerintah dan pengusaha-pengusaha kaya, yang keduanya menganut faham neoliberal dan neokapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ala Seskoad&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mungkin belum banyak di antara 36 tokoh-tokoh kita tersebut yang membaca buku baru terbitan Seskoad Bandung berjudul Bangsa Indonesia Terjebak Perang Modern (Desember 2004). Dalam buku ini Jenderal Ryamizard Ryacudu, KSAD yang baru diganti, mengingatkan bahwa bangsa Indonesia saat ini telah berada dalam jebakan "Perang Modern".&lt;br /&gt;Jebakan Perang Modern ini dimulai dengan krisis moneter 1997/1998 yang cepat berubah menjadi krisis multidimensi sampai sekarang. Krisis multidimensi ini, menurut kami, merupakan "peringatan" sekaligus "ujian" Tuhan pada bangsa Indonesia menjelang satu abad Kabangkitan Nasional 2008.&lt;br /&gt;Di tengah-tengah tekanan yang begitu keras terhadap negara kita, yang diawali dengan penggoyangan sektor moneter, kemudian meluas ke sektor ekonomi riil dan selanjutnya berkembang menjadi krisis kepercayaan dan krisis politik, serta krisis budaya, justru disikapi oleh para elite politik dan beberapa kelompok kepentingan di dalam negeri untuk mengambil kesempatan demi kepentingan pribadi dan kelompok-kelompoknya, dengan mengabaikan kepentingan yang lebih besar dalam jangkauan jauh ke depan (Try Sutrisno, halaman 85).&lt;br /&gt;Keterjebakan kita pada Perang Modern rupanya tidak disadari oleh para elite kita karena kesilauan mereka pada faham luar yang menyerang.&lt;br /&gt;Akibat dari serangan dahsyat tersebut "elit" kita terpecah menjadi 3 kelompok, yaitu (Ryamizard R.C., hal xi): (1) Tidak tahu apa yang sedang terjadi (masyarakat awam); (2) Tahu, tetapi tidak sadar, atau tidak menyadari bahwa bangsa ini telah berada dalam jebakan pihak musuh/asing (kebanyakan kaum intelektual); (3) Tahu, sadar, tetapi berkhianat menjadi agen asing (komprador).&lt;br /&gt;Apa yang harus kita lakukan untuk keluar dari jebakan perang modern ini? Jawabannya pada hemat kami sangat sederhana, yaitu "kembali ke semangat Sumpah Pemuda 1928, ketika seluruh pemuda-pemudi dari berbagai daerah di Indonesia bertekad menyingkirkan perbedaan-perbedaan di antara mereka untuk bersatu". Hanya dengan bersatu Indonesia bisa merdeka. Dan hanya dengan merdeka Indonesia dapat bebas dari kemiskinan, kedunguan, dan keserakahan. Inilah musuh Indonesia tahun 1928 dan inilah juga musuh yang kita hadapi sekarang.&lt;br /&gt;Faktor pemersatu berikutnya adalah Pancasila yang diterima bulat oleh para perintis kemerdekaan pendiri negara Republik Indonesia tahun 1945, dan kemudian menyelamatkannya dari pengkhianatan PKI tahun 1965. Kini Indonesia dalam ancaman besar menghadapi musuh lama yang berpakaian modern, yaitu neoliberalisme, neokolonialisme, dan neoimperialisme. Neolib, Neokol, dan Neoim merajalela karena sebagian elite kita lebih percaya pada faham-faham "musuh" dari luar ketimbang Pancasila, faham dan ideologi kita sendiri.&lt;br /&gt;Seratus tahun lalu (1905), ketika kemiskinan rakyat Indonesia memuncak, pemerintah penjajah Belanda berusaha mengambil hati rakyat Indonesia dengan menerapkan Politik Etik, yaitu edukasi, irigasi, dan emigrasi. Tetapi yang kemudian terjadi adalah persekongkolan antara pemerintah penjajah dan kelompok kapitalis yang membajak kebijakan balas budi itu untuk kepentingan mereka sendiri. Siapa pun kini, 100 tahun kemudian, dapat melihat dan merasakan gejala yang sama, yaitu persekongkolan kapitalis dan pemerintah untuk membohongi dan menindas si miskin seperti yang ditunjuk dengan amat jelas oleh Adam Smith di atas. "Perang Modern" tidak sekadar sedang mengancam dan menjebak bangsa Indonesia, tetapi memang sedang berlangsung seru. Hanya persatuan dan kesatuan bangsa akan mampu mengalahkan musuh.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Oleh: Mubyarto, Pusat Studi Ekonomi Pancasila UGM Yogyakarta (&lt;em&gt;KOMPAS&lt;/em&gt; 26/05/05)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112143017732953597?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112143017732953597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112143017732953597&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112143017732953597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112143017732953597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/07/indonesia-dalam-perang-modern.html' title='Indonesia dalam Perang Modern'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112142765333573680</id><published>2005-07-15T18:38:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T18:40:53.343+07:00</updated><title type='text'>Menyoal "Iklan Layanan Pemerintah"</title><content type='html'>IKLAN satu halaman penuh Freedom Institute, Center for Democracy, Nationalism, and Market Economy Studies, "Mengapa Kami Mendukung Pengurangan Subsidi BBM?" (Kompas, 26/2) menarik didiskusikan lebih lanjut. Alasannya, kalkulasi ekonomi yang dipaparkan sebagai materi iklan meski tampak amat rasional, belum tentu sesuai dengan realitas yang dibutuhkan masyarakat. Sepertinya masuk akal, tetapi dapat membawa akibat yang menyesatkan.&lt;br /&gt;Idealnya, rasionalitas sejalan dengan kebutuhan masyarakat sehingga setiap problem yang dihadapi masyarakat bisa dikalkulasi dan dicari jalan keluarnya. Kenyataannya, problem yang dihadapi masyarakat selalu kompleks dan sulit bisa dipahami secara linear. Oleh karena itu, ketidaksesuaian antara rasionalitas dan kebutuhan masyarakat menjadi hal biasa. Jika yang rasional sejalan dengan realitas, tentu tak ada kritik terhadap paradigma Newtonian-Cartesian. Itu yang pertama.&lt;br /&gt;Kedua, data hasil kajian LPEM-FEUI tentang dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dikaitkan dengan jumlah penduduk miskin di Indonesia-yang disertakan untuk "membunyikan" materi iklan-amat potensial menipu khalayak. Pada faktanya, naik turunnya jumlah penduduk miskin di suatu negara, tak selalu terkait kebijakan pemerintah di bidang ekonomi, apalagi hanya satu sektor (misalnya subsidi BBM). Menurut kajian Amartya Sen, ekonom asal India peraih hadiah Nobel bidang ekonomi tahun 1998, grafik kesejahteraan (pertumbuhan ekonomi) justru terkait tinggi rendahnya kebebasan politik yang dinikmati rakyat dalam suatu negara.&lt;br /&gt;Menurut Sen, banyak kalangan salah paham mengenai kemiskinan, miskin hanya dipahami sebatas lack of income (kekurangan pendapatan). Padahal, kurangnya pendapatan hanya konsekuensi dari kurangnya kemampuan (lack of capability) dan kurangnya kesempatan (lack of opportunity). Seseorang menjadi miskin, menurut Sen, terutama karena kemampuan pada dirinya tak diberi ruang untuk diaktualisasikan. Pandangan Sen ini bukan hanya didasarkan hasil kajian di ruang akademis, tetapi studi empiris.&lt;br /&gt;Ketiga, dalam iklan disebutkan, pengurangan subsidi BBM akan dikompensasikan untuk beasiswa pendidikan, perbaikan sarana kesehatan, dan bantuan beras murah. Ada kesan, beasiswa pendidikan, perbaikan sarana kesehatan, dan bantuan beras murah hanya bisa dilakukan dengan baik jika pemerintah mengurangi subsidi BBM. Padahal, kenyataan tidak demikian, karena semua itu adalah tugas pemerintah. Ada-tidaknya pengurangan subsidi BBM adalah kewajiban pemerintah menolong rakyatnya. Dan dalam melaksanakan kewajiban ini, perlu dicari cara yang kreatif tanpa harus menyakiti hati rakyat. Benarkah menaikkan harga BBM ibarat menelan pil yang terasa pahit tetapi menyembuhkan?&lt;br /&gt;SELAIN ketiga hal itu, pencantuman sejumlah cendekiawan dan tokoh lembaga swadaya masyarakat (LSM)-antara lain Franz Magnis-Suseno, Goenawan Mohamad, Todung Mulya Lubis, Hamid Basyaib, dan Ulil Abshar-Abdalla-akan merugikan kredibilitas cendekiawan umumnya. Kalaupun yang disampaikan dalam iklan itu benar, apakah perlu mencantumkan nama cendekiawan sebagai penguat. Apalagi jika secara substantif isinya belum tentu benar.&lt;br /&gt;Kita menginginkan cendekiawan dan LSM senantiasa menyuarakan kepentingan rakyat, meski kita yakin apa yang menjadi kepentingan rakyat-sebagaimana kepentingan pemerintah dan pemilik modal-belum tentu benar. Karena itu, kita bisa memahami dan tidak keberatan (malah senang) saat sejumlah cendekiawan dan LSM tercantum namanya dalam iklan layanan masyarakat.&lt;br /&gt;Contoh, dalam kasus pertikaian antara Tempo versus Tommy Winata, kita senang saat banyak (aktivis) LSM dan cendekiawan yang membela Tempo meski belum tentu Tempo ada di pihak yang benar. Dalam hal ini, yang mereka bela bukan Tempo sebagai institusi, tetapi media yang bisa menyalurkan aspirasi masyarakat. Maka, ketika sejumlah cendekiawan dan aktivis LSM tercantum namanya dalam-meminjam istilah Farid Gaban-"iklan layanan pemerintah", tentu akan memunculkan kembali perdebatan klasik mengenai makna "pengkhianatan kaum intelektual".&lt;br /&gt;Selain itu, pencantuman nama sejumlah cendekiawan pada "iklan layanan pemerintah" telah menjerumuskan mereka pada kerancuan berpikir yang disebut pakar komunikasi Jalaluddin Rakhmat (1999) sebagai argumentum ad verecundian. Yakni berargumen dengan menggunakan otoritas, meski otoritas itu tidak relevan atau ambigu.&lt;br /&gt;Mereka yang tercantum dalam iklan itu mempunyai otoritas tinggi (meski tidak semuanya) dalam bidang ilmu dan keahlian masing-masing: ada ahli filsafat, ahli hukum, pakar politik, pakar agama, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Tetapi apa relevansi pencantuman nama mereka untuk iklan yang mendukung pengurangan subsidi BBM yang berarti legitimasi bagi keabsahan kenaikan harga BBM?&lt;br /&gt;Memang, bisa saja diajukan argumen bahwa persoalan pengurangan subsidi BBM tidak hanya terkait masalah ekonomi, tetapi terkait hajat hidup orang banyak. Karena dampak dari kebijakan pengurangan subsidi BBM itu menyentuh beragam kebutuhan masyarakat, maka para ahli di bidang filsafat, hukum, politik, dan kebudayaan ikut mendukungnya.&lt;br /&gt;Jika demikian, berarti iklan itu telah menjebak mereka pada kesalahan berpikir yang lain, yakni fallacy of misplaced concretness (upaya mengonkretkan sesuatu yang pada dasarnya abstrak), dan fallacy of dramatic instance (penggunaan satu dua kasus untuk mendukung argumen yang bersifat umum).&lt;br /&gt;SEJAK iklan pengurangan subsidi BBM muncul di media, banyak kalangan mengkritiknya sebagai penyesatan opini publik. Karena dianggap menyesatkan, Departemen Komunikasi dan Informatika-yang menyampaikan iklan itu-dikecam keras dan menjadi sasaran demonstrasi aktivis mahasiswa. Tak hanya di ranah publik, di parlemen yang eksklusif pun kebijakan pengurangan subsidi BBM menyulut perdebatan. Beberapa anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) bahkan akan menggalang dukungan untuk mengajukan hak angket kepada pemerintah.&lt;br /&gt;Sementara itu, sejak Desember 2004, harga-harga kebutuhan pokok beranjak naik, mulai 4 persen hingga 60 persen (Tempo Interaktif, 7/12/2004 dan 26/2/2005). Meski kenaikan harga itu tak selalu berkaitan dengan pengurangan subsidi BBM, namun kenaikan harga BBM sudah pasti akan berdampak langsung pada kenaikan harga bahan pokok dan tarif angkutan umum, dua hal yang menjadi kebutuhan sehari-hari rakyat di negeri ini.&lt;br /&gt;Artinya, pengurangan subsidi BBM pasti akan semakin menyulitkan rakyat. Sementara kompensasinya (beasiswa pendidikan, perbaikan sarana kesehatan, dan bantuan beras murah) belum tentu bisa diwujudkan dengan benar. Karena itu, pemerintah harus kerja keras agar kompensasi kenaikan harga BBM tak sekadar menjadi angin surga di telinga rakyat. Masih banyaknya koruptor dan pejabat bermoral bejat di negeri ini, bukan tidak mungkin, akan menjadikan dana kompensasi sebagai lahan korupsi.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Oleh: Abd Rohim Ghazali Direktur Eksekutif MAARIF Institute; Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (&lt;em&gt;KOMPAS 02/03/05)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112142765333573680?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112142765333573680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112142765333573680&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112142765333573680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112142765333573680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/07/menyoal-iklan-layanan-pemerintah.html' title='Menyoal &quot;Iklan Layanan Pemerintah&quot;'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112142019633289402</id><published>2005-07-15T16:22:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T16:36:36.340+07:00</updated><title type='text'>Kesusahan di Balik Kenaikan BBM</title><content type='html'>MENARIK mencermati iklan satu halaman pada Kompas (26/2/ 2005) lalu. Di sana, beberapa tokoh yang memiliki integritas yang tidak perlu dipertanyakan lagi mendukung kebijakan kenaikan harga BBM.&lt;br /&gt;Dengan tajuk: "Mengapa Kami Mendukung Pengurangan Subsidi BBM", para tokoh yang tergabung dalam dan disponsori oleh Freedom Institute ini pada intinya mendukung pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang berarti adalah mendukung pemerintah untuk menaikkan harga BBM yang selama ini senantiasa mengundang kontroversi tersendiri.&lt;br /&gt;Maklum, dampak yang ditimbulkan dari kenaikan harga BBM ini senantiasa meluas dan kompleks. Lihat saja fenomena yang terjadi. Belum lagi harga BBM dinaikkan, harga kebutuhan pokok sehari-hari langsung meroket naik. Penyebabnya, bisa efek psikologis, atau ada beberapa oknum/pihak yang berupaya "mencuri start" dalam kompetisi "kenaikan harga" sehingga tidak kecolongan dengan yang lain. Inilah fenomena yang riil, yang senantiasa terjadi pra, selama, dan pascakenaikan harga BBM.&lt;br /&gt;Tak heran kalau resistensi segenap komponen masyarakat demikian besarnya. Ada pihak yang tidak setuju dengan kenaikan BBM ini, di antaranya adalah kalangan kampus/mahasiswa, pelaku industri dan penyedia jasa yang sarat dengan BBM, serta ada beberapa pihak yang setuju dan mendukung, salah satunya adalah Freedom Institute di atas. Semua wacana ini tentunya menyegarkan kita bersama. Namun, persoalan pengalihan subsidi yang berdampak pada kenaikan BBM ini ternyata tidaklah sesederhana yang kita duga bersama. Ada beberapa hal mendasar yang tampaknya perlu penanganan serius dari pemerintah.&lt;br /&gt;Pemerintah dan kita semua sering menyederhanakan persoalan bahwa masalah yang dihadapi masyarakat hanya ada dua, yakni pendidikan dan kesehatan. Dan, kedua sektor itu pula yang selama ini ditekankan untuk mendapatkan pengalihan subsidi BBM. Kita tidak pernah berpikir bahwa perjuangan hidup yang paling berat sebenarnya adalah upaya masyarakat kecil untuk meniti kehidupan sehari-hari. Kebutuhan mendasar akan pangan, sandang, dan papan inilah yang sering luput dari perhatian kita.&lt;br /&gt;Sektor pendidikan dan kesehatan, bagi masyarakat kecil memang sangat penting. Namun, jika kita telisik lebih mendalam, maka persoalan yang dihadapi masyarakat kecil tidaklah sesederhana itu. Bagi mereka, komponen biaya sekolah dan kesehatan, selama ini ternyata mengambil porsi yang tidak terlalu signifikan (kecil) jika dibandingkan dengan pengeluaran rutin untuk membeli berbagai bahan kebutuhan pokok sehari-hari.&lt;br /&gt;Sebut saja misalnya, untuk membeli bahan-bahan keperluan sehari-hari seperti beras dan lauk-pauknya, transportasi, serta seabrek kebutuhan sehari-hari, ternyata jauh mengambil porsi yang tidak kecil. Dampak kenaikan harga kebutuhan pokok sehari-hari ini apabila dibandingkan dengan biaya pendidikan dan kesehatan tidaklah sebanding. Nah, fenomena inilah yang tampaknya perlu dipikirkan oleh pemerintah di balik pengalihan subsidi, yang mengakibatkan ketimpangan (distorsi) harga di pasar, dan berdampak pada beban di pundak masyarakat kecil.&lt;br /&gt;Kenaikan harga berbagai barang dan jasa pascakenaikan BBM inilah yang semestinya menjadi isu penting, yang perlu dicarikan solusinya. Memang, fenomena ini merupakan "harga yang harus dibayar" oleh kita semua. Namun, jangan sampai beban masyarakat kecil justru semakin berat akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Pemerintah harus berupaya mencarikan solusi untuk mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok untuk konsumsi sehari-hari dengan operasi pasar seperti beras murah, tarif bus murah, harga sandang murah, harga rumah murah dan sejenisnya. Upaya semacam ini justru jauh lebih penting daripada sekadar mengalihkan subsidi dari BBM ke sektor pendidikan dan kesehatan.&lt;br /&gt;Inilah tampaknya pekerjaan rumah yang tidak ringan. Sebab, dari pengalaman kenaikan harga BBM lampau, senantiasa diikuti dengan kenaikan berbagai komoditas penting dan strategis, yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kecil. Berbagai sektor produksi dan jasa yang berkorelasi langsung dengan BBM hampir dipastikan akan meroket biayanya. Sektor transportasi misalnya, jelas akan menaikkan tarif angkutan. Dengan demikian, biaya jasa transportasi yang murah meriah mungkin tinggal kenangan karena hampir semua moda transportasi baik darat, laut, maupun udara sarat bersentuhan dengan BBM.&lt;br /&gt;Begitu pula dengan semua jenis industri yang menggunakan BBM sebagai penggerak produksinya, hampir dipastikan juga akan meningkat biaya produksinya. Pada gilirannya, output produksi tersebut, yakni komoditas yang dihasilkannya, juga akan meningkat harganya. Dengan demikian, biaya untuk membeli sandang sebagai output industri yang memakai BBM juga akan semakin meningkat tajam. Impian masyarakat kecil akan harga sandang yang murah mungkin tinggal kenangan belaka.&lt;br /&gt;Pun dengan berbagai komoditas yang terkait (baik langsung maupun tidak langsung) dengan bahan bangunan, hampir dipastikan akan meningkat tajam. Nah, apabila bahan baku untuk membangun rumah saja meningkat, hampir bisa dipastikan harga rumah (tempat tinggal) akan semakin meningkat tajam. Dengan demikian, sami mawon alias sama saja, bahwa impian masyarakat kecil mendapatkan tempat tinggal (rumah) murah, juga tinggal impian belaka. Mereka akan gigit jari melihat begitu mahalnya harga rumah, akibat langsung dari kenaikan harga BBM ini. Pendek kata, kenaikan harga BBM akan membuat masyarakat kecil bertambah susah.&lt;br /&gt;Mungkin, para tokoh dan cerdik pandai yang disponsori Freedom Institute tidak langsung terkena dampak kenaikan harga komoditas dan jasa tersebut. Dan, benar bahwa logika makroekonomi mengatakan bahwa subsidi BBM sebesar Rp 70 triliun bisa dialokasikan untuk membangun puskesmas dan sekolah. Namun ingat, hal yang paling mendasar sebenarnya yang perlu disentuh bahwa kehidupan masyarakat yang sudah miskin hendaknya tidak dibuat bertambah miskin akibat daya beli mereka yang semakin mengecil. Dengan demikian, persoalan pengurangan dan pengalihan subsidi tidaklah sesederhana itu.&lt;br /&gt;Ekonomi yang semakin sehat memang perlu ditegakkan, termasuk pemberian subsidi yang tepat sasaran. Saya setuju bahwa lambat atau cepat, pengurangan subsidi BBM memang harus dikurangi karena tidak sehat. Selain itu, fenomena ini juga menyuburkan praktik penyelundupan dan juga pemborosan energi (BBM). Namun, isu yang mengemuka hendaknya tidak hanya sebatas kenaikan harga BBM, namun juga bagaimana upaya pemerintah untuk meredam gejolak harga yang demikian fantastis. Inilah pekerjaan rumah yang sudah membentang di depan kita.&lt;br /&gt;Kita semua memang perlu belajar dari masa lampau. Jangan sampai kesalahan yang sama senantiasa berulang kembali. Bagaimana pengalihan subsidi sebesar Rp 70 triliun di atas bisa benar-benar membuat masyarakat miskin semakin berkurang seperti perhitungan LPEM UI. Rasa-rasanya, tidak cukup hanya dengan sekadar meningkatkan biaya kesehatan dan pendidikan. Masyarakat harus benar-benar diberdayakan dalam segala hal, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Itu saja kok, sangat sederhana.…&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penulis: Susidarto,&lt;/strong&gt; Anggota Masyarakat Biasa yang Terpengaruh Kenaikan Harga BBM, Tinggal di Sleman, Yogyakarta (&lt;em&gt;KOMPAS&lt;/em&gt; 01/03/05)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112142019633289402?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112142019633289402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112142019633289402&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112142019633289402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112142019633289402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/07/kesusahan-di-balik-kenaikan-bbm.html' title='Kesusahan di Balik Kenaikan BBM'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112141912973303786</id><published>2005-07-15T16:16:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T16:18:49.740+07:00</updated><title type='text'>The Future of Advertising</title><content type='html'>Kalau internet telah mempengaruhi hidup kita sedemikian jauh, apakah internet juga akan mempengaruhi masa depan iklan ? Begitu pertanyaan yang dilayangkan seorang pembaca kepada saya lewat e-mail belum lama ini. Saya sempat tertegun menerima pertanyaan seperti itu. Yang pasti, meledaknya bisnis dot.com lima tahun lalu memang telah membuat banyak terobosan baru tentang dunia periklanan.&lt;br /&gt;Seorang praktisi periklanan belum lama ini mendongeng kepada saya tentang teknologi yang mungkin tak lama lagi akan kita nikmati. Teknologi itu bernama broadband, yang memungkinkan kita menonton televisi lewat internet. Bila hal ini terjadi maka ongkos operasional TV akan menjadi sangat murah mengingat saat ini perusahaan TV harus mengeluarkan banyak biaya untuk membangun infrastuktur mahal seperti jaringan antena pemancar.&lt;br /&gt;Salah satu TV kabel Indonesia, Q Channel, kini mulai melakukan streaming programnya lewat internet yang membuat Q Channel dapat ditonton semua pemirsa di seluruh dunia. Hanya saja, jika Anda menontonnya lewat jalur internet biasa, kualitas suara dan gambarnya masih tersendat-sendat, persis pipa ledeng yang macet.&lt;br /&gt;Hal ini akan berbeda jika Anda menontonnya lewat saluran internet broadband. Gambarnya akan bagus sekali. Di masa mendatang, di mana teknologi broadband semakin maju, pemancaran televisi lewat saluran internet akan menjadi sebuah realita yang bukan omong kosong. Lalu apa bedanya ? Internet memiliki satu keunggulan yang unik yaitu mass customization. Ketika menonton TV, setiap kali penayangan iklan Anda cenderung akan memindahkan saluran terutama jika Anda tidak menyukai iklannya. Hal ini tentunya akan menggangu efektivitas iklan tersebut disamping stasiun TV pun khawatir Anda akan memindahkan saluran di tengah suatu acara.&lt;br /&gt;Di masa mendatang, TV yang disalurkan lewat Internet akan memiliki menu pilihan di mana Anda dapat memilih sendiri iklan yang disukai sehingga tidak perlu memindahkan saluran. Efektivitas iklan pun menjadi lebih tinggi. Sebuah konsep yang jelas-jelas sangat menarik bukan ?&lt;br /&gt;Inilah konsep baru yang namanya, Marketing Permisi, atau "Permission Marketing". Sebuah konsep pemasaran yang ditulis oleh Seth Godin yang pernah menjabat Vice President Marketing, dari Yahoo ! Menurut Godin, di masa mendatang kita harus permisi kepada konsumen terlebih dahulu, dan minta ijin kepada konsumen untuk menyampaikan sebuah pesan komunikasi iklan. Karena hubungan ini, berdasarkan ijin konsumen, maka jelas efektifitasnya akan menjadi sangat tinggi.&lt;br /&gt;Bukan tidak mungkin, di masa mendatang konsumen akan dibayar untuk menonton, membaca, ataupun mendengar sebuah iklan. Sekarang kalau Anda mendengar radio, sebenarnya banyak jingle iklan yang cukup indah dan enak didengar. Malah banyak jingle iklan yang dibuat berdasarkan lagu-lagu hit dunia. Di masa mendatang, ada kemungkinan lagu-lagu iklan terkenal dapat di-download dari internet. Perusahaan-perusahaan iklan mungkin akan menyediakan cd gratis yang berisi kompilasi lagu-lagu iklan terkenal. Sehingga Anda tidak lagi perlu membeli cd untuk musik di mobil atau dirumah. Lumayan bukan ?&lt;br /&gt;Banyak situs internet juga menawarkan screen saver yang unik untuk komputer Anda. Semuanya kebanyakan berisi iklan. Favorit saya adalah screensaver yang berasal dari promosi-promosi iklan film block buster yang sedang hit. Di lap-top saya saat ini, saya menggunakan screen saver dari film Mission Impossible II yang saya anggap sangat keren. Produk-produk bermerek dunia seperti Coca Cola juga memiliki screen saver yang keren-keren. Anda juga mungkin berminat menciptakan screen saver yang keren dari produk Anda. Lalu Anda bisa mendistribusikannya cuma-cuma kepada seluruh klien Anda. Bila screen saver Anda cukup menarik, niscaya Anda akan mendapatkan permisi dari konsumen Anda, dan mereka akan memasangnya di komputer mereka masing-masing. Sebuah mekanisme iklan yang efektif sekali.&lt;br /&gt;Bentuk iklan lainnya di masa mendatang adalah iklan dalam bentuk video game atau internet game. Menurut majalah Red Herring 20 Maret 2001, tak kurang dari 25 juta konsumen saat ini sudah aktif memainkan internet game. Saya sendiri sudah mencoba video game dari Pepsi yang disebut ’Pepsi Man’ yang cukup asyik. Situs-situs internet di masa mendatang akan menawarkan pula berbagai aneka permainan internet yang gratis yang semuanya merupakan bentuk-bentuk kreatif iklan di masa mendatang.&lt;br /&gt;Bukan mustahil di masa mendatang Hollywood akan membuat film cerita yang panjangnya 2 jam namun isinya iklan semua, namun dikemas dengan sangat menarik persis seperti film cerita yang biasa. Pokoknya iklan-iklan di masa mendatang akan semakin kreatif dan tingkat interaktifnya dengan internet akan semakin tinggi.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;"&gt;Dimuat di &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; 22/10/03&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112141912973303786?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112141912973303786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112141912973303786&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112141912973303786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112141912973303786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/07/future-of-advertising.html' title='The Future of Advertising'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112140934096515114</id><published>2005-07-15T13:33:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T13:35:40.970+07:00</updated><title type='text'>Rakyat Miskin Bertambah Banyak</title><content type='html'>Maraknya pemberitaan tentang busung lapar di sana-sini, bahkan hingga menelan korban jiwa, serta langkanya BBM mengingatkan saya akan iklan testimoni urgensi pencabutan subsidi BBM yang dipasang Freedom Institute di media massa beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;Secara telanjang para ahli membeberkan betapa argumen dalam iklan tersebut banyak mengandung kelemahan di sana- sini dari segi teori, terutama teori bahwa pengurangan subsidi BBM akan menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Namun, faktanya sekarang muncul begitu jelas, orang miskin di negeri ini ternyata bertambah banyak.&lt;br /&gt;Tidak perlu teori rumit dari ekonom bergelar doktor yang namanya kerap dikutip media massa untuk menjelaskan mengapa ada kasus busung lapar. Karena itu sinyal sederhana, bahwa mereka lapar karena miskin. Itu saja. Rakyat miskin memang harus disubsidi oleh yang kaya, termasuk oleh negara, selama pemerintah belum mampu menyejahterakan rakyatnya.&lt;br /&gt;Saya tidak tahu argumen apalagi yang akan dilontarkan Freedom Institute guna menjelaskan kondisi riil rakyat yang nyawanya harus rontok gara-gara tak mampu beli makanan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Effi Harfiana&lt;br /&gt;Griya Lembah Depok&lt;br /&gt;DEPOK&lt;br /&gt;(Surat Anda, &lt;em&gt;KOMPAS&lt;/em&gt; 9 Juli 2005)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112140934096515114?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112140934096515114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112140934096515114&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112140934096515114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112140934096515114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/07/rakyat-miskin-bertambah-banyak.html' title='Rakyat Miskin Bertambah Banyak'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112140106195962302</id><published>2005-07-15T11:13:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T11:17:41.963+07:00</updated><title type='text'>Freedom Institute dan BBM</title><content type='html'>PERDEBATAN tentang iklan Freedom Institute dan kenaikan BBM menjadi kian hangat ketika Rizal Mallarangeng memberikan tanggapannya (Kompas, 3/3). Saya mencoba melihatnya dari sebuah sudut pandang berbeda.&lt;br /&gt;Saya terkejut saat membaca iklan Freedom Institute dengan judul besar, isinya mendukung kenaikan harga BBM yang merupakan kebijakan publik dengan argumen sederhana (mungkin karena iklan). Sikap ini didukung sejumlah nama besar, sebagian di antaranya saya kenal baik.&lt;br /&gt;"Ada sesuatu yang salah!", itu yang muncul dalam pikiran saya seketika.&lt;br /&gt;Freedom Institute yang saya kenal adalah organisasi nonpemerintah. Lembaga ini merupakan bagian dari civil society. Para pendukung yang termuat dalam iklan, sebagian besar adalah para intelektual dan aktivis civil society. Dalam perspektif liberal, konsep civil society yang merupakan koreksi terhadap pandangan liberal ortodoks, meletakkan civil society sebagai penyeimbang antara masyarakat pasar/pengusaha dan negara.&lt;br /&gt;Apabila kita melihatnya sebagai sebuah segitiga, pada sebuah sudut segitiga ada negara dengan seluruh perangkatnya, yaitu pemerintah, badan legislatif, dan sebagainya. Di sudut kedua ada pelaku usaha dan masyarakat pasar. Di sudut ketiga ada civil society yang melakukan aktivitas sebagai penyeimbang dan berpandangan kritis terhadap negara dan masyarakat usaha, semuanya ditujukan untuk kepentingan masyarakat banyak.&lt;br /&gt;Civil society ini terdiri dari berbagai kelompok dan aliran, amat heterogen, tetapi posisi dan sikapnya jelas, bukan bagian dari negara dan pelaku usaha, selalu mandiri dan seharusnya tidak dapat dikooptasi, baik oleh negara maupun pengusaha. Sementara itu dalam perspektif struktural, radikal, atau marxis, kelompok ini mengorganisasi dirinya dan mewujud dalam aksi sosial kolektif, melakukan kritik keras dan melawan dominasi pasar, mencoba memperbesar peranan institusi publik, mencoba menggabungkan prinsip humanisme liberal, kebebasan liberal dengan sosialisme.&lt;br /&gt;Posisi media, umumnya mirip civil society. Dalam alam demokrasi, ia harus independen. Apabila bersifat propagandis atau bagian kekuasaan, jangan heran bila media kehilangan pembaca.&lt;br /&gt;Dilihat dari kedua perspektif itu, pemasangan iklan Freedom Institute amat tidak tepat, tidak terlihat kesadaran akan posisi di mana berpijak. Iklan itu memperlihatkan posisi dan lembaganya ada pada pemerintah. Mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah, sama sekali tidak menunjukkan daya kritis terhadap kebijakan pemerintah yang seharusnya diambil oleh civil society. Sebenarnya, posisi dapat lebih cantik dan kritis bila iklan memuat dan menganjurkan publik untuk mengawasi dan memonitor secara intensif pelaksanaan dana kompensasi. Atau menganjurkan dana kompensasi dipercepat dan diawasi ketat meski secara implisit langkah ini adalah dukungan terhadap kenaikan harga BBM.&lt;br /&gt;Rizal Mallarangeng dalam tulisannya mengatakan, "Freedom Institute dan 36 tokoh yang namanya tercantum sebagai pendukung iklan itu tidak dikendalikan pemerintah", tetapi banyak dari kita yang tahu persis, paling tidak ada dua nama dari pendukung adalah orang pemerintah. Belum lagi bila kita bertanya, "Adakah orang pemerintah yang memberi bantuan untuk iklan?". Yang jelas, posisi yang diambil adalah pemerintah, bukan sebagai bagian civil society. Bila demikian, bukankah lebih baik membuat Kelompok Pendukung Kenaikan Harga BBM, yang ada dalam koordinasi pemerintah.&lt;br /&gt;SEDIH, ketika negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, secara internal sudah mengubah pandangan liberal ortodoks menjadi neoliberal, dengan memberi peran lebih besar terhadap negara untuk mengatur masyarakatnya (intervensi negara secara terbatas) setelah resesi tahun 1930, tetapi saat berhadapan dengan dunia luar, khususnya dunia ketiga, prinsip pandangan liberal ortodoks dengan imperialisme ekonomi dan militer masih dijalankan.&lt;br /&gt;Tahun 1930-an saat terjadi resesi, banyak pemikir dan intelektual merasa kapitalisme adalah sistem yang gagal dan bergerak ke perencanaan ekonomi terpusat (centrally planned economy) baru kemudian dapat bangkit dari depresi.&lt;br /&gt;John Maynard Keynes muncul dengan gagasan perlunya intervensi negara secara terbatas untuk menjaga dan menyelamatkan sistem kaplitalisme dengan ekonomi pasarnya. Kapitalisme dan ekonomi pasar selamat antara lain lewat intervensi dengan memotong bunga dan meningkatkan defisit anggaran melawan resesi. Hal ini terus diperbaiki sesuai perkembangan zaman, antara lain dengan pajak progresif dan undang-undang antimonopoli, peran negara dan institusi publik diperbesar. Sayang, saat negara-negara kapitalis berhadapan dan melakukan ekspansi terhadap dunia luar, khususnya dunia ketiga, prinsip dan pandangan liberal ortodoks dengan imperialisme ekonomi yang justru digunakan. Hal inilah yang harus mendapat perhatian serius dari para ekonom dan pembuat kebijakan ekonomi kita.&lt;br /&gt;IHWAL kenaikan harga BBM, saya bukan ekonom, tetapi saya bisa membaca buku, artikel dan bertanya kepada para ekonom dari kedua pihak yang juga saya kenal. Saya mendapat informasi dan analisis dari ekonom, baik yang mendukung maupun yang menolak kenaikan harga BBM. Kedua pihak mempunyai argumen dan data empiris yang masuk akal, yang semuanya dapat dibaca lewat media massa. Tidak ada kebenaran mutlak memang. Kebenaran itu relatif.&lt;br /&gt;Akhirnya saya mencoba bertanya secara sederhana kepada diri sendiri, "Apakah kenaikan harga BBM menyusahkan saya yang berpenghasilan sebagai pimpinan beberapa media?" Saya menjawab sendiri "Tidak!" Lantas siapa yang menjadi susah dengan kenaikan harga BBM kini? Jawabnya pasti sopir bajaj, sopir angkutan kota, penumpang bus kota, penumpang angkutan kota, rakyat kecil yang harga kebutuhan pokoknya naik, dan mempertahankan hidup dari hari ke hari. Nanti ada dana kompensasi! Kapan? Sebulan, dua bulan lagi, sementara itu dia butuh makan hari ini! Pada saat sama kita mengetahui, banyak pejabat negara dan pengusaha yang utangnya macet. Negara ini dikenal negara terkorup di dunia dengan jumlah koruptor amat sedikit, mungkin jauh lebih sedikit dari negara paling bersih di dunia. Atau dalam kata-kata lain "negara terkorup tanpa koruptor". Belum lagi kita bicara tentang tidak efisiennya badan usaha negara, dan lain lagi yang menyebabkan kita mengurut dada. Tidak adakah jalan lain yang lebih baik?&lt;br /&gt;Bung Rizal dalam bagian akhir tulisannya mengatakan, "...jika kaum penentang pengurangan subsidi BBM dapat mengorganisasikan diri, menggalang dana, dan benar-benar meyakini kebenaran gagasannya, harian Kompas pasti tidak akan keberatan jika mereka ingin memasang iklan, dua halaman penuh sekalipun".&lt;br /&gt;Ini tantangan menarik. Menurut saya, jika para penentang pengurangan subsidi BBM, termasuk rakyat yang merasa sengsara dan aktivis yang menentang kenaikan harga BBM dapat mengorganisasikan, menggalang dana, dan meyakini kebenarannya, perlawanan harus dilakukan. Untuk itu tidak perlu iklan. Pemberitaan yang ditulis berbagai media secara independen yang bisa menjadi puluhan bahkan ratusan halaman, belum lagi termasuk pemberitaan media elektronik, jauh lebih bermakna dan bermartabat daripada iklan yang bersifat propagandis.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Amir Effendi Siregar Pengajar Jurusan Komunikasi Fisipol UGM; Sekjen Serikat Penerbit Suratkabar (SPS): &lt;em&gt;KOMPAS &lt;/em&gt;7 Maret 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112140106195962302?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112140106195962302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112140106195962302&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112140106195962302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112140106195962302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/07/freedom-institute-dan-bbm.html' title='Freedom Institute dan BBM'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112122927560906770</id><published>2005-07-13T11:31:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T11:11:30.840+07:00</updated><title type='text'>Kocaknya Bangsa Kita</title><content type='html'>SIAPA bilang bangsa kita tidak kocak. Dominasi program lawak di televisi menunjukkan, bangsa kita gemar membanyol. Ketika dunia berlomba mengejar inventor hi-tech yang naik pesat, tingkat partisipasi korupsi kita-menurut koran-sudah sampai kelurahan. Kata seorang profesor, "Wong bisa dan kesempatannya cuma itu!"&lt;br /&gt;Tetangga sebelah bilang, ihwal perkara miring, kita memang nomor satu. Sekian puluh tahun kita rajin memelihara wabah demam berdarah, misalnya. Kocaknya, keluarga korban demam berdarah yang tak tertolong masih ada yang tidak gusar. Padahal, rakyat Belanda yang knalpot mobilnya rusak gara-gara pemerintah membiarkan jalan jeglok saja mencak- mencak menuntut ganti rugi.&lt;br /&gt;Pernah juga mendengar kisah seorang sopir taksi asal Sumatera Utara yang bergurau kepada penumpangnya berceloteh, "Kayak di Bosnia saza," ketika melintasi jalan raya berlubang di Ibu Kota, yang pajak mobilnya tertinggi di Indonesia, tetapi aspalnya sudah bagai kubangan kerbau.&lt;br /&gt;Mungkin di situ enaknya (maaf) menggembala rakyat Indonesia. Selain rasa humornya tinggi, mereka susah marah, pandai tersenyum, mudah trenyuh, dan gampang menangis. Jika ada satu-dua rakyat yang terbilang vokal, tentu bukan mewarisi genetika politik bangsa kita yang cenderung memilih suka nrimo.&lt;br /&gt;Namun satu hal harus diakui, bangsa kita mudah curiga, bersyak-wasangka, dan lekas tersinggung. Kata seorang sosiolog, boleh jadi karena wujud kekocakan karakter biar miskin asal sombong. Kocaknya, benci kepada orangnya, tetapi mau menerima sumbangannya.&lt;br /&gt;Pernah pula menyaksikan sekian banyak penumpang bus luar kota yang sudi duduk di lantai bus padahal membayar ongkos penuh. Atau mereka tak marah diturunkan seenaknya di tengah jalan sebelum tiba ke tujuan dan mereka masih tertawa. Kita mafhum, boleh jadi karena sejak bayi bangsa kita selain rajin diajak tersenyum, juga belajar pandai tertawa.&lt;br /&gt;MELIHAT gejala seperti itu seorang psikolog bilang, mungkin itu sebabnya mengapa bangsa kita tergolong tahan banting. Dari muda mereka terbiasa hidup berdampingan secara damai dengan tekanan, krisis, konflik, dan frustrasi. Daya tahan stresnya menjadi kokoh. Oleh karena itu, boleh jadi dalam menghadapi tiap kematian sia-sia, atau mati konyol anggota keluarga sekalipun, mereka terlihat masih tegar tanpa gusar.&lt;br /&gt;Sejelek-jelek layanan publik yang pernah dialami, masih ada pihak yang mereka sanjung. Penderitaan dan kesusahan jelas-jelas mereka alami karena human error, masih disangka God’s decision.&lt;br /&gt;Tengok mereka yang bergelantungan di bus kota tiap hari, tanpa berpendingin merayap di jalan macet, dan macetnya akibat buatan manusia dan ulah penguasa. Atau, beratnya menempuh buruknya jalan desa, tetapi mereka tabah menerima. Padahal, setelah lebih dari setengah abad merdeka, sudah selayaknya semua kesusahan itu tak mereka alami. Namun kocaknya, bagi mereka, semua itu bukan masalah. Tampaknya, dalam urusan badan, mereka boleh lelah dan letih, juga boleh nyeri, asal hati tetap ayem mereka tak mudah menjadi berang.&lt;br /&gt;Asalkan tidak sengaja menusuk hati, bangsa kita enak diajak bergaul. Turis asing senang datang ke negeri kita bisa jadi salah satunya karena dalam serba kekurangan bangsa kita masih bertegur sapa dan tulus tersenyum. Sutradara film mungkin melihatnya sebagai sebuah puisi. Masih ada senyuman tulus di balik kegetiran hidup. Bagi setiap filsuf, potret itu juga sebuah kekocakan hidup.&lt;br /&gt;DI negeri orang lain, warga terantuk batu saja sudah berteriak keras. Kocaknya bangsa kita, meski sudah lama terinjak, mungkin diinjak, masih saja mesem yang tidak dibuat-buat ala Mr Bean. Mesemnya menggendong ketegaran hidup. Jika sampai marah, mereka menyampaikan dengan santun.&lt;br /&gt;Bangsa lain mungkin sudah menjerit, bangsa kita menahan rasa perih pedih kehidupan tanpa mengaduh. Perhatian kecil dari penguasa membuat rakyat sumringah-nya luar biasa. Apalagi jika sampai bisa membuat mereka kecukupan makan tiap hari. Kocaknya pula, bangsa kita masih sering takut kepada polisi kendati tidak bersalah. Masih tetap menaruh hormat kepada pamong, kendati proyek jalan desa dikorupsi dan sawah dibiarkan puso.&lt;br /&gt;Kita ingin menyitir gejala orang-orang di negara sosialis, yang saking beratnya hidup, tanpa boleh berontak dan mengaduh sehingga yang muncul ungkapan satir dan gereget humor sebagai katarsis. Dari situ ada tangkai-tangkai humanisme yang mungkin terpetik. Kalau di sana, misalnya, tumbuh fenomena sosial "Mati Ketawa Cara Rusia", rasanya bukannya dibuat-buat bila di sini ada pula spesies hidup berbangsa dengan kekocakan karakter "Mati Ketawa Cara Indonesia".&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Handrawan Nadesul, &lt;em&gt;KOMPAS&lt;/em&gt; 5 Maret 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112122927560906770?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112122927560906770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112122927560906770&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112122927560906770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112122927560906770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/07/kocaknya-bangsa-kita.html' title='Kocaknya Bangsa Kita'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14439905.post-112122547077964117</id><published>2005-07-13T10:27:00.000+07:00</published><updated>2005-07-13T11:19:02.566+07:00</updated><title type='text'>Gaji Anggota DPR Jadi Rp45 Juta Per Bulan</title><content type='html'>Kenaikan tunjangan untuk anggota DPR telah disetujui oleh semua fraksi dan persetujuan tersebut ditindaklanjuti dengan penandatanganan hasil rapat Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR.&lt;br /&gt;Demikian penegasan anggota BURT Hasto Kristiyanto dan Ario Bimo dari F-PDIP serta Chaerul Shaleh Rasyid dari F-KB DPR dalam konferensi pers di Gedung MPR/DPR Jakarta, Selasa, berkaitan dengan rencana kenaikan tunjangan anggota DPR. BURT telah sepakat menaikkan tunjangan untuk anggota DPR, namun gaji DPR dalam hal ini tidak mengalami kenaikan.&lt;br /&gt;Dengan kenaikan yang telah disetujui di BURT DPR itu, maka gaji dan tunjangan anggota DPR yang semula sekitar Rp20 juta akan melonjak menjadi sekitar Rp45 juta per bulan per anggota.&lt;br /&gt;Menurut Hasto Kristiyanto, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;usul kenaikan tunjangan tersebut untuk mencukupi kebutuhan yang memadai bagi anggota DPR agar bisa melakukan tugas lebih maksimal&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Selama ini, kata dia, anggota DPR tidak bisa melakukan kegiatan secara maksimal ke daerah untuk bertemu dengan konstituen mereka karena tidak memiliki anggaran.&lt;br /&gt;Sementara itu Ario Bimo mengatakan, &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;gaji dan tunjangan yang selama ini diterima anggota DPR tidak mencukupi&lt;/span&gt; untuk mendukung kegiatan ke daerah sehingga para anggota sering harus membiayai sendiri tugasnya ke daerah.&lt;br /&gt;Menurut Ario Bimo, DPR juga mengalami hambatan pada saat melakukan kunjungan kerja karena tidak memiliki anggaran yang memadai untuk membantu anggota bertugas ke daerah. "Dulu masalah biaya bisa dibantu mitra kerja, sekarang tidak bisa lagi. Bahkan untuk mengikutsertakan tim ahli dalam kunjungan kerja juga sulit karena tak ada biaya," katanya.Sedangkan Chaerul Shaleh menjelaskan, semua fraksi yang ada di BURT telah sepakat mengenai rencana kenaikan tunjangan ini. Yang masih menjadi perdebatan di BURT adalah mengenai waktu yang tepat untuk melakukan kenaikan tunjangan apakah dalam waktu dekat atau dalam beberapa bulan lagi. (MIOL 13 Juli 2005)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14439905-112122547077964117?l=warung-abah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warung-abah.blogspot.com/feeds/112122547077964117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14439905&amp;postID=112122547077964117&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112122547077964117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14439905/posts/default/112122547077964117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warung-abah.blogspot.com/2005/07/gaji-anggota-dpr-jadi-rp45-juta-per.html' title='Gaji Anggota DPR Jadi Rp45 Juta Per Bulan'/><author><name>Warung Abah - Berbagi Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293495086533335938</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FMRzuRXd7FM/TuA9_Nvcz9I/AAAAAAAAARQ/tmdv1wbkJ6U/s220/Babe%2Bka%2Bcak.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
